Kelas Kakap! Pasutri Ini Edarkan Narkoba Lintas Provinsi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Kelas Kakap! Pasutri Ini Edarkan Narkoba Lintas Provinsi

FAJAR.CO.ID, KOTIM – Polres Kotawaringin Timur (Kotim) membekuk tiga orang yang terlibat dalam jaringan pengedar narkotika dan obat-obatan terlarang (narkoba). Kapolres Kotim, AKBP Johanes Pangihutan Siboro mengungkapkan, ketiga tersangka tersebut termasuk pengedar narkoba yang cukup besar dan terlibat dalam jaringan pengedar antarprovinsi.

”Mereka (para tersangka) ini jaringan antarprovinsi, berdasarkan pengakuan tersangka, selain di wilayah perkotaan, mereka juga beroperasi (mengedarkan narkoba) sampai ke dalam perkebunan,” katanya dikutip dari Radar Sampit (Jawa Pos Group), Jumat (21/4).

Dia menjelaskan, kronologis penangkapan tiga tersangka narkoba ini berdasarkan laporan dari masyarakat tentang adanya peredaran obat jenis Carnophen (zenith), dan Polsek Kotabesi berhasil meringkus pasangan suami istri (pasutri) pada Senin (17/4) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan penggeledahan di rumah pasutri berinisial MY dan EP tersebut di Jalan Jenderal Sudirman Km 84, Desa Sebabi, Kecamatan Telawang. Setelah digeledah ditemukan 12.387 butir obat zenith dan uang tunai Rp 40.759.000.

”Pengakuan tersangka, uang itu hasil penjualan obat. Dari tersangka pasutri ini, kami juga menyita beberapa barang bukti lainnya,” ujarnya.

Kepada petugas, pasutri tersebut mengaku sudah enam bulan menjalankan bisnis terlarang. Selain obat zenith, polisi juga menemukan empat kantong plastik berisi butiran kristal warna putih yang diduga sabu-sabu dengan berat sekitar 0,44 gram, serta dompet yang didalamnya ada lima bungkus plastik kecil bekas tempat sabu-sabu, dan uang tunai Rp 600 ribu.

Tersangka MY mengaku sabu-sabu tersebut miliknya dan diterima dari seseorang berinisial AT. Keberadaan AT masih dalam penyelidikan kepolisian.

Kemudian, untuk obat zenith, pasutri ini mengambil dari pria berinisial AL. Pemasok zenith itu ditangkap setelah polisi mengumpan MY dan EP untuk transaksi. Dan, AL ditangkap Selasa (18/4) malam beserta barang bukti 19.500 butir zenith.

”Tersangka AL sudah kami amankan dan dalam pemeriksaan, sekarang sedang kami kembangkan lagi. Informasi awal diketahui bahwa obat-obatan tersebut berasal dari HU seseorang dari Banjarmasin.  Saat ini sedang kami dalami bagaimana teknisnya agar yang bersangkutan (HU) bisa kami tangkap,” tandasnya.

Dalam perkara ini, pasutri MY dan EP dijerat pasal 197 Undang-Undang (UU) Republik Indonesia (RI) Nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan junto pasal 55 ayat (1) KUHPidana atau kedua pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan junto pasal 55 ayat (1) KUHPidana.

Sementara untuk tersangka AL dijerat pasal 197 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan junto pasal 53 ayat (1) KUHPidana atau kedua pasal 196 UU RI nomor 36 tahun 2009 tentang Kesehatan junto pasal 53 ayat (1) KUHPidana. (Fajar/JPG)

Click to comment
To Top