Dari Balik Jeruji Besi, Bandar Ini Pesan Narkoba Senilai Rp 4 Miliar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Dari Balik Jeruji Besi, Bandar Ini Pesan Narkoba Senilai Rp 4 Miliar

FAJAR.CO.ID, BANGKALAN – Penangkapan dua kurir narkoba antarprovinsi membuktikan, peredaran narkoba di Madura semakin parah. Sebab, dua warga asal Desa Gunaksa, Kecamatan Dawan, Kabupaten Klungkung, Bali, itu hanya menjemput barang di Bangkalan. Sangat mungkin ada bandar besar tempat mereka mengambil sabu-sabu.

Total sabu-sabu yang disita petugas dari tangan I Putu Supartama, 33, dan I Made Windu Sukarsa, 28, satu kilogram. Namun, polisi belum berhasil meringkus bandar besar berinisial SAH. Dua kali penggerebekan dilakukan di Desa Banda Soleh, Kecamatan Kokop, tak membuahkan hasil.

Dua kurir bersaudara tersebut juga hanya perantara. Mereka hanya orang suruhan bandar Yuda. Yang membuat publik tercengang, karena bandar itu mengendalikan bisnis haramnya dari balik jeruji. Dia kini sedang mendekam di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kerobokan, Bali.

Bandar asal Pulau Dewata itulah yang sebenarnya membeli barang kepada SAH. Transaksi dilakukan Yuda dengan SAH melalui sambungan telepon. Setelah terjalin kesepakatan, barulah dua anak buahnya itu diperintahkan mengambil barang.

Rencananya, barang yang harganya ditaksir mencapai Rp 4 miliar itu akan diedarkan di Bali. Namun, barang yang sudah dibawa tidak sampai ke tangan bos. Polisi berhasil mengintai perjalanan pulang mereka setelah keluar dari rumah SAH.

Selasa malam (14/2) sekitar pukul 20.00 polisi mendapatkan informasi transaksi narkoba yang melibatkan mereka. Setelah rapat koordinasi, anggota polisi bergeser ke jalan raya akses Suramadu. Toyota Avanza putih DK 1999 BT menuju arah Surabaya dicegat tepat di Desa Petapan, Kecamatan Labang.

Dalam penggeledahan ditemukan sepuluh kemasan plastik berisi narkoba jenis sabu-sabu. Saat itu juga kedua pelaku berserta sabu-sabu dan mobilnya dibawa ke Mapolres Bangkalan. Kepada petugas, mereka mengaku mendapat barang itu dari SAH.

Pengungkapan kali ini mengalahkan rekor kasus besar sebelumnya. Pada 2016 lalu Polres Bangkalan menangkap bandar dengan barang bukti 326,04 gram sabu-sabu. Tak heran jika penangkapan kali ini menjadi perhatian Kapolda Jatim Irjen Pol Machfud Arifin untuk turun ke Kota Salak, Kamis (16/2). ”Jaringan ini lintas provinsi,” terangnya.

Pengakuan Putu dan Windu, yang menyatakan baru kali pertama mengambil barang, tidak membuat petugas percaya. Sebab, lokasi kediaman bandar pemilik barang tidak mudah dijangkau. Lokasinya berada di pelosok desa dan harus melalui jalan berkelok-kelok. ”Pengakuan pelaku baru pertama kalinya. Tapi kami tidak percaya,” jelasnya.

Machfud menyatakan, dalam kasus ini pihaknya belum memeriksa Yuda sebagai pembeli. Sebab, langkah tersebut lebih mudah. Dia sedang mendekam di Lapas Kerobokan. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda Bali untuk memeriksa dan mendalami peran Yuda.

Sementara itu, Machfud juga mengaku polisi sudah dua kali menggerebek rumah SAH. Selama itu pula belum berhasil karena yang bersangkutan tidak ada di kediamannya. Saat ini, pria tersebut ditetapkan dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dalam kasus ini polisi menyita sepuluh plastik klip besar berisi satu kilogram sabu-sabu. Selain itu, dua handphone (HP) dan satu unit Toyota Avanza putih DK 1999 BT. Putu dan Made dijerat pasal 114 ayat (2) sub pasal 112 ayat (2) UU 35/2009 tentang Narkotika. Mereka terancam hukuman mati. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top