Disiram Air Keras, Rongga Hidung Novel Baswedan Juga Terluka – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Disiram Air Keras, Rongga Hidung Novel Baswedan Juga Terluka

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) nampaknya harus menjalani perawatan ekstra intensif di rumah sakit di Singapura. Tak hanya menyerang mata, siraman air keras oleh orang tak dikenal minggu lalu, rupanya juga melukai rongga hidung Novel.

Hal itu diungkapkan Juru Bicara KPK Febri Diansyah saat dikonfirmasi, Jumat (21/4).

Febri mengatakan, selain oleh dokter ahli mata, sejak kemarin Novel juga diperiksa secara mendalam oleh dokter ahli Telinga Hidung Tenggorokan (THT). Terdapat beberapa catatan hasil pemeriksaan tersebut.

“Terdapat luka bakar (kerusakan) akibat asam di rongga hidung NB. Rongga hidung sebelah kanan mengalami luka bakar di bagian luar rongga. Sementara untuk rongga hidung sebelah kiri mengalami luka bakar sampai ke bagian atas rongga hidung (dekat mata),” kata Febri.

Menurut Febri, tidak ada luka bakar pada saluran dalam pernafasan Novel. Tim dokter telah melakukan pembersihan rongga hidung dan dikeluarkan cukup banyak darah (baik darah beku maupun darah dlm bentuk lendir) yang menumpuk di kedua rongga hidung.

“Saat ini sedang menunggu proses pertumbuhan kulit bagian rongga hidung yang terbakar tersebut,” papar Febri.

Sementara itu, kata Febri, perkembangan perawatan mata Novel kian menunjukkan kemajuan. Dari hasil tes mata angka dan huruf, mata kanan mengalami perkembanagn signifikan. Novel telah dapat membaca tulisan (seukuran judul surat kabar) dan mengenali wajah. Namun, penglihatan pada mata kiri masih kabur.

“Tekanan mata kiri dan kanan baik,  pertumbuhan selaput mata bagian putih baik. Selaput mata bagian hitam atau kornea belum tumbuh sama sekali,” ujar Febri.

Febri menambahkan, dari foto mata yang dilakukan kemarin, dokter menerangkan bahwa kerusakan yang ditimbulkan akibat zat asam ini cukup parah, khususnya mata kiri. Karena itu, terdapat tiga alternatif pengobatan yang akan dilakukan.

Pertama, menunggu selaput mata tumbuh secara alami. Kedua, apabila pertumbuhan selaput mata lambat atau berhenti, maka akan “dipancing” pertumbuhannya dengan menggunakan membran yang terdapat pada plasenta bayi.

“Ketiga, kondisi terburuk adalah jika selaput mata tidak tumbuh (terutama di bagian hitam atau kornea). Dokter masih mempertimbangkan risiko kegagalan jika pencangkokan dilakukan,” pungkas Febri. (Fajar/jpg)

To Top