Sidang Kedua Pilkada Buru, Pemohon Sisipkan Bukti Liar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Sidang Kedua Pilkada Buru, Pemohon Sisipkan Bukti Liar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sidang sengketa Pilkada Kabupaten Buru, Maluku tahap kedua sedikit berbeda. Pasalnya, diakhir penutupan sidang, salah satu tim kuasa hukum pasangan Bakri Lumbessy-Amrullah Madani Hentihu (Baru), sebagai pemohon menyodorkan bukti baru.

Bukti yang disodorkan oleh tim hukum pemohon dianggap sebagai bukti liar. Karena secara teknis tidak masuk dalam hukum acara. Tak sampai disitu, kuasa hukum tergugat Fachri Bachmid juga mengajukan keberatan atas bukti tersebut.

Menurut Fachri, materi pada sidang kali ini soal jawab-menjawab, bukan lagi pada tahap menyerahan bukti. “Dalam hukum acara tidak bisa seperti itu. Tadi sudah masuk pada materi jawab-menjawab, bagaiman logikanya kami sudah menjawab permohonan mereka, terus mereka selipkan alat bukti yang kami tidak tahu,” kata fahri usai persidangan, Senin (20/3).

Buat pengacara kawakan itu, Mahkamah Konstitusi (MK) akan menilai hal itu sebagai sesuatu yang tidak berharga, dan dipastikan bakal ditolak. “Secara prinsip kami mengajukan keberatan, karena bukti seperti begitu tak bisa diterima,” jelasnya.

Secara hukum, lanjut Fahri, tergugat telah mengajukan jawaban sebagai respon atas pertanyaan yang disampaikan oleh pemohon sesuai dengan alat bukti yang diterima. “Kok tiba-tiba dalam pertengahan sidang diselipkan bukti tambahan yang sama sekali kita tidak melihat meterinya,” ujar Fachri.

Fachri optimis MK tak akan menerima bukti liar yang diajukan oleh kuasa hukum pemohon. Bahkan, bukti itu keluar dari dari skema yang diajukan untuk perbaikan pada tanggal 16 Maret kemarin. “Ya kalau tidak diketahui, MK berhak untuk menolaknya. Dan pasti ditolak lah,” tegasnya. (Aiy/Fajar)

To Top