Pelajar Nekat, Masak Ruang TU Sendiri Berani Dibobol – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Pelajar Nekat, Masak Ruang TU Sendiri Berani Dibobol

ilustrasi

FAJAR.CO.ID, TANJUNG SELOR – Entah apa yang ada dipikiran tiga pelajar SMP Negeri 1 Tanjung Palas berinisial Sap (15), Bud (16) dan Mas (12) hingga nekat membobol ruang Tata Usaha (TU) sekolahnya sendiri.

Menurut Munasir, seorang guru saat melaporkan kasus pencurian yang terjadi pada Jumat (12/5) sekira pukul 16.00 Wita itu ke Polsek Tanjung Palas, sedikitnya ada lima jenis barang yang hilang dari ruang TU tempatnya mengajar.

Barang yang hilang itu, yakni dua unit laptop, satu unit kamera, satu hardisk eksternal 500 GB, satu staples merek MAX TG-A, dan tiga handphone.(selengkapnya di grafis)

Kasat Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bulungan, AKP Gede Prasetya Adisasmita mengatakan, berdasarkan hasil keterangan dari pelaku, aksi tersebut dilakukan dengan cara memanjat ke atas plafon lalu turun ke ruang TU.

“Sejumlah tersangka ini melakukan aksinya saat sekolah sedang kosong (libur),” ujarnya kepada Radar Kaltara kemarin (18/5).

Menyikapi kejadian itu, sejumlah personnel Sabhara serta petugas piket melakukan patroli guna menyelidiki lebih jauh mengenai pencurian itu. Pada Selasa (16/5), anggota kepolisian mendapatkan informasi dan beberapa petunjuk yang mengarah ke beberapa siswa di sekolah tersebut.

“Berbekal informasi yang diterima itu, tim gabungan langsung mengintogasi dan memeriksa beberapa saksi atau sumber informasi itu lalu kemudian mendatangi sekolah untuk menjemput ketiga tersangka,” sebutnya.

Dari hasil pemeriksaan, anggota kepolisian berhasil mengumpulkan 13 macam barang bukti (BB) dari tiga tersangka yang di antaranya merupakan barang yang dilaporkan hilang dari sekolah tersebut.

Atas perbuatannya, ketiga pelaku diancam Pasal 363 KUHP dengan ketentuan barang siapa mengambil barang sebagian atau seluruhnya dengan maksud untuk dimiliki secara melawan hukum yang dilakukan oleh dua orang atau lebih secara bersama-sama diancaman pidana 7 tahun penjara.

Namun, karena ketiga tersangka masih dibawah umur, maka tidak dilakukan penahanan dengan catatan orangtua dari ketiga tersangka menjamin untuk menjaga anaknya agar tidak mengulangi perbuatannya dengan membuat surat pernyataan resmi secara tertulis di kepolisian. (iwk/ana)

To Top