Bisnis Sabu Disini Masuk Kategori Akut – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Bisnis Sabu Disini Masuk Kategori Akut

FAJAR.CO.ID- Operasi Antik sudah berjalan selama dua pekan terakhir. Sejumlah kasus yang berkenaan dengan narkotika pun telah diungkap jajaran Polsek Balikpapan Barat. Hingga Kamis (20/4) kemarin, sudah 24 paket sabu siap edar yang disita petugas.

Disampaikan Kapolsek Balikpapan Barat Kompol I Putu Yasa, paket tersebut diamankan dari tiga tersangka dalam tiga pengungkapan kasus. Berat totalnya mencapai sekira 7 gram. Operasi Antik memang diinstruksikan langsung oleh Kapolres Balikpapan AKBP Jeffri Dian Juniarta. Masalah sabu belakangan sangat mendesak untuk diberantas. Terlebih di wilayah Balikpapan Barat, yang terbilang kerap menjadi lokasi pengungkapan sejumlah kasus narkotika.

Polisi berupaya membidik para bandar yang bersemayam di wilayah hukumnya tersebut. Disebutkan juga, dari tiga kasus, dua di antaranya ada barang bukti dan satu lainnya tidak. “Dua kasus lengkap dengan barang bukti, sementara satu kasus tanpa BB. Tapi yang bersangkutan saat dites urine positif, jadi kami asesmen ke BNNK,” terangnya.

Selanjutnya, petugas Polsek Balikpapan Barat masih melakukan pengembangan kasus terbaru yang mereka tangani. Salah satunya, pengungkapan kasus kepemilikan sabu oleh tersangka MA. “Dia menyimpan 22 paket sabu. Setelah ditelisik, sabu tersebut berasal dari jaringan Lapas di Samarinda,” katanya.
Saat ini polisi masih melakukan pendalaman dan pengembangan untuk mengejar pelaku atau bandar besar narkotika golongan 1 tersebut. “Meski tidak kedapatan membawa barang bukti, telepon genggam kita kumpulkan dan dalami. Kalau ada transfer mencurigakan, bisa saja dikenakan pencucian uang,” bebernya.

Dirinya menegaskan akan memberantas peredaran narkotika dan tidak akan membiarkan pelakunya bebas.

Sebelumnya, sabu Rp 3 miliar diselundupkan di bak sampah. Untungnya digagalkan petugas Direktorat Reserse Narkoba Polda Kaltim, Selasa (18/4). Para pelakunya ditangkap saat proses transaksi di salah satu hotel kawasan Batu Ampar, Balikpapan Utara.

Terkait pengungkapan kasus ini, Kanit 1 Subdit 2 Psikotropika Ditreskoba Polda Kaltim, Kompol Akadianto menerangkan bagaimana kronologi para tersangka diamankan petugas. Saat itu, Minggu (16/4) sekira pukul 14.30 Wita, tersangka Fandi (18) menuju kawasan Pasar Segar, Balikpapan Baru. Berkat informasi dari masyarakat, petugas berhasil mengintai tersangka.

Saat itu tersangka membawa sebuah kardus yang dibungkus kresek hitam. Pada waktu itu, tidak hanya Fandi yang dicurigai, namun juga Oman (24). Petugas terus mengintai gerak-gerik keduanya. Salah satunya mengendarai motor, yang lain akan mengambil kardus yang diduga berisi sabu.

“Tersangka FD (Fandi) menggunakan motor matik menuju salah satu warung. Dia lalu mendekati tempat sampah, rupanya sudah ada kardus terbungkus kresek hitam tersebut,” terang Akadianto kemarin (19/4). Fandi dan Oman lantas tidak bisa berkutik saat petugas mendapati kardus tersebut.

Di dalam kardus, petugas mendapati 10 botol minuman teh dan sebuah bungkusan yang dilapisi kresek dan lakban. Rupanya saat dibuka, di dalam buntalan tersebut ditemukan narkotika golongan 1, sabu seberat 1,02 kilogram.

Saat diperiksa petugas, Fandi mengaku disuruh oleh seseorang melalui telepon. Di sana, dia bertemu Oman yang juga mendapat perintah. “Jadi FD yang mengambil kardus tersebut, maka dia yang awal diamankan petugas. Selanjutnya dari FD diketahui keterlibatan OM (Oman). OM diamankan masih di kawasan Pasar Segar,” jelasnya.

Oman ditangkap saat akan berusaha kabur dari petugas. Sementara sabu 1,02 kg itu dilapisi kresek merah, isolasi cokelat, dan dimasukkan kardus yang berisi 10 teh kemasan botol. Dari dua tersangka, petugas melakukan pengembangan kasus. Rupanya, baik Fendi maupun Oman, selama ini mendapat perintah via telepon oleh orang yang berbeda-beda. Sementara petugas mendapatkan info mengenai keterlibatan salah satu narapidana di sebuah lapas. “Ada dugaan keterlibatan napi lapas, tapi masih kita dalami,” ujarnya.

Rupanya sabu tersebut akan diserahkan kepada seorang kurir asal Sangatta, Kutim, berinisial WN (35). Di mana, komunikasi antara Oman dan WN terus berlangsung.

Esoknya, pukul 04.00 Wita, Oman ditelepon orang yang tidak diketahui. Rupanya seseorang dari Sangatta yang bermaksud melakukan transaksi sabu 1,02 kg tersebut. Malam, pukul 19.20 Wita, tersangka berjanji untuk bertemu di sebuah hotel kawasan Batu Ampar, Balikpapan Utara. WN menggunakan mobil minibus putih hendak mengambil sabu.

“Barang sudah diketahui akan diambil, dalam hal ini WN tidak tahu berapa berat sabu yang akan diambilnya. Berada di area parkir hotel, tersangka menyadari barang yang jumlahnya tidak sedikit,” ungkap Akadianto. Takut, WN bermaksud pergi, namun sempat diamankan petugas.

WN ditangkap bersama adiknya. Namun, status adik tersangka kini masih sebagai saksi. Dipastikan juga bahwa ketiga tersangka tidak saling mengenal satu sama lain. Setelah diungkap, barulah mereka bertemu. Selain sabu 1,02 kg beserta sejumlah barang yang digunakan menyamarkan sabu, petugas juga menyita satu buah ponsel dan mobil minibus.

Ketiganya terancam dikenakan pasal 114 ayat 2 juncto pasal 112 ayat 2 subsider pasal 132 ayat 1 Undang-Undang Narkotika dengan ancaman hukuman minimal 6 bulan maksimal 20 tahun. Diperkirakan harga sabu 1,02 kg mencapai Rp 3 miliar. Para tersangka masih dilidik mengenai peredaran sabu dari Bontang dan dikirim ke Sangatta via Balikpapan.

WN ternyata juga berperan sebagai kurir sabu. Dia dijanjikan uang Rp 1,5 juta. “Jaringan akan dikembangkan, Polda Kaltim akan memberi pengawasan terhadap peredaran sabu yang kian membahayakan,” tandasnya. (bp-21/war/k1)

To Top