Jual Mainan Sex Sembarangan, Pria ini Digelandang ke Polisi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Jual Mainan Sex Sembarangan, Pria ini Digelandang ke Polisi

Jalal Suyuti (kaus oranye) tertangkap

TINGGAL di dalam kungkungan jeruji penjara tak pernah tebersit di benak Jalal Suyuti (46). Hanya, perbuatannya menjajakan alat bantu seks lewat jalur ilegal, mengantarkan dia terseret ke bui. Unit Ekonomi Khusus (Eksus) Satreskrim Polresta Samarinda meringkus dia di rumahnya, Jalan Juanda, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu.

Kanit Eksus Satreskrim Polresta Samarinda AKP Nono Rusmana mengatakan, timnya butuh waktu sepekan hingga bisa membongkar aktivitas terlarang oleh Jalal. Nono melanjutkan, selain menjajakan alat bantu seks, pelaku kerap mengunggah gambar-gambar tak senonoh. “Kami berusaha transaksi dulu, setalah diketahui lokasinya baru diamankan,” ujar Nono.

Pelaku mengaku, perbuatannya itu demi memperoleh penghasilan. Hanya, menurut Nono, cara yang ditempuh pelaku keliru, sehingga melanggar Pasal 533 KUHP tentang Kesusilaan. “Pelaku juga mengumbar gambar dan arah pembicaraan negatif,” imbuhnya. Belum lagi Jalal tak mengantongi izin usaha dagang.

Dengan demikian, Jalal melanggar kasus pidana, perdagangan, dan penyalahgunaan media sosial yakni UU ITE. Total barang bukti yang disita petugas sebanyak 30 alat bantu seks. Dalam pengakuannya, Jalal mengaku tidak mengira perbuatannya dianggap bersalah. Padahal, aktivitas tersebut sudah dia geluti selama tiga tahun terakhir.

“Saya jual Rp 250 ribu, untungnya tidak banyak,” ungkapnya. Jalal menjajakan dagangannya melalui media sosial yang diunggah ke grup publik di Facebook. Itu pula yang menjadi titik awal penelusuran polisi untuk melacak keberadaan pelaku. Lanjut Jalal, barang-barang tersebut dipesan dari Jakarta.

Para pelanggannya, sebagian besar adalah pelaut. Bagi dia, menggeluti bisnis alat bantu seks karena peluangnya yang lebih besar.

Nono menegaskan, polisi bakal berkoordinasi dengan sejumlah saksi ahli. Nono berharap, pengguna media sosial benar-benar bijak menggunakannya. “Sekarang semuanya dipantau dan sesuai undang-undang,” tegas Nono. Selain itu, polisi bakal mengintensifkan patroli siber di media sosial. (*/dra/ndy/k8)

To Top