Umar Samiun Masih Dicintai Masyarakat Buton – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Umar Samiun Masih Dicintai Masyarakat Buton

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pilkada Kabupaten Buton sudah selesai digelar, Rabu (15/2). Meski belum ada pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum (KPU) Buton, namun, berdasarkan hasil rekapitulasi form C1 yang masuk di website resmi KPU Buton, pasangan Samsu Umar Abdul Samiun-La Bakry unggul atas kotak kosong dengan perolehan suara 27.512 (55.08 %) berbanding 22.438 (44.92 %).

Hasil tersebut tentunya cukup mengejutkan, mengingat saat ini calon Bupati Buton yang juga merupakan Bupati Buton nonaktif Umar Samiun tengah tersandung kasus hukum di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Umar Samiun menjadi tersangka kasus dugaan suap Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Akil Mochtar.

Ketua DPW PAN Sulawesi Tenggara (Sultra) itu menjadi tahanan KPK di Rutan Guntur sejak 26 Januari 2017 setelah sehari sebelumnya diamankan saat baru turun dari pesawat di Bandara Soekarno Hatta.

Pasangan dengan jargon Oemar-Bakry ini diusung oleh 7 partai politik yakni, PAN, PKS, Golkar, Demokrat, PKB, NasDem dan PBB. Sementara PDI Perjuangan, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Gerindra sebelumnya sempat mengusung H Hamin atau yang lebih dikenal dengan La Rengke berpasangan dengan Farid Bachmid. Namun, akhirnya pasangan ini dinyatakan tidak memenuhi syarat sebagai calon bupati oleh KPUD Kabupaten Buton.

Dengan keputusan KPUD Buton tersebut, akhirnya pasangan Oemar-Bakry dinobatkan sebagai calon tunggal yang berhadapan dengan kotak kosong.

Pasca digugurkannya H Hamin-Farid Bachmid oleh KPUD Buton, para pendukungnya selanjutnya mengalihkan dukungan dan bahkan mengkampanyekan untuk memilih kotak kosong.

Bahkan, banyak spanduk-spanduk bertebaran dibeberapa wilayah yang mengajak masyarakat untuk memilih kotak kosong. Hal ini sedikit menguntungkan kotak kosong mengingat Umar Samiun sejak Oktober 2016 telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada 26 Januari 2017 yang tinggal menghitung hari menghadapi hari H Pilkada.

Dalam pemungutan suara, hasilnya Oemar-Bakry keluar sebagai pemenang. Oemar-Bakry unggul di 5 kecamatan dari total 7 kecamatan di Buton. Calon tunggal ini memperoleh suara 27.512 (55.08 %) dan kotak kosong 22.438 (44.92 %).

Jika saja Umar Samiun tidak terjerat kasus hukum, hasil ini tentunya masih jauh dari harapan. Oemar-Bakry bisa saja unggul lebih banyak dari kotak kosong. Bahkan, tidak menutup kemungkinan bisa mencapai 80 persen suara atau lebih.

“Sederhana saja kenapa masyarakat masih menginginkan Umar Samiun dan La Bakry kembali menjadi pemimpin di Buton. Karena masyarakat Buton sebetulnya tahu bahwa Umar Samiun sudah berbuat banyak hal yang sebelumnya tidak mereka bayangkan,” kata Mansur Talangka salah satu pemerhati Pilkada Kabupaten Buton kepada awak Fajar.co.id, Jum’at (17/2).

“Umar Samiun benar-benar pemimpin yang berpengaruh buat masyarakatnya. Bisa dibayangkan status Umar Samiun sebagai tersangka bahkan ditahan oleh KPK tapi masih bisa menang dalam Pilkada. Ini adalah salah satu bentuk rasa cinta masyarakat Buton kepada Umar Samiun,” sambungnya.

Dengan hasil yang diperoleh ini, lanjut Mansur bisa saja pasangan Oemar-Bakry memperoleh suara yang lebih banyak lagi jika saja Umar Samiun berada ditengah-tengah masyarakat Buton. Dikatakan, penurunan presentase perolehan suara ini karena adanya sekelompok masyarakat yang menjadikan status tersangka dan ditahannya Umar Samiun sebagai senjata untuk mengkampanyekan kotak kosong.

“Hasilnya bisa beda jauh jika Umar Samiun berada ditengah-tengah masyarakatnya. Bisa jadi presentasenya sama sebagaimana dengan yang terjadi di Kabupaten Tulang Bawang. Meski begitu, hasil saat ini sudah terlihat bahwa masyarakat masih percaya Umar Samiun dibanding ajakan-ajakan pihak-pihak tertentu untuk memilih kotak kosong. Perolehan 55 persen itu mungkin rendah, tapi sesuatu yang luar bisaa untuk Pilkada Buton,” tambahnya.

Ia pun berharap, dengan hasil Pilkada Buton ini bisa mengetuk pintu hati Hakim Pengadilan Tipikor dalam mengadili kasus Umar Samiun nantinya. “Semoga kecintaan masyarakat ini bisa menyentuh nurani hakim yang mengadili Umar Samiun kelak dengan mempertimbangkan bahwa ternyata Umar Samiun merupakan figur yang benar-benar dicintai masyarakatnya, bukan menang Pilkada karena suap, tapi memang karena berpengaruh. Selamat buat Oemar-Bakry,” tutupnya. (Fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top