Penangkaran Bibit Bawang Merah di Enrekang Terkendala Lahan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Penangkaran Bibit Bawang Merah di Enrekang Terkendala Lahan

FAJAR.CO.ID ENREKANG – Pontesi bawang merah di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, sangat menjanjikan untuk menopang perekonomian nasional. Hanya saja, lahan penangkaran bibitnya di masing-masing kecamatan masih sangat terbatas.

Karena itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Enrekang, Arsil Bagenda, pesimistis persediaan benih atau bibit bawang merah bisa digenjot tahun ini. Baru sekira 30 hektare yang fokus dikembangkan untuk pengembangan tersebut oleh Bank Indonesia (BI), sementara produksi bawang merah di Enrekang bisa mencapai 80.000 ton per tahun.

“Sudah ada edaran memang dari Kementan untuk mengembangkan sendiri benihnya (bawang merah). Tetapi tidak ada target yang dipatok. Kalau untuk Enrekang, kayaknya untuk tahun ini masih belum bisa menambah lahan penangkaran sendiri,” tutur Arsil.

Permasalahan lainnya yang juga kerap dihadapi, lanjut Arsil, karena masyarakat masih enggan menyisihkan sebagian lahannya untuk penangkaran bibit. Padahal, 20-30 persen lahan bisa digenjot untuk pengembangan bibit. Petani setempat terpaku pada nilai jual produksi bawang merah yang lebih menggiurkan ketimbang memelihara bibit sendiri.

“Petani kita memang masih kurang sabar (untuk mengembangkan bibit),” imbuh Arsil.

Sejauh ini, Kabupaten Enrekang masih harus mengimpor bibit bawang merah dari luar Sulawesi Selatan. Hal tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan bibit petani lokal. (Fajaronline.com)

Click to comment
To Top