KPK Minta DPR Tidak Hambat Penanganan Kasus e-KTP – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

KPK Minta DPR Tidak Hambat Penanganan Kasus e-KTP

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan tidak akan menyerahkan rekaman maupun Berita Acara Pemeriksaan (BAP) milik Politikus Hanura Miryam S Haryani kepada komisi III DPR. Pasalnya, hal itu berisiko mengganggu penyidikan kasus dugaan korupsi e-KTP yang saat ini tengah berjalan.

“Kami tegaskan bahwa KPK  tidak bisa memberikan karena ini bagian yang sangat terkait dengan proses hukum yang masih dalam tahap penyidikan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di kantornya, Kamis (20/4).

Rekaman yang dimaksud adalah rekaman pengakuan Miryam soal ancaman yang diterimanya dari enam anggota komisi III DPR. Hal itu berdasar pengakuan penyidik KPK Novel Baswedan di sidang e-KTP beberapa waktu lalu.

Menurut Novel, Miryam mengaku diancam oleh Bambang Soesatyo, Aziz Samsudin, Masinton Pasaribu, Desmond Junaidi Mahendra, Syarifuddin Suding, dan seorang anggota lagi yang dia lupa namanya.

Febri mengatakan, KPK menghormati kewenangan pengawasan DPR. Namun, jangan sampai masuk terlalu jauh dan memengaruhi proses hukum yang tengah berjalan. “Kami sedang menangani e-KTP,  tolong jangan ada pihak-pihak yang menghambat,” tegas Febri.

Febri menambahkan, penyidikan e-KTP memiliki banyak kemungkinan untuk terus dikembangkan. Termasuk, kemungkinan menjerat tersangka lain dalam kasus e-KTP.

“Masih ada sejumlah pihak lain yang sedang didalami. Jika dibuka di luar proses hukum bisa terhambat,” kata dia.

“Hak angket sepatutnya dipahami bukan masuk ranah hukum secara teknis. Ada risiko-risiko yang bisa mengambat yaitu pengusutan e-KTP dan kasus terkait yaitu keterangan tidak benar di persidangan,” imbuhnya.

Diketahui, dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) beberapa hari lalu, komisi III DPR meminta KPK membuka rekaman pengakuan Miryam S Haryani. Namun, KPK menolaknya dengan alasan rekaman masih dibutuhkan untuk kepentingan penyidikan. Karena itu, komisi hukum berencana mengajukan hak angket. (Fajar/jpg)

To Top