Komplotan Pembobol Rumah Kosong Dilumpuhkan, Ditembak Beruntung tak Mati – FAJAR.co.id
Kriminal

Komplotan Pembobol Rumah Kosong Dilumpuhkan, Ditembak Beruntung tak Mati

FAJAR.CO.ID, SAMARINDA – Hasil penyelidikan tim Buru Sergap (buser) Polsekta Samarinda Utara terhadap komplotan pembobol rumah kosong berbuah manis. Sabtu (15/7) dini hari, polisi berpakaian sipil meringkus para pelaku di kediaman masing-masing. Hamdani (30) alias Dani, Sayid Junianur (45) alias Epot, dan Wahyu Andrian (18) harus mempertanggungjawabkan perbuatannya setelah terbukti beraksi di tiga lokasi berbeda.

Terungkapnya aksi pencurian itu berawal pelacakan kepemilikan Honda Vario KT 2849 BBM yang tertinggal di lokasi kejadian di Jalan Damanhuri II, Gang Permata, Mugirejo, Sungai Pinang. Diketahui, motor tersebut milik Sri Utami, istri Hamdani.

Dari kejadian tersebut, mereka sempat membawa kabur ponsel dan sejumlah benda berharga. “Di tengah aksinya, korban memergoki. Mereka kabur, tetapi tidak membawa motornya,” ucap Kanit Reskrim Polsekta Samarinda Utara Ipda Wawan Gunawan. Nah, Hamdani yang pulang ke rumah orangtuanya di daerah Palaran, melapor ke Polsekta Palaran tentang motornya yang hilang.

“Kami dapat informasi jika dia (Hamdani) tidak berada di rumah,” ujar Wawan. Nah, dari situ polisi berkesimpulan bahwa ada korelasi antara kejadian di Jalan Damanhuri dan ada hubungannya kejadian yang terjadi di Damanhuri dan laporan dari Hamdani.

Saat perburuan, polisi nyaris kehilangan jejak ketika memburu Hamdani di sekitar Jalan Gerilya, Sungai Pinang. Beruntung tim buser lebih sigap ketimbang pelaku yang berusaha melarikan diri.

Hamdani lantas dibawa ke Polsekta Samarinda Utara. Dari keterangannya, muncul nama Sayid dan Wahyu. Dua orang tersebut menyusul ditahan setelah dijemput dari kediaman masing-masing. “Satu orang lagi berinisial DN masuk DPO,” ujar Wawan.

Petugas pun mengembangkan kasus. Di tengah jalan, Hamdani dan Sayid sempat melawan hingga hendak mencederai petugas. Polisi pun terpaksa membela diri dengan menembak kaki kedua orang tersebut. Hamdani mengaku, hasil dari kejahatan diserahkan ke rekannya untuk dijual. “Hasilnya dibagi-bagi,” sebutnya. Hamdani dan Sayid merupakan residivis kasus curanmor yang pernah ditangani Polsekta Samarinda Utara. Soal keberadaan pelaku lain, Hamdani mengaku tak tahu di mana keberadaannya.

Barang bukti dari ketiga pelaku itu berupa lima ponsel, televisi layar datar, selimut, pahat, linggis, dua kendaraan hasil kejahatan. Dari pengakuan komplotan kejahatan tersebut, mereka sudah beraksi di tiga lokasi. Kawasan Jalan AW Sjahranie, Bengkuring, dan  Damanhuri. “Tidak menutup kemungkinan ada lokasi lain saat beraksi,” tegas Wawan.  (*/dra/ndy/k16)

Click to comment
To Top