Mayoritas Penduduk Indonesia Benci Polarisasi, Jokowi Juga Udah Gerah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Mayoritas Penduduk Indonesia Benci Polarisasi, Jokowi Juga Udah Gerah

FAJAR.CO.ID JAKARTA – Presiden Joko Widodo sendiri tampak mulai tidak nyaman dengan situasi polarisasi usai pilkada DKI Jakarta. Dalam beberapa kesempatan, dia mengungkapkan rasa tidak nyaman itu.

Saat membuka Rakornas Aparat Pengawas Intern Pemerintah di Istana Negara, Kamis, 18 Mei 2017, Jokowi menyatakan geregetan dengan banyaknya persoalan yang tidak produktif. Fitnah memfitnah, demonstrasi, dan hujat menghujat, dinilainya telah terlalu merecoki kehidupan bangsa.

Padahal, menurutnya, hal yang terpenting saat ini adalah mengejar ketertinggalan dengan negara lain. Untuk mengejar ketertinggalan itu, dia mengatakan, menggenjot pembangunan di sektor infrastruktur.

Dia menyebutkan, anggaran di Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat pada tahun ini digelontorkan sebanyak Rp 103 triliun. Sementara di Kementerian Perhubungan digelontorkan Rp 26 triliun.

“Ini duit memang besar. Memang kita sekarang ingin konsentrasi kepada infrastruktur karena kita sudah ditinggal jauh oleh negara-negara lain di sekitar kita. Ini adalah dasar bagi kita untuk menuju ke langkah berikutnya,” kata dia.

Hal itu sesuai dengan hasil survei terbaru LSI Denny JA yang menyebutkan bahwa sebanyak 72,5 persen masyarakat menilai selain membuat tidak nyaman, polarisasi ini berpotensi memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Sebanyak 72,5 persen publik merasa tidak nyaman. Ini telah melampaui persoalan Pilgub DKI, melonggarkan persatuan dan kebersamaan bangsa,” ujar peneliti LSI Denny JA, Ardian Sopa, saat memberikan paparan mengenai hasil survei di kantor LSI, Rawamangun, Jakarta Timur, Jumat (19/5).

Sementara itu, sebanyak 8,7 persen masyarakat Indonesia merasa tenang-tenang saja dari adanya polarisasi kubu pro dan kontra Ahok.

Sisanya, sebanyak 18,8 persen tidak menjawab dan tidak mengaku tak tahu soal polarisasi yang muncul pasca Pilgub DKI.

Ardian menyebut polarisasi kubu pro dan kontra Ahok bukan hanya menjadi isu masyarakat DKI tapi juga telah menjadi isu nasional. Sehingga perlu adanya usaha untuk merajut kebersamaan bangsa Indonesia kembali

“Polarisasi ini tentu tidak hanya terjadi di Jakarta pada akhirnya, kita juga tanyakan pada masyarakat indonesia pada keseluruhan. Sehingga kita perlu melihat kira-kira apa yang bisa kita lakukan ke depannya untuk merajut kembali kebersamaan ini,” pungkas Ardian.

Survei LSI sendiri melibatkan sebanyak 1.200 responden dipilih berdasarkan multi stage random sampling. Wawancara tatap muka dengan responden dilakukan serentak di 34 propinsi dari tanggal 5 sampai 10 mei 2017.

Survei LSI  ini dibiayai sendiri sebagai bagian layanan publik LSI Denny JA. Margin of error plus minus 2,9 persen. Survei dilengkapi dengan riset kualitatif seperti FGD, media analisis, dan depth interview narasumber.

To Top