Hadeh.. Sampai Sekarang Gaji Guru Kontrak Nggak Dibayar-bayar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Hadeh.. Sampai Sekarang Gaji Guru Kontrak Nggak Dibayar-bayar

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR – Persoalan tak henti-hentinya dialami guru kontrak jenjang SMA/SMK. Setelah galau dengan status yang tak pasti karena jenjang SMA/SMK jadi kewenangan pemerintah provinsi, kini harus mengalami persoalan baru, yakni gaji yang tak kunjung diterima hingga Februari ini.

Menurut informasi yang diperoleh, gaji guru kontrak sebesar Rp 1,870 juta. Menurut Juli Sembiring, guru kontrak di SMAN 1 Tanjung Selor, ia bersama 13 guru kontrak lain di sekolah tempatnya mengajar belum menerima gaji. Namun, karena dedikasi terhadap dunia pendidikan dirinya tetap mengajar.

“Walaupun tidak digaji selama 2 bulan kami tetap mengajar,” ujarnya kepada Bulungan Post, Kamis (16/2).

Sementara Wakil Kepala SMAN 1 Tanjung Selor Nur Ruhis membenarkan guru kontrak belum menerima gaji. Dikatakannya, setelah peralihan status dari kabupaten ke pemerintah provinsi para guru kontrak yang totalnya berjumlah 14 orang belum ada kepastiannya.

“Sudah dua bulan mereka (guru kontrak) belum mendapatkan haknya. Kami dari sekolah juga tidak bisa berbuat apa-apa. Kami hanya bisa turut prihatin,” ujarnya.

Selain itu, terkait penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) dari pemerintah provinsi, menurutnya, tidak dapat untuk membayar gaji para guru kontrak. Sebab, BOS telah diperuntukkan anggaran lain di sekolah.

Disebutkannya, tahun ini BOS dari Pemprov Kaltara sebesar Rp 708 juta. Anggaran itu dibagi untuk pengelolaan keuangan 10 persen, belanja habis sebesar 60 persen dan kegiatan ekstrakurikuler siswa 30 persen.

“Untuk tenaga guru kontrak gaji per tahunnya itu sebesar Rp 361 juta, sementara tenaga guru kontrak jumlahnya banyak. Jika disesuaikan upah minimum kabupaten atau provinsi tentu tidak cukup. Belum lagi untuk belanja habis dan esktrakurikuler siswa,” bebernya.

Ia menambahkan, saat masih kewenangan berada di kabupaten, gaji guru kontrak dianggarkan melalui APBD. “Nah, sekarang ini nasib mereka masih gantung dan kami pun juga sangat dilematis bagaimana caranya harus memberikan gaji kepada mereka,” katanya. (*/san/fen)

To Top