Sopir yang Picu Kecelakaan Beruntun Akhirnya Tertangkap, Ini Orangnya – FAJAR.co.id
Kriminal

Sopir yang Picu Kecelakaan Beruntun Akhirnya Tertangkap, Ini Orangnya

Tersangka yang menyebabkan lakalantas beruntun

FAJAR.CO.ID, BONTANG – Tim gabungan dari Satlantas dan Satreskrim berhasil mengamankan KS, sopir truk KT 8574 DE yang kini ditetapkan sebagai tersangka dalam kecelakaan beruntun di simpang tiga RSUD Taman Husada. Tersangka sempat diburu polisi selama 3 hari 2 malam setelah kejadian, Kamis (10/8) lalu.

Kapolres Bontang AKBP Dedi Agustono melalu Kasat Lantas AKP Irawan Setyono mengatakan, tersangka melarikan diri karena takut dikejar massa. Sebab, saat kecelakaan berlangsung, banyak orang berada di lokasi kejadian.

“Adanya kerumunan massa, sopir truk panik dan berusaha mengamankan diri. Untuk menghindari kejaran massa, dia (sopir, Red.) ke arah Bontang Lestari,” katanya.

Akhirnya, tersangka memutuskan untuk bersembunyi di semak-semak daerah makam Bontang Lestari. Merasa tidak betah dengan kondisi yang ada, tersangka berniat untuk singgah ke rumah kerabatnya yang kebetulan merupakan anggota Polsek Bontang Selatan.

“Rencana kembali ke rumah salah satu anggota Polri dekat wilayah tersebut Aiptu Tri Sartono, yang kebetulan istri salah satu anggota Polri tersebut satu suku (Toraja, Red.) dengan yang bersangkutan. Ia (tersangka,Red.) menumpang kendaraan yang mengangkut pakan ternak,” tambahnya.

Lantas, Aiptu Tri Sartono melaporkan kepada Kanit Laka Polres Bontang bahwa tersangka sudah diamankan, Sabtu (12/8) pagi hari. Tak lama berselang, Kasat Lantas dan Kanit Laka Polres Bontang melakukan proses penjemputan dan pendalaman kasus.

KS akhirnya mengaku bahwa ia adalah sopir kendaraan truk yang terlibat kejadian kecelakaan tersebut. “Selama ini kami lakukan pemeriksaan yang bersangkutan sangat kooperatif baik pada saat sebelum, kejadian, maupun sesudahnya,” ujarnya.

Terkait isu motif kecelakaan , Irawan menjelaskan bahwa murni kelalaian tersangka. Kondisi rem kendaraan yang sempat dipertanyakan oleh netizen mengalami kerusakan juga dibantahnya. “Tidak ada kendala dalam sistem pengereman. Kami sudah melakukan pengecekan saat kendaraan berada di sini (Mapolres, Red.),” tuturnya.

Sedangkan dugaan adanya pengejaran dari beberapa warga sebelum kejadian berlangsung, Polres akan mendalami kasus tersebut. Hingga saat ini belum ada keterangan yang melapor ke Mapolres sehubungan isu tersebut.

“Siapa yang mengejar dan sampai saat ini belum ada laporan di kepolisian. Kami akan kembangkan apabila kita temukan bukti-bukti, misalkan ada kejadian sebelum di RSUD. Apakah itu satu rangkai kejadian atau kejadian yang berbeda, kita akan analisa,” paparnya.

Atas perbuatannya, tersangka dikenakan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan (LLAJ) pasal 310 ayat 4 dengan ancaman kurungan paling lama 6 tahun dan atau denda paling banyak Rp 12.000.000.

Namun, kasus ini akan dikembangkan lebih lanjut dengan meminta beberapa saksi yang belum memberikan keterangan. Hingga saat ini Satlantas terkendala dengan kondisi korban yang masih menjalani perawatan medis pasca kecelakaan.

“Karena kami belum memeriksa seluruh saksi, dengan perkembangan penetapan pasal akan sejalan dengan berkas penyidikan dalam BAP,” kata Irawan.

Polres Bontang juga akan melakukan penyitaan terhadap kendaraan tersangka, terutama dilihat dari faktor beban muatan. Hal tersebut erat kaitannya dengan pertambahan laju kendaraan dengan kondisi medan jalan yang menurun.

“Beban kendaraan seperti alat-alat rumah tangga maupun barang ekspedisi pesanan dari beberapa perusahaan yang harus diantar pada saat itu. Kami amankan karena muatan berhubungan laju kendaraan ketika jalan turunan dengan beban akan bertambah tiga perempat dari kecepatan,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, informasi yang dihimpun Bontang Post, kecelakaan terjadi Kamis (10/8) sekira pukul 08.30 Wita di Jalan S. Parman, simpang tiga RSUD Taman Husada. Saat itu terlihat truk berjalan dari arah Samarinda menuju Bontang dengan kecepatan tinggi.

Pengemudi truk tidak dapat menguasai laju kendaraan sehingga menabrak minibus (Avanza) yang dikemudikan oleh Budi Handoko dengan 7 orang penumpang lainnya yang hendak merencanakan wisata ke pulau Beras Basah.

Bagian belakang kendaraan, sebelah kiri tersebut mengalami kerusakan. Tak sampai disitu, truk juga oleng ke kiri dan menabrak kendaraan di sekitarnya yakni Suzuki Shogun dengan plat nomor KT 3629 DE yang dikendarai oleh Sri Pangesti.

Kemudian juga menabrak sepeda motor merk Jupiter MX KT 6753 RW dengan pengemudi Bayu. Kendaraan tersebut membawa dua orang penumpang yakni sang istri Syarifah AW dan anaknya Aliyyah.

Selanjutnya kecelakaan juga mengenai pengemudi sepeda motor Yamaha Mio J KT 6253 RI yang dikemudikan oleh Muhammad Tohir. Terakhir, korban kecelakaan ialah Abdulrahman yang mengendarai Yamaha Mio dengan nomor kendaraan KT 3932 DR .

Kecelakaan beruntun ini juga memakan korban jiwa, Syarifah Anugerah Wahyuni yang meninggal dunia bersama janin dalam rahimnya, setelah tersungkur di bawah ban truk. Jenazah sudah dimakamkan pada Jumat (11/8) di TPU desa Suka Rahmat, Kutai Timur. (*/ak)

Most Popular

To Top