Rasain.. Puluhan Pasangan Mesum Terjaring di Kos-kosan – FAJAR.co.id
Kriminal

Rasain.. Puluhan Pasangan Mesum Terjaring di Kos-kosan

pasangan mesum yang tertangkap di kos-kosan

FAJAR.CO.ID, BALIKPAPAN – Menindak lanjuti razia pendatang liar yang tidak melengkapi identitas di pintu-pintu masuk Balikpapan, pihak kecamatan dan Satpol PP melakukan razia yustisi ke rumah-rumah kontrakan dan indekos.

Kali ini tim gabungan Satpol PP, TNI, Polri bersama Kecamatan Balikpapan Barat menyisir rumah indekos di tiga kelurahan pada Jumat (14/7) malam, yaitu Kelurahan Margasari, Baru Tengah dan Baru Ulu. Puluhan personel gabungan tersebut, dibagi menjadi dua tim. Tim pertama dipimpin Sekretaris Kecamatan (Sekcam) Balikpapan Barat Edy Gunawan dan Kasi Operasi Satpol PP Siswanto, regu ini menyisir dua Kelurahan Margasari dan Baru Tengah. Sementara tim kedua menyisir di Kelurahan Baru Ulu.

Satu persatu pintu kamar indekos di ketuk petugas, mereka yang ada di dalam diminta untuk menunjukkan identitas diri. Dari hasil penyisiran di Kelurahan Margasari sejumlah warga ditemukan hanya memiliki identitas berupa KTP luar daerah, dan mereka juga tidak mengurus izin berdomisili selama berada di Balikpapan.

Kemudian razia yang digelar hingga Sabtu (15/7) dini hari tersebut menyisir indekos yang disinyalir dijadikan sebagai tempat prostitusi dan perjudian di kawasan Kelurahan Baru Tengah. Petugas gabungan yang juga di back up Polsek Balikpapan Barat dan Koramil 0905-02 Balikpapan Barat, langsung menuju dua indekos tersebut. Di indekos pertama petugas mendapati sejumlah wanita yang berkumpul di dalam satu kamar sambil bermain kartu remi. “Kami cuma main-main saja, tidak pake uang kita,” ujar salah seorang wanita kepada petugas.

Petugas yang tidak percaya, langsung melakukan penggeledahan, namun hasilnya nihil. Mereka hanya didata Satpol PP. Usai mendata dan memberikan surat panggilan kepada penghuni kos yang berasal dari luar daerah. Petugas kembali melanjutkan melakukan razia di indekos lainnya. Di sana petugas menemukan sepasang kekasih yang sednag berada di dalam kamar kos, dengan pintu terkunci.

Pasangan kekasih ini diketahui berinisial SL (24) warga Jalan Letjen Suprapto RT 17, Kelurahan Baru Tengah dan pasangan wanitanya berinisial NA (18) warga Gang Flamboyan, Kelurahan Gunung Sari Ilir, Balikpapan Tengah.

Dari pengakuan SL, pacarnya datang hanya berniat untuk mengantarkan makan malam untuknya. “Dia hanya antarkan makan malam untuk saya. Saya tinggal di sini, rumah saya tak jauh dari sini, di belakang Polsek Balikpapan Barat situ,” akunya di hadapan petugas saat dirazia.

Karena tidak memiliki surat nikah, pasangan ini pun digiring naik ke atas mobil patroli Satpol PP. Sementara itu dari kamar lainnya, petugas mendapati seorang kakek berinisial YS (50) warga Jalan 21 Januari, Kelurahan Baru Tengah, yang tengah asik minum-minunan keras oplosan jenis “gaduk” atau alkohol yang dicampur dengan minuman berenergi. Tak hanya itu di kamar itu juga petugas gabungan mendapati dua orang wanita berinisial NR (16) dan LL (25). Keduanya tidak memiliki identitas berupa KTP. Oleh petugas mereka juga turut diangkut ke mobil petugas.

Dari pengakuan LL, dirinya bersama NR datang ke indekos tersebut hanya untuk bermain-main saja. Sedangkan dengan kakek YS, LL mengenalnya karena merupakan tukang ojek langganan saat bekerja. “Itu kamarnya teman saya. Memang kami sering ke sini. Tadi saya hanya berdua bersama NR, kemudian datang YS, motornya dipinjam sama yang punya kamar,” kata LL.

Melihat gelagat yang mencurigakan, ketiganya digiring ke Mapolsek Balikpapan Barat untuk diperiksa lebih lanjut.

“Kami bawa ke polsek untuk diinterogasi lagi. Takut saya ini jual beli ya. Saya curiga si YS itu sebagai perantara saja. Ya kita antisipasi perdagangan wanita saja. Karena mereka itu kan bukan pasangan suami istri tapi berada dalam satu kamar. Kalau dugaan kan boleh-boleh saja, tapi kan harus diselidiki lebih lanjut,” timpal Kanit Binmas Polsek Balikpapan Barat AKP Wiyono, yang turut dalam operasi yustisi tersebut.

30 KTP LUAR DAERAH

Tidak hanya pasangan mesum saja yang terjaring dalam razia yustisi tersebut. Dari keseluruhan sebanyak 30 KTP asal luar daerah terjaring.

Berdasarkan hasil penyisiran di tiga tempat tersebut, kebanyakan di antara mereka yang terjaring adalah warga yang memiliki identitas luar daerah, namun belum melaporkan ke RT setempat, dengan klasifikasi tak memiliki pekerjaan tetap. “Kebanyakan dari pulau Sulawesi, ada yang jadi pedagang ke sini, ada juga yang kami temukan yang ingin jadi tukang parkir di sini, artinya belum punya pekerjaan tetap dan tidak memiliki keahlian,” beber Edy.

Para warga yang terjaring razia tersebut selanjutnya di berikan surat panggilan untuk mengikuti sidang tipiring di kantor Satpol PP pada Kamis (20/7) mendatang.

Razia yang digelar kurang lebih 4 jam hingga pukul 02.00 itu, merupakan bentuk antisipasi adanya kejahatan atau penyakit masyarakat. Oleh karena itu, pendataan ataupun pemeriksaan identitas merupakan salah satu cara yang dinilai efektif.

“Ini akan kami tindak lanjuti terus untuk mengantisipasi terjadinya penyakit masyarakat termasuk tindak pidana kejahatan, jadi kita minimalisir dengan ini,” paparnya.

Dalam razia kali, Satpol PP mengerahkan tiga regu atau sekitar 36 personel. “Ada juga tadi dari TNI dan Kepolisian,” tandas Kasi Ops Satpol PP Siswanto.

Razia seperti ini akan terus berlanjut, pihaknya akan menyisir seluruh wilayah Balikpapan untuk mengantisipasi banyaknya pendatang ilegal yang masuk tanpa dilengkapikartu identitas. (pri/war)

Click to comment
To Top