SADIS! Karena Hutang, Perut dan Dada Buruh Dipotong saat Tidur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

SADIS! Karena Hutang, Perut dan Dada Buruh Dipotong saat Tidur

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA- Minggu (26/2) kemarin menjadi hari yang kelam bagi Daru. Saat itu, pria 40 tahun ini tengah beristirahat hingga terlelap. Tiba-tiba ia dibangunkan empat pemuda yang langsung mengeroyoknya. Daru pun menderita luka robek di beberapa bagian tubuhnya.

Warga Jalan Ir Sutami, Sungai Kunjang ini menderita luka robek di bagian dada sebelah kiri, perut, dan siku kanan. Daru mendapatkan sabetan badik yang dilakukan pengeroyoknya. Beruntung nyawa Daru masih bisa diselamatkan setelah dilarikan ke rumah sakit terdekat.

korban menjerit karena luka robek

Kejadian nahas itu berawal saat Daru baru saja selesai bekerja sebagai buruh di salah satu perusahaan di Kompleks Pergudangan, pukul 16.00 Wita. Daru pun tidur di sekitar area pergudangan tak jauh dari tempatnya bekerja.

Tak lama terlelap tiba-tiba Daru dibangunkan oleh empat orang pemuda, yang salah satunya ia kenali. Daru kaget dan langsung bangun dari tempat tidurnya. Tak berapa lama perang mulut terjadi.

“Saya memang sedang terlilit hutang dengan salah seorang yang membangunkan saya itu. Tapi saya belum ada uang untuk membayar,” ucap Daru sembari menahan sakit di tubuhnya.
Penjelasan Daru rupanya tidak diterima. Akhirnya pengeroyokan pun terjadi. Sebilah badik sempat dihujamkan ke tubuh Daru. Beruntung ia sempat mengelak dengan sesekali melancarkan balasan.

Rupanya bukan hanya badik yang digunakan untuk menyerang dirinya. Daru sempat melihat pemuda lainnya menyerang dengan pecahan botol. “Saya berusaha mengelak saja, terutama saat mau ditikam dan lainnya menyerang dengan pecahan botol,” tambahnya. Kalah jumlah, akhirnya Daru terkena beberapa sabetam badik dan pecahan botol. Daru pun roboh. Melihat korbannya jatuh, keempat penyerang itu memilih kabur. Daru dibiarkan terkapar bersimbah darah.

Rekan Daru yang menyaksikan peristiwa itu tak dapat berbuat banyak. Mereka khawatir menjadi korban serangan brutal. “Cuma melihat saja. Mereka juga takut melihat bawa badik dan pecahan botol saat menyerang,” katanya lagi.

Selang berapa lama para penyerang pergi. Baru rekan Daru mendekat untuk menolong. Kejadian itupun dilaporkan ke kepolisian. Daru dibawa ke RSUD AW Sjahranie untuk mendapat perawatan.

Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Sudarsono melalui Kasubnit Jatanras, Iptu Kawan menjelaskan, pihaknya sedang melakukan pengecekan terhadap kondisi Daru.
“Kami memintai keterangannya serta mencari tahu siapa saja pelaku pengeroyokan yang dikatakan korban (Daru, Red) berjumlah empat orang,” tandas Kawan. (kis/nha)

To Top