Modusnya Tempat Karaoke, Tapi Ladiesnya Kok Seksi-seksi dan Pakai ‘Kode’ – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Modusnya Tempat Karaoke, Tapi Ladiesnya Kok Seksi-seksi dan Pakai ‘Kode’

PSK yang berhasil terjaring

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Lokalisasi Suka Damai Loa Hui, Kelurahan Harapan Baru, Kecamatan Loa Janan Ilir, masih menunjukkan geliat aktivitas. Berlabel tempat karaoke dan panti pijat, aktivitas tersebut ditengarai jadi kedok untuk kembali menghidupkan aktivitas prostitusi di kawasan tersebut. Hal itu kemudian jadi pertimbangan tim gabungan untuk menggelar operasi khusus di sana, Rabu (20/4) malam.

Tim yang terdiri dari TNI, Polri, dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Samarinda, mulai bergerak ke kawasan tersebut ketika tengah malam. Berdasar pantauan Kaltim Post yang turut dalam operasi tersebut, dari gerbang pintu masuk Loa Hui, terlihat geliat aktivitas sejumlah orang yang menjajakan jasa karaoke di tempatnya.

Menurut Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) AKBP Ruskan, lokasi tersebut memang mengantongi izin sebagai tempat hiburan malam (THM). “Tapi masih ada perempuan, bilik kamar, dan minuman keras, itu yang salah,” ujar Ruskan.

Memang, lokasi tersebut kerap dipenuhi wanita seksi-seksi tiap malamnya, gelagat meraka pun mencurigakan, seolah bisa diajak ‘tempur’.

Dari operasi tersebut, mereka meringkus 37 perempuan yang diduga bekerja rangkap sebagai pekerja seks komersial (PSK) di kawasan tersebut. Mereka akan disangkakan dengan pasal di peraturan daerah (perda) 18/2002 jika terbukti melayani pengunjung yang datang.

Khusus minuman keras, perwira polisi Polda Kaltim itu menyebut, setiap penjual minuman alkohol bisa dikenakan Perda 6/2013. “Ini juga antisipasi menjelang Ramadan,” tegas Ruskan. Selanjutnya, pihaknya akan berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dissos) untuk menindak tegas temuan tersebut.

Selain 37 perempuan terduga PSK, petugas turut mengamankan tiga remaja perempuan yang masih keluyuran pada dini hari. Mereka diberikan pemahaman terkait pergaulan. Namun, salah satu remaja perempuan yang diamankan menyebut baru saja melahirkan dan baru sembuh dari persalinan. “Saya masih sakit Pak,” ucapnya dengan nada tinggi.

Sebelumnya, mereka terlebih dulu menertibkan aktivitas pedagang kaki lima di sepanjang taman tepian Sungai Mahakam.

Menurut Kepala Satpol PP Samarinda AKBP Ruskan, PKL sedianya memang jadi target awal operasi tersebut. Beroperasi di kawasan yang masuk kawasan hijau, menurut dia, hal tersebut tidak dibenarkan aturan. Meski demikian, penertiban sempat mendapat perlawanan dari PKL. (*/dra/ndy/k8)

Click to comment
To Top