EDAN! Siswi SD Diperkosa Lalu Diikat di Pohon, Warga Tahu Setelah Dengar Teriakan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

EDAN! Siswi SD Diperkosa Lalu Diikat di Pohon, Warga Tahu Setelah Dengar Teriakan

Seorang warga menunjukkan tempat ditemukannya korban yang masih duduk di bangku sekolah dasar, kemarin (8/3). Warga menemukan korban dalam keadaan telanjang, tangan dan kaki terikat, wajahnya dibekap jilbab.(ADIKADE/BALIKPAPAN POS)

FAJAR.CO.ID, PENAJAM – Sungguh tega nian penjahat di Kelurahan Nenang, Kecamatan Penajam, Penajam Paser Utara (PPU). Melati, bukan nama sebenarnya menjadi korban pemuas nafsu sesaat pelaku yang masih berkeliaran. Ironinya lagi, Melati yang masih duduk di bangku sekolah dasar diperkosa di tengah hutan saat berangkat sekolah, Sabtu (8/4) sekira pukul 09.00 Wita kemarin.

Pada saat ditemukan warga setempat, seragam sekolah yang dikenakan korban dilucuti pelaku. Bagian kewanitaannya berdarah. Tangan korban diikat di pohon menggunakan tali bubu (alat tangkap ikan) begitu pula dengan kakinya. Kain jilbab yang dikenakannya baru saja dipakai membekap mulutnya oleh pelaku.

Korban disergap predator bejat di tengah perjalanan menuju sekolah yang jaraknya sekira 2 km dari rumahnya di Kelurahan Nenang. AS (31), ayah tiri korban, menyatakan anaknya itu pamit ke sekolah sekira pukul 07.00 Wita. “Sebelum berangkat ke sekolah, anak saya sempat pamit dan minta uang jajan,” kata AS pada media ini saat ditemui di tempat kejadian perkara (TKP).

Sehari-hari anak tersebut melintas di sebuah jalan yang warga setempat sebut Gang Pertamina. Biasanya bersama teman sekolahnya. Lewat gang itu lebih dekat dibandingjalan alternatif lain, namun kondisinya sepi.Baru kali ini, korban berangkat sekolah seorang diri. “Biasanya berangkat sekolah berdua sama temannya. Tapi kali ini dia berangkat sendiri. Mungkin ingin cepat-capat ke sekolah karena mau try out untuk persiapan ujian. Karena anak saya ini sudah kelas VI dan tidak lama lagi ujian,” bebernya.

AS mendapat informasi setelah sang istri, MR (33) yang lebih dulu tahu anaknya di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) PPU diberi pertolongan medis. “Pada saat itu saya ada di Nenang, saya dapat kabar kalau anak saya ada di rumah sakit karena diperkosa. Saya langsung pulang ke rumah ambil helm kemudian pergi ke rumah sakit,” ujarnya.

Anak sulung dari empat bersaudara ini, mengalami trauma yang cukup menghawatirkan akibat perlakuan tak senonoh yang dialaminya. Diusianya yang masih belia, permatanya telah direnggut secara paksa oleh orang yang dikenal. Miss V korban robek,hal itu yang menyebabkan darah bercucuran. “Anak saya syok berat. Tapi untungnya masih mau diajak bicara,” terang AS.

“Mamanya juga syok di rumah. Dia (mama korban, Red) tidak bisa menjenguk anaknya di rumah sakit karena baru-baru ini melahirkan,” sambungnya.

Korban diduga diperkosa satu jam berselang sebelum ditemukan warga setempat. Nuraini (42), mengaku sempat mendengar teriakan minta tolong. Namun ia tidak menghiraukan karena disangka teriakan biasa dari rumah tetangga.

“Saya dengar suara teriakan. Tapi saya cuek saja. Tapi, kebetulan ada perempuan lewat kasih tahu kesaya, kalau ada suara anak minta tolong di hutan. Kemudian aku lari dan kasih tahu bapaknya Kiki (Suami Nuraini, Red) untuk sama-sama masuk hutan itu. Tapi kami sempat ragu, karena dikira anak itu digigit ular kayak berita di TV. Tapi anak itu terus teriak minta tolong. Disitulah saya berpikir, tidak mungkin digigit ular kalau teriak terus. Saya ajak bapaknya Kiki masuk hutan itu, saya langsung lemas, saya lihat anak itu diikat tangan dan kakinya. Mulutnya diikat pakai jilbab,” kata Nuraini yang kebetulan TKP pemerkosaan hanya berjarak puluhan meter dari rumahnya.

“Kemudian ikatan tali itu kami buka. Kemudian ibu Yana buka sarungya untuk menutupi tubuh anak itu karena sudah setengah telanjang, rok dan baju seragam sekolah sudah dibuka pelaku. Saya lihat alat vital anak itu berdarah dan mulutnya juga berdarah,” sambungnya.

Nuraini mengaku geram melihat anak belia tersebut menjadi korban pemerkosaan. Sebagai seorang ibu yang memiliki anak perempuan yang masih duduk di bangku kelas V SD, sangat khawatir. “Aku membayangkan bagaimana kita punya anak digituin (diperkosa, Red),” ucapnya.

SAYANGKAN FOTO KORBAN DI MEDSOS

Syahmat (39) yang turut membantu mengevakuasi korban sempat syok melihat korban pucat dalam keadaan diikat. Pasalnya, korban dengan Syahmat keluarga dekat. “Korban ini keponakanku. Waktu saya angkat keluar, kebetulan ada mobil pikap lewat dan saya minta tolong agar diantar ke rumah sakit. Pada saat diangkat ke mobil, korban pingsan,” bebernya.

Sebelum dilarikan ke RSUD, Syahmat mengaku singgah ke Polres PPU terlebih dahulu untuk melaporkan kejadian itu. “Saya bawa ke polres dulu baru ke rumah sakit,” ujarnya.

Setelah menerima laporan tersebut, anggota Polres PPU bersama Polsek Penajam melakukan olah TKP dan meminta keterangan warga sekitar. TKP pemerkosaan pun telah dipasangi garis polisi. AS, ayah tiri korban berharap, pelaku segera tertangkap. Karena ciri-ciri pelaku telah dikantongi kepolisian. “Waktu anak saya sadar sempat ditanya-tanya oleh polisi. Dia (korban, Red) masih ingat betul wajah pelaku. Bahkan warna celana dan baju pelaku masih diingat. Mudah-mudahan cepat tertangkap dikenakan hukuman sesuai dengan hukum yang berlaku,” harapnya.

Kapolsek Penajam AKP Soleh menyatakan, kasus tersebut masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Ia juga mengecam warga yang menyebarkan foto-foto korban di media sosial. “Kami mengecam apabila ada yang menyebar foto korban di media sosial. Kami berharap foto korban tidak dimasukkan di media sosial karena ditakutkan akan berdampak terhadap psikologi anak di kemudian hari,” pungkasnya. (kad/war)

To Top