Kecil-kecil Berani Jualan Ilegal, Anak Elang Nekat Dipasarkan Lewat Sosmed – FAJAR.co.id
Kriminal

Kecil-kecil Berani Jualan Ilegal, Anak Elang Nekat Dipasarkan Lewat Sosmed

FAJAR.CO.ID, SAMPIT-Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kotawaringin Timur (Kotim) bertindak tegas terhadap warga yang nekat memperjual belikan satwa langka atau dilindungi. Kali ini satu ekor anak elang dijual melalui media sosial. Ironisnya aksi ini dilakukan oleh  M. Tamyis (19) dan dua orang anak di bawah umur berinisial AR (15) dan DD (15). Ketiga ABG ini ditangkap saat akan melakukan transaksi diwilayah Pangkalan Bun, Senin (11/9). Saat ini para pelaku sudah dikembalikan kepada orang tuanya tetapi dengan syarat membuat surat pernyataan.

Kepala Pos BKSDA Kotim Muriansyah mengatakan, bahwa apa yang dilakukan ketiga ABG ini memang tidak dibenarkan,karena satwa ini dilindungi Undang-Undang. Pihaknya mendapatkan informasi bahwa diwilayah Pangkalan Bun ada seorang ABG bernama M Tamyis menawarkan anak burung elang melalui media sosial. Karena satwa ini dilindungi,sehingga dilakukan tindakan dengan berkoordinasi dengan Kasi Wilayah II Pangkalan Bun. Hal ini dilakukan untuk memastikan kebenarannya. “Kami langsung menelusuri bahwa rencana penjualan melalui media sosial benar adanya. Kami dalami bahwa anak burung elang ini akan dijual sehingga dirancang untuk dilakukan penangkapan,”katanya.

Setelah berkoordinasi dengan melaporkan kepada  pimpinannya, dan sesui arahan pimpinannya  melapor melapor GAKUM (SPORC). Dan pihaknya mendapatkan ketiga pelaku yang ternyata masih ABG. Dalam penangkapan ini sendiri sempat terjadi kejar-kejaran karena ketiganya sempat melarikan diri. Tetapi timnya berhasil menangkap dan membawanya ke Kantor BKSDA Sampit.

Setelah dilakukan pemeriksaan secara intensif ternyata penjual anak burung elang ini warga Desa Sebabi Kabupaten Kotim. Karena para pelaku masih dibawah umur sehingga diminta untuk memanggil orang tuanya dan membuat surat pernyataan.”Kami masih melakukan bimbingan dan meminta kepada para orangtuanya agar melakukan pengawasan. Kami sendiri sudah memberikan himbauan agar tidak memperjualbelikan satwa dilindungi,karena bisa dipidana,”tegasnya. (son/ala/dar)

Click to comment
To Top