Jokowi Kirim 34 Ton Bantuan ke Pengungsi Rohingya di Banglades – FAJAR.co.id
Nasional

Jokowi Kirim 34 Ton Bantuan ke Pengungsi Rohingya di Banglades

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Presiden Jokowi Dodo melepas bantuan kemanusian untuk para pengungsi korban pembantaian sadis muslim Rohingya di Myanmar. Bantuan kemanusiaan sebanyak 34 ton itu diberangkatkan dari Pangkalan Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Rabu (13/9) pagi.

Empat pesawat Hercules TNI Angkatan Udara dilepas untuk membawa bantuan tersebut menuju bandara di kota Chittagong di Bangladesh, sekitar 170 kilometer dari kamp pengungsi di Cox’s Bazaar.

Alasan dikirmnya ke Banglades menurut Jokowi, karena sebagian besar mereka berada di kamp-kamp pengungsian di perbatasan Bangladesh-Myanmar, terutama di kamp Cox’s Bazaar dan Kutupalong.

“PBB memperkirakan jumlah mereka saat ini lebih dari 370.000 orang.” kata Jokowi.

Bantuan tersebut berupa makanan dan pakaian serta barang-barang lain yang diperlukan. Diantaranya, beras, makanan siap saji, family kit, tangki air, tenda pengungsi, pakaian anak, dan selimut.

“Dan ini baru pemberangkatan yang pertama. Minggu depan, Insya Allah, akan diberangkatkan lagi yang bantuan yang kedua, ketiga, dan seterusnya.” cetus Jokowi.

Jokowi menambahkan, peran Indonesia dalam mengirim bantuan kepada pengungsi Rohingya bukan hanya baru kali ini, namun pernah juga dilakukan pada 19 Desember 2016 lalu. Saat itu, sebanyak 10 kontainer dikirim melalui jalur laut di Pelabuhan Tanjung Priuk Jakarta.

“Kali ini, bantuan dikirim melalui empat pesawat agar secepatnya diterima oleh para pengungsi di perbatasan Bangladesh dan Myanmar.” ujarnya.

Presiden juga mengucapkan terimakasih kepada segenap pihak yang sudah berpartisipasi dengan pemerintah dalam menyiapkan bantuan kemanusian etnis Rohingya.

“Terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan telah bersama-sama dengan pemerintah baik dari masyarakat, ormas, pemerintah daerah, pengusaha, yang bersama-sama pemerintah menyiapkan barang-barang yang dibutuhkan oleh para pengungsi dari Rakhine State, baik yang berada di Myanmar maupun Bangladesh.” tutupnya. (dal)

 

To Top