Astaga! di Dalam Kantong Plastik Merah itu Ada Bayi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Astaga! di Dalam Kantong Plastik Merah itu Ada Bayi

polisi melakukan olah TKP dilokasi penemuan mayat bayi

FAJAR.CO.ID, BANJARBARU – Rizqon masih trauma. Dialah penemu pertama mayat bayi di Gang Mulia RT 13 Guntung Manggis Jalan Ahmad Yani kilometer 30,2 kemarin (17/5). Sekitar jam 9 pagi, bocah 12 tahun itu bermaksud pergi ke warung.

Ia mencium bau busuk menyengat dari kantong plastik merah besar di tepian gang, depan tanah kosong tak terurus. Entah apa yang mendorongnya membuka bungkusan yang terikat erat tersebut.

“Ternyata mayat bayi. Saya lari ke rumah. Kasih tahu ibu ada mayat,” ujarnya. Sang ibu lalu melapor ke Rusmiyono, tetangganya. Lelaki 63 tahun itu lalu mendatangi TKP dengan masih memegangi celurit untuk menebasi rumput liar di tepian gang.

“Sudah empat hari plastiknya disitu. Tiap bolak-balik gang saya melihatnya. Busuknya juga keciuman. Dikira plastik sampah biasa,” kisahnya.

Rusmiyono sebenarnya sudah penasaran. Mengingat gang itu terkenal bersih. Tak ada warga yang berani membuang kantong sampah sembarangan, apalagi di jalan gang. “Saya marah juga, ini siapa berani buang sampah, dikiranya gang kami TPS,” imbuhnya.

Gang Mulia sebenarnya bukanlah gang sepi. Di ujung gang banyak rumah kos yang dihuni mahasiswa. Pada malam hari gang itu juga tak gelap karena banyak lampu penerangan yang dipasang warga.

Setengah jam kemudian, anggota Polsek Banjarbaru Barat berdatangan. Kapolres Banjarbaru AKBP Eko Wahyuniawan bahkan singgah untuk memantau olah TKP. Dari luar police line, warga berkerumun menonton, beberapa perempuan bahkan menangis karena tak tega melihat kondisi jenazah.

Jadi ramai karena kawasan itu terkenal tenteram. “Seingat saya beberapa tahun terakhir, baru kali ini ada temuan menggegerkan,” kata Ketua RT 13 Aris.

Sementara itu, Kapolsek Banjarbaru Barat Kompol Syaiful Bob menegaskan akan menyelidiki kasus ini. “Kami akan selidiki siapa pembuangnya. Tega sekali, bayinya tampak gemuk dan sehat,” ujarnya.

Jenazah kemudian dibawa ke Rumah Sakit Idaman oleh tim forensik. Mulanya bayi itu dikira berjenis kelamin lelaki. Warga dan polisi sempat terkecoh, mengira tali pusar sebagai penis. Tapi saat divisum, dipastikan jenis kelaminnya perempuan. (fud/ema)

To Top