Pemerkosa Sadis Guru SMP Itu Akhirnya Digulung Polisi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Pemerkosa Sadis Guru SMP Itu Akhirnya Digulung Polisi

FAJAR.CO.ID MANADO – Tidak membutuhkan waktu lama, polisi akhirnya berhasil mengungkap kasus pembunuhan disertai perampokan dan perkosaan sadis.

Kejadian yang menggegerkan warga Desa Tateli Satu, Jaga IV, Kecamatan Mandolang ini juga menewaskan seorang ibu rumah tangga, Trinni (54).

Ternyata, pelakunya FS alias Frengky (35), warga desa Santombolang, Kabupaten Bolmut, dan berdomisili sementara di Kelurahan Tikala Ares, Kecamatan Tikala.

Residivis kasus pembunuhan, dan baru dibebaskan dari Lapas Tuminting, Oktober 2016 itu, ditangkap di rumah calon istrinya di Desa Teling, Kecamatan Tombariri, Minahasa, Minggu (12/3) dini hari, sekira pukul 02.00 wita.

Dari tangan pelaku, disita satu unit handphone Samsung J5 warna gold, milik Mawar (anak Trinni), satu unit Handphone Samsung Flip warna putih bergambar doraemon, 1 buah Cincin emas, dan pisau yang digunakan pelaku saat beraksi.

Kasat Reskrim Polresta Manado, Kompol Edwin Humokor, ketika dikonfirmasi membenarkan pelakunya sudah ditangkap.

“Sudah ditangkap Tim Resmob, dan kasusnya sedang dalam pengembangan. Pelaku akan dijerat dengan pasal 338, juncto Pasal 285, 351 dan 362 KUHPidana,” singkat Humokor.

Kasus tersebut terungkap ketika Tim Reserse Mobile (Resmob) Macan Polresta Manado, yang dipimpin Kaur Bin Ops (KBO) Reskrim IPTU Muhammad Maulana Miraj, bersama kanit Resmob IPDA Herry Yohanes melakukan pengembangan diloksi kejadian dan keterangan sejumlah saksi.

Dari keterangan dari saksi korban Mawar, pelaku mempunyai ciri ciri fisik, berbadan tegap dan berkulit sawo matang dan memakai cincin di jari manis tangan kiri.

Mawar juga menambahkan, dirinya sempat melukai (luka cakar) wajah pelaku.

Pengembangan kemudian dilanjutkan. Tiga hari lamanya Tim andalan Polresta Manado ini turun ke jalan, dan pada akhirnya Sabtu (11/3), indikasi pelaku pembunuhan dan perampokan terhadap Trinni dan anaknya RR alias Mawar (19), mengarah ke Frangky. Akhirnya pelaku berhasil ditangkap di tempat persembunyiannya.

Sekadar mengingatkan, kasus tersadis ditahun 2017 itu, terjadi Kamis (9/3) subuh, didalam rumah korban.

Trinni ditemukan tewas di dalam kamarnya, dengan kondisi (maaf,red) setengah telanjang, dan terlentang di atas tempat tidur.

Mantan Guru SMP Tompaso Baru, Minahasa Selatan (Minsel) ini diperkosa lalu dibunuh orang tidak dikenal dengan cara dicekik.

Bukan hanya itu saja, anak perempuan kesayangannya berinisial RR juga dianiaya, lalu ditikam. Mahasiswi ini juga diduga telah diperkosa.

Kejadian tersebut heboh setelah pagi hari, Mawar sadar dari pingsannya. Hanya menggunakan handuk, Mahasiswi semester IV itu keluar dari rumah dan minta tolong ke Setyobudi (56), Operator PT Kinstone Sulutindo, yang kebetulan saat  itu sedang berada di Pos penjagaan perusahan itu.

Kepada Setyobudi, korban menyampaikan jika dirinya telah diperkosa, dan ibunya dibunuh orang tidak dikenal.

“Saya bertemu dengan Mawar yang sudah dalam kondisi penuh luka memar di bagian waja dan hanya memakai handuk, dan saat itu Mawar mengatakan rumahnya disantroni maling dan sudah membunuh ibunya serta penganiaya Mawar,” jelas Setyobudi.

Mendengar pengakuan dari Mawar, Setyobudi menginformasikan kejadian itu Babinsa di Desa Tateli.

Setelah itu, Babinsa bersama warga sekitar mereka langsung menuju ke lokasi kejadian. Disana, mereka mendapati Mawar sudah pingsan di teras rumahnya.

Saat itu juga Mawar dilarikan ke RSUP Kandou Manado untuk mendapat perawatan medis. Sedangkan pihak Babinsa dan warga lainnya memeriksa rumah tersebut.

Betapa terkejutnya mereka ketika mendapati Trinni sudah meninggal dunia dengan posisi terlentang di atas tempat tidur.

Diduga Trinni dibunuh dengan cara cekik, dan mulutnya disumpal pakai jaket. Di bagian leher ibu dua anak itu ditemukan luka memar.

Menurut sumber resmi koran ini, Frengky pernah dijebloskan ke penjara karena melakukan pembunuhan terhadap seorang warga di Kelurahan Sario pada tahun 2005 lalu.

Saat itu, Frengky mengesekusi korbannya dengan cara memukul kepala dengan martil.

Click to comment
To Top