Ngacir dari Razia, Para ABG ini Hampir Saja Tabrak Polisi, EDAN! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Ngacir dari Razia, Para ABG ini Hampir Saja Tabrak Polisi, EDAN!

FAJAR.CO.ID, BONTANG- Ulah lima anak di bawah umur ini betul–betul bikin geleng-geleng kepala. Sudah umur tak cukup untuk memenuhi syarat membawa kendaraan, kelima bocah ini malah nyaris menabrak polisi.

Kejadian itu bermula saat Polres Bontang tengah menggelar razia rutin di Jalan Krona Sakti, Pisangan, Bontang Utara diwarnai sebuah insiden. Dari pantauan Sapos, saat razia digelar, sekelompok remaja di bawah umur datang melaju dengan kecepatan tinggi dari arah Gunung Sari menuju Pisangan. Nahasnya, saat melihat plang bertuliskan “Pemeriksaan Kendaraan” milik Satlantas, para remaja ini sontak mengerem mendadak lalu memutar balik kendaraan di tengah kerumunan kendaraan yang memadati jalan sekitar yang terbilang sempit itu.

Tanpa berpikir panjang setelah putar balik arah, remaja ini melaju kencang dan nyaris menabrak polisi yang sedang bertugas. “Saya dari gang sebelah, pas saya keluar ada kendaraan laju berlawanan arah yang dikendarai anak kecil. Saat mau beri aba-aba untuk mengurangi kecepatan, eh malah mau ditabraknya. Untung ada kendaraan di depannya, jadi kendaraan itu yang dia tabrak,” ujar Bripka Dede Pratama saat bertugas.

Tak ayal, kelima anak di bawah umur ini diberikan sanksi tilang karena diketahui tidak memiliki SIM. Kapolres Bontang AKBP Andy Ervyn melalui Kasubag Humas Iptu Suyono menerangkan bahwa setiap pelanggaran baik itu anak di bawah umur, muda dan tua tetap akan ditindak sesuai aturan yang berlaku. Seperti sanksi tilang yang diberikan kepada kelima anak yang masih dibawah umur tersebut.

“Mau muda, tua bahkan masih bayi sekalipun. Jika mereka melanggar tetap kita tindak (sesuai aturan yang ada). Dan polisi berhak melakukan tindakan tersebut,” ucap Suyono.

Mantan Wakapolsek Marangkayu ini turut mengimbau agar orangtua tidak serta merta memberikan anak di bawah umur fasilitas kendaraan. Sebab, selain melanggar dan terkesan memanjakan, hal itu sangat berisiko karena anak di bawah umur masih labil dalam berkendara.

“Jika memang sayang anak jangan biarkan anak membawa kendaraan sendiri. Kalau kecelakaan bisa fatal akibatnya. Kita bisa bercermin dengan kejadian-kejadian lakalantas sebelumnya yang didominasi anak bawah umur,” terangnya. (ivr/nin)

To Top