Karya Monumental “Ada Nur di Bumi Latemmamala” Dipentaskan di Bandung – FAJAR.co.id
Budaya & Pariwisata

Karya Monumental “Ada Nur di Bumi Latemmamala” Dipentaskan di Bandung

Geladi sehari sebelum pementasan. (Foto: IST/FAJAR.co.id)

FAJAR.CO.ID — Teater “Ada Nur di Bumi Latemmamala” akan dipentaskan di Teater Tertutup Dago Tea House, Bandung, Sabtu malam (14/10/2017).

Pertunjukkan ini mengkolaborasikan budaya Sunda (Jawa Barat) dengan budaya Bugis, Soppeng (Sulawesi Selatan).

Dari sisi topografi, Sunda dan Sopeng ada kemiripan, berada di wilayah pedalaman dan pegunungan dengan kekentalan budaya agraris.

Di sinilah kepiawaian sutradara Ilham Anwar meramu persilangan budaya keduanya dalam teater musikal sehingga semua unsur seni tercakup di dalamnya, yakni seni rupa, tari, musik, dan teater.

“Ada Nur di Bumi Latemmamala” diadaptasi dari novel Mutti, dengan judul yang sama.

“Jadilah perempuan yang inspiratif. Jadilah perempuan yang mewarisi kesabaran Siti Khadijah, jadilah perempuan yang mewarisi kekerasan hati Zainab. Jadilah perempuan yang mewarisi keberanian Aisyah. Aku Nur, wanita muslim yang akan membanggakan agama, suku Bugisku dan daerahku Watan Soppeng.” Begitu salah satu penggalan pidato Nur dalam persembahan ini.

Menurut Ilham, pidato Nur ini sangat monumental guna membangkitkan kembali tenun dan sutera Soppeng.

Kabupaten Soppeng yang terkenal sejak dulu sebagai penghasil kain sutra, beberapa dekade terakhir terpuruk. Lewat pementasan ini diharapkan menjadi penyemangat akan bangkitnya kembali industri tenun di daerah itu.

Rencananya, sejumlah tokoh akan menyaksikan pagelaran ini, seperti Bupati Soppeng, HA Kaswandi Razak, guru besar antropologi Unhas, Prof. Pawennari, dan Dr. Andi Jamaro Dulung, anggota DPR.

Akan hadir pula Wakil Ketua Umum KKSS, Fiam Mustamin, penulis dan budayawan. Tak lupa warga paguyuban Bandung, berikut warga KKSS Jawa Barat di bawah pimpinan Sri Asri Wulandari yang juga putri asal Soppeng, mantan Senior Vice President Bank Jawa Barat. (*/fajar)

 

Click to comment

Most Popular

To Top