Beruntung tidak Mati, Pria yang Coba Gerayangi Anak Gadis Dihajar Warga Sampai Begini – FAJAR.co.id
Kriminal

Beruntung tidak Mati, Pria yang Coba Gerayangi Anak Gadis Dihajar Warga Sampai Begini

kondisi pelaku asusila

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Seorang pria dihakimi sejumlah warga di sekitar musala RT 9 Kelurahan Teritip, Balikpapan Timur. Pria bernama Jumri (46) tersebut babak belur dihakimi warga setelah tertangkap melakukan tindak asusila pada seorang bocah berusia 10 tahun. Warga yang marah menyebut pria yang tinggal di kawasan Jalan Wiluyo Puspoyudo, Telaga Sari, Balikpapan Tengah ini sebagai pedofil.

Jumri tertangkap berawal saat dirinya datang ke kawasan sekitar musala tersebut pada Sabtu (15/7) pagi. Saat itu seorang bocah yang pernah dilecehkan bercerita pada orangtuanya. Selang beberapa menit, ayah korban datang bersama warga lain dan menghajar pelaku. Sekira pukul 09.15 Wita Jumri dia sempat diamankan aparat RT setempat..

Beberapa lama jadi bulan-bulanan warga, akhirnya petugas dari Mapolsek Balikpapan Timur tiba mengamankan Jumri yang sudah babak belur. “Akhirnya dia kami amankan dan bawa ke Mapolsek. Kami juga meminta keterangan dari pihak yang katanya korban Jumri ini,” terang Kapolsek Balikpapan Timur, Kompol Dody Susantyoko.

Setelah dibawa ke Mapolsek, korban diminta melaporkan dugaan tindak asusila tersebut ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Balikpapan. Namun, pihak keluarga korban rupanya menolak untuk melanjutkan kasus ke Unit PPA. Menurut Dody, ayah korban tidak keberatan dan memutuskan tidak melanjutkan ke PPA.

“Pihak keluarga tidak mempermasalahkan katanya, karena korban hanya dipeluk dan diciumi saja katanya. Jadi, semua diselesaikan kekeluargaan dan dibuatkan pernyataan,” ungkapnya.

Surat pernyataan tersebut berisi tentang pernyataan tidak keberatan dan tidak mempermasalahkan jika Jumri tidak ditahan pihak berwajib. Selain itu, menurut Dody, ayah lorban tidak mau memperlebar masalah yang membuat putrinya tidak nyaman.

“Kasihan dengan anaknya juga kan orangtuanya, katanya tidak sampai dicabuli, jadi tidak dibawa ke PPA, meski sudah kami tawari untuk dilanjutkan,” imbuh Dody. Lebih lanjut, dari keterangan Jumri, diketahui ia memang sempat melakukan pelecehan dengan menciumi bocah tersebut awal Juni lalu terjadi di kawasan Teritip.

Seorang sumber media ini mengungkapkan Jumri sering melakukan hal aneh di kawasan itu. “Bahkan beberapa kali menggangu para mahasiswi perawat dengan mengeluarkan alat kelaminnya, ada juga info dari tempat kerjanya diberhentikan gara-gara sering menggoda anak yang baru masuk kerja,” sebut sumber.

Menurutnya lagi, beberapa anak-anak di kawasan itu mengaku telah diciumi pantatnya. “Ini pengakuan anak-anak di situ,” bebernya. (bp-21/war)

Click to comment
To Top