Ibu Bayi Debora: Kalian Jahat, Yah! – FAJAR.co.id
Jabodetabek

Ibu Bayi Debora: Kalian Jahat, Yah!

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Henny Silalahi, ibunda Tiara Debora, bayi mungil berusia 4 bulan yang meninggal di IGD RS Mitra Keluarga Kalideres tampak menahan emosi saat menceritakan peristiwa detik-detik wafatnya sang anak dihadapan awak media.

Usai bertemu komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Senin (11/9), Henny mengaku belum bisa melupakan kisah pilu sang anak yang tertahan masuk ruang PICU karena kekurangan pembayaran uang muka di rumah sakit tersebut.

Henny mengatakan, Debora yang dilarikan ke RS karena sesak nafas itu meninggal setelah beberapa jam masih dirawat di IGD. Padahal, dokter telah menyatakan Debora harus segera mendapatkan perawatan secara intensif di PICU. Namun, pihak rumah sakit tak mengizinkan karena Henny dan suami Rudianto baru menyerahkan uang Rp 5 juta dari biaya DP total Rp 19 juta.

Henny tak menampik Debora telah ditangani di IGD. Bahkan, menurut dokter keadaan Debora sempat membaik dan stabil. Bersamaan dengan itu ayah Debora terus berusaha memohon kepada bagian administrasi untuk segera memasukkan anaknya ke PICU. Namun, pihak RS lagi-lagi tak melayani Rudianto dengan alasan minimal pembayaran uang muka sebesar Rp 11 juta.

Menjelang subuh, tiba-tiba dokter menyatakan bahwa kondisi Debora kritis. Setelah diperiksa, Debora dinyatakan meninggal. Saat itu, Henny pun bertanya kepada suster karena sebelumnya kondisi Debora dinyatakan stabil.

Suster lantas menjawab bahwa berdasarkan pemeriksaan dokter dan hasil lab, Debora semestinya dirawat di PICU. Serta, tidak boleh berada di IGD yang suhu ruangannya dingin dalam waktu lama. Saat itulah emosi Henny memuncak.

“Jadi anak saya meninggal gara-gara enggak masuk PICU? Kalian jahat, ya! Suster bilang maaf kami hanya karyawan tidak punya wewenang,” kata Henny dengan nada tinggi dalam konferensi pers di kantor KPAI, Jakarta.

Henny mengaku sangat menyesalkan sikap RS Mitra Keluarga Kalideres yang berkeras menolak pembayaran uang muka sebesar Rp 5 juta darinya dan suami. “Kok saya jadi kehilangan anak? Saya bawa ke sini untuk selamatkan anak,” sesalnya. (Fajar/JPC)

Click to comment
To Top