Sekarang Polisi Sibuk Atasi Trauma Bocah yang Ditembak Brigadir K – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Sekarang Polisi Sibuk Atasi Trauma Bocah yang Ditembak Brigadir K

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Genta Wicaksono, bocah dua tahun, menjadi satu dari enam korban atas tembakan koboi dari Brigadir K, oknum personel Satuan Sabhara Polres Lubuk Linggau, Sumatera Selatan (Sumsel).

Kini Genta masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Bhayangkara, Palembang, Sumsel untuk penyembuhan dari luka tembak yang dialami di bagian kiri kepalanya. Selain memberikan pemulihan medis, petugas medis juga mengembalikan trauma psikologi yang dialami Genta.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, dalam pemberian trauma healing ini pihaknya mengerahkan sejumlah ahli untuk memulihkan psikologi Genta. “Ada ahli psikologi, konseling juga kita lalukan terhadap yang bersangkutan,” kata dia Jumat (21/4).

“Kabiddokes Polda Sumsel juga menjadi ketua tim pemulihan Genta yang juga terkena tembak di bagian kepalanya. Sejauh ini masih berlangsung,” sambung dia.

Tidak hanya itu, upaya trauma healing ini juga membuat Kapolda Sumsel Irjen Agung Budi Maryoto ikut turun tangan langsung. “Bapak Kapolda Sumsel sangat membantu pemulihan psikis daripada anak-anak terutama. Terakhir berkunjung mereka diminta membawakan mainan. Memang kita belikan mobil-mobilan supaya mereka terhibur dalam kegiatan pemulihan itu,” sambungnya.

Disebutkan Rikwanto, seluruh biaya pengobatan korban aksi koboi Brigadir K ditanggung oleh Polri. Sehingga korban setelah pulih langsung dibolehkan pulang.

Hingga kini, pemantauan proses pemulihan juga dilakukan dari Mabes Polri. Mantan Kapolres Klaten ini juga berkata bahwa mereka terus memantau proses pemulihan, kesehatan, traumatis psikis. “Sekali lagi kita menyesali dan menyangkan peristiwa itu dan kita minta maaf. Kepada personel yang kita duga melakukan kelalaian ini akan kita lakukan proses sampai penjatuhan sanksi hukuman,” tambahnya.

Untuk Brigadir K lanjut Rikwanto menerangkan, mereka masih mendalami kesalahan prosedur yang dilakukannya. Diduga kuat anggota Sabhara Polres Lubuk Linggau itu telah melanggar tindakan diskresi Polri.

“Ini kan tindakan yang dimiliki kepolisian di seluruh dunia termasuk di Polri yaitu tindakan yang dilakukan atas penilaiannya sendiri. Ini yang kita perlu dalami lagi supaya tidak terulang lagi di tempat manapun di kepolisian Republik Indonesia. Itu pelajarannya,” tukas dia. (elf/JPG)

To Top