Di Persidangan, Ipar Jokowi Akui Temui Dirjen Pajak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Di Persidangan, Ipar Jokowi Akui Temui Dirjen Pajak

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktur Operasional PT Rakabu Sejahtera Arif Budi Sulistyo mengaku pernah menemui Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi. Hal itu diakui Arif saat menjadi saksi dalam sidang kasus suap pajak PT EK Prima Ekspor Indonesia (EKP) dengan terdakwa Country Director PT EKP Ramapanicker Rajamohanan Nair.

Arif mengaku saat itu menemui Ken untuk bertanya soal pengajuan pengampunan pajak (tax amnesty) perusahaannya. “Waktu itu ketemu Pak dirjen. Kami ada pengurusan tax amnesty. Sama Pak dirjen disarankan pengurusan tax amnesty-nya di Solo,” kata Arif di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (20/3).

Ipar Presiden Joko Widodo itu lantas membantah pertemuannya dengan Ken khusus membahas permasalahan pajak PT EKP. “Tanggal 23 (September) itu saya benar-benar ketemu Pak dirjen hanya untuk urusan tax amnesty saya dan perusahaan. Tidak ada urus tax amnesty Pak Mohan,” ujar dia.

Menurut Arif, pertemuannya itu dibantu oleh rekannya sesama pengusaha, Rudi Prijambodo. “Jadi saya waktu itu dikasih tau Pak Rudi. Katanya, Mas Arif tanggal sekian bisa ketemu Pak Dirjen,” kata Arif.

Sebelumnya, Kepala Bidang Pemeriksaan Penagihan Intelijen dan Penyelidikan (P2IP) DJP Jakarta Khusus, Wahono Saputro menyebut Arif pernah bertemu dengan Dirjen Pajak Kementerian Keuangan Ken Dwijugiasteadi membicarakan sejumlah persoalan pajak PT EKP. Pertemuan itu difasilitasi Kakanwil DJP Jakarta Khusus M Haniv.

Hal itu sebagaimana Berita Acara Pemeriksaan (BAP) Wahono yang dibacakan Jaksa KPK Ali Fikri dalam sidang terdakwa Rajamohanan Nair di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (6/3).

“Saya juga pernah diberitahu Pak Haniv, Pak Arif pernah ketemu dengan Dirjen Pajak terkait saudara Mohan,” kata Ali Fikri membacakan BAP Wahono.

Awalnya, Wahono ragu-ragu menyampaikan peran Arif Budi Sulistyo. Namun, setelah dicecar Ali Fikri, Wahono mengaku tahu identitas Arif dari Kasubdit Bukti Permulaan Ditjen Pajak Handang Soekarno bahwa Arif merupakan adik ipar Presiden Joko Widodo.

“Kalau menurut penjelasan Pak Handang, saudara. Saya sih enggak kenal, tapi saudara dengan presiden kita,” ujar Wahono.

Dalam surat dakwaan jaksa, terungkap bahwa Ken dan Arif pernah melakukan pertemuan di Kantor Ditjen Pajak pada 23 September 2016. Keinginan bertemu itu awalnya disampaikan kepada Handang melalui temannya sekaligus Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Muhammad Haniv. Handang kemudian mengabulkan permintaan Arif yang juga kenal dengan Rajamohanan.

Pertemuan itu berbuntut keputusan yang menguntungkan perusahaan Rajamohanan. Yakni, penghapusan tunggakan kewajiban pajak PT Eka Prima Ekspor Indonesia senilai Rp 52,3 miliar untuk masa pajak Desember 2014, dan Rp 26,4 miliar untuk masa pajak Desember 2015.

Selanjutnya Muhammad Haniv selaku Kepala Kantor Wilayah DJP Jakarta Khusus atas nama Direktur Jenderal Pajak menerbitkan Surat Keputusan tentang Pembatalan Surat Tagihan Pajak Nomor: 00270/107/14/059/16 tanggal 06 September 2016 masa pajak Desember 2014 atas nama Wajib Pajak PT EKP dan Surat Keputusan tentang Pembatalan Surat Tagihan Pajak (STP) atas nama Wajib Pajak PT EKP. (Fajar/jpg)

Click to comment
To Top