LSI Denny JA: Polarisasi Sisa Pilkada DKI Bikin Mayoritas Rakyat Indonesia Tak Nyaman – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

LSI Denny JA: Polarisasi Sisa Pilkada DKI Bikin Mayoritas Rakyat Indonesia Tak Nyaman

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Perhelatan politik daerah yang menyita perhatian mayoritas warga Indonesia tersebut melahirkan sejumlah sentimen yang menimbulkan polarisasi dan rasa tidak nyaman di antara warga.

Karena itu, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) merilis hasil survei soal kekhawatiran mayoritas publik terhadap polarisasi yang masih terjadi setelah Pilkada DKI Jakarta.

Peneliti LSI Ardian Sopa mengatakan, survei nasional tersebut dibuat khusus untuk membaca situasi nasional setelah Pilkada Jakarta.

Dalam survei LSI menunjukkan, sebanyak 72,5 persen mayoritas publik Indonesia tidak nyaman dengan berlanjutnya polarisasi masyarakat yang pro dan kontra setelah Pilkada DKI.

“Polarisasi itu dinilai sudah melampaui persoalan pilkada itu sendiri dan malah berpotensial merusak kebersamaan sebagai satu bangsa,” kata Ardian saat merilis survei LSI dengan tema ‘Mempertegas dan memperbaharui demokrasi pancasila?’ di kantor LSI, Jakarta Timur, Jumat, (19/5).

Dia menambahkan, sebanyak 75 persen rakyat menginginkan pemerintah beserta penentu kecenderungan masyarakat, menegaskan kembali komitmen menjadikan demokrasi Pancasila sebagai perekat.

“Namun demokrasi Pancasila yang dimaksud bukan pola kenegaraan era Orde Baru dan bukan sistem sebelum amandemen UUD 45,” kata Ardian.

Dia menuturkan, berlarutnya kontroversi Pilkada Jakarta, hingga lahirnya gerakan lilin di beberapa kota, lalu terjadinya pro kontra juga membuat kekhawatiran di kalangan masyarakat.

“Hasil survei LSI menyebutkan, sebesar 72,5 persen merasa tidak nyaman,” imbuhnya.

Menurutnya, mayoritas berpandangan polarisasi itu tidak lagi sehat. Hanya sebesar 8,7 persen menyatakan polarisasi yang ada tidak mengkhawatirkan. Sisanya, sebanyak 18,8 persen memilih tidak menjawab.

“Mayoritas publik ingin pemerintah dan penentu kecenderungan untuk lebih membuat upaya ekstra merekatkan masyarakat. Tapi sistem kenegaraan apa yang dipilh yang bisa merekatkan kembali masyarakat?” Kata Ardian.

Survei ini melibatkan sebanyak 1.200 responden dipilih berdasarkan multi stage random sampling. Wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 propinsi dari tanggal 5 sampai 10 mei 2017.

Survei LSI  ini dibiayai sendiri sebagai bagian layanan publik LSI Denny JA. Margin of error plus minus 2,9 persen. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif seperti FGD, media analisis, dan depth interview narasumber.

To Top