Genjot Pariwisata Kapal Pesiar LOB, Kemenpar Gelar FGD di Bali – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Budaya & Pariwisata

Genjot Pariwisata Kapal Pesiar LOB, Kemenpar Gelar FGD di Bali

JAKARTA-Tagline Solid, Speed dan Smart yang dikumandangkan Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus diimplementasikan di setiap momentum. Tidak terkecuali yang dilakukan Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar bekerjasama dengan Asdep Strategi Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar.

Kementerian yang dinahkodai oleh Menpar Arief Yahya itu akan menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Permasalahan dan solusi LOB (Live A Board) dalam mewujudkan pariwisata bahari yang berkelanjutan” dan akan dilaksanakan pada tanggal 6 Maret 2017, di Bali.

Ketua Tim Percepatan Pengembangan Wisata Bahari Kemenpar Indroyono Soesilo didampingi Deputi Pemasaran Mancanegara Kemenpar I Gde Pitana mengatakan, FGD yang digelar ini adalah sebagai wahana untuk mengidentifikasi permasalahan dan forum bersama untuk mengkaji dan mendiskusikan bagaimana langkah ke depan agar usaha L.O.B. dapat bermanfaat bagi Indonesia secara sosial dan ekonomi.

Kata Indroyono, nantinya di FGD tersebut akan dibahas regulasi dan kebijakan Pemerintah dalam mendorong pengembangan pariwisata LOB, Identifikasi permasalahan yang dihadapi oleh operator, dan prospek pengembangan pariwisata LOB ke depan.

Rencananya nara sumber yang kompeten akan disajikan Kemenpar diantaranya dari pihak Kementrian Perhubungan, Asdep Industri Pariwisata Kemenpar, Direktur Ketenagakerjaan, Kementrian Tenaga Kerja, Direktur Imigrasi tentang Visa kerja tenaga kerja asing di kapal pesiar, TPPWB Bidang 2, Kementerian Pariwisata, dan Perwakilan Operator.

” FGD begitu menjadi sangat penting karena target pencapaian kunjungan Wisman Bahari ke Indonesia pada akhir tahun 2019 sebesar 4 juta lebih merupakan tantangan, dan peran L.O.B. dalam memberikan kontribusi pencapaian target menjadi sangat penting untuk meningkatkan wisatawan datang ke tanah air kita,”ujar Indroyono yang juga diamini Pitana.

Banyak yang terkait dengan Kapal Pesir LOB, imbuh Indroyono, seperti halnya berbagai kebijakan dan regulasi berkaitan dengan L.O.B. antara lain perundangan pelayaran; keimigrasian; ketenaga kerjaan, operasional dan investasi. ” Oleh karena itu kita satukan visi dan misi kita dalam FGD ini,”ujar pria yang bisa disapa Profesor Pit itu.

Indriyono memaparkan,  pariwisata menggunakan jenis LOB ini makin berkembang di Indonesia dan jumlah kapalnya makin banyak dari waktu ke waktu. Itu artinya, imbuh Indriyono, berarti kegiatan pariwisata bahari makin berkembang pesat. LOB terbanyak adalah untuk wisata selam dimana para turis berada di kapal selama beberapa hari untuk bisa menyelam di berbagai lokasi.

”LOB juga banyak digunakan untuk wisatawan yang menikmati laut tidak khusus untuk menyelam saja namun juga untuk menikmati keindahan alam alam laut Indonesia, atau menjelajah (cruising) serta malakukan aktifitas bahari lainnya misalnya seperti surfing ke berbagai destinasi wisata bahari. Jadi sangat menarik untuk para pecinta Bahari,”beber Indroyono.

Dalam 5 tahun belakangan ini, imbuh Indroyono, diperkirakan terjadi pertumbuhan sekitar 100% dari keberadaan LOB di Indonesia yang menjalani rute Labuan Bajo dan Raja Ampat. Bahkan ada data yang mengatakan bahwa di sekitar Labuan Bajo saja sudah ada kurang lebih 400 LOB.

Sekadar informasi, LOB dapat dikategorikan ke berbagai kelompok mulai dari yg low end sampai high end dengan tarif murah sampai yang mahal dan dari kapal type tradisional sampai yang modern. Dari data yang terkumpul di tahun 2013, rata-rata “length of stay” LOB adalah 7 hari dengan pengeluaran sekitar USD 380/hari.

”Nah, dinamika pekembangan usaha pariwisata menggunakan L.O.B. ini perlu diantisipasi terutama apakah regulasinya cukup mewadahi dilihat dari berbagi aspek mulai dari keselamatan, kelayakan usaha dan manfaat ekonomi bagi Indonesia,”jelas Indroyono yang juga diamini oleh Pitana.(*)

To Top