Home » Makassar Hari Ini » Yang Lain

Senin, 11 April 2011 | 21:13:01 WITA | 1303 HITS
Predikat Eselon II, Honor KPID di Bawah Rp 4 Juta

MAKASSAR -- Anggota KPID boleh berbangga mendapat status "pejabat negara".  Tapi, honor anggota Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Sulsel jauh di bawah standar yang diisyaratkan UU Penyiaran Nomor 32 Tahun 2002. Berstatus "komisioner", honor anggota KPID Sulsel seharusnya sama dengan komisioner lain seperti KPU Sulsel.
Kepala Sekretariat KPID Sulsel H Banoding dihubungi Minggu 10 April, mengakui anggaran yang dikelola KPID Sulsel memang masih sedikit. Selama enam tahun terakhir, anggaran dari APBD Sulsel untuk  program dan kegiatan lain tak pernah naik yakni Rp1,4 miliar. Bahkan di dalamnya sudah masuk honor lima anggota KPID.
"Baru tahun ini KPID Sulsel menjadi SKPD. Lima tahun sebelumnya anggaran dititipkan di Biro Umum Pemprov Sulsel. Cerita ke bekakang saya tidak tahu persis," kata Banoding.
Soal rendahnya honornya anggata KPID Sulsel, Banoding juga tak ingin berkomentar panjang. Dia hanya mengatakan, kewenangan itu telah diatur dalam sistem dan penganggaran yang digodok di DPRD Sulsel. Sekretariat KPID hanya mengelola dan membuat program berdasarkan rancangan.
Berapa sebenarnya honor anggota KPID Sulsel? Berdasarkan penelusuran FAJAR, anggota komisioner KPID Sulsel menerima honor bersih di bawah Rp 4 juta. Honor itu tak mengalami menaikan selama enam tahun terakhir, meski Upah Minimum Provinsi (UMP) berubah setiap tahun. Belum lagi ada pemotongan pajak sekitar 15 persen. Honor KPID Sulsel temasuk salah satu paling rendah di Indonesia. KPID Sulbar yang baru terbentuk
tahun lalu mendapat honor lebih tinggi 0,5 persen di atas KPID Sulsel.
Wajar jika sejumlah anggota KPID Sumatera Utara (Sumut) yang berkunjung studi banding ke Sulsel beberapa waktu lalu kaget. Ketua KPID Sumut, Abdul Harris Nasution ketika itu membeberkan, dalam soal anggaran perhatian Pemprov Sumut harus diakui jauh lebih baik dari Sulsel. "Setahu kami KPID Sulsel itu masuk lima besar terbaik nasional. Tapi kasihan mereka tidak dukung anggaran dan honor yang rasional," katanya, ketika itu.
Selain berhonor rendah, anggota KPID Sulsel juga tak dilengkapi fasilitas dan beberapa tunjangan. Padahal, untuk menjalankan program di 24 kabupaten/kota mereka harus didukung perangkat kerja memadai. Ini sangat berbeda dengan komisioner lain seperti KPUD. Setiap anggota KPUD Sulsel mendapat kendaraan dinas.
Sebagai perbandingan, KPID Sumut mendapat honor "take home pay" khusus anggota Rp7 juta per bulan. Ditambah tunjangan lain seperti tunjangan kesehatan, tunjangan kendaraan dan komunikasi. Mereka mendapat honor di atas Rp 10 jutaan.
Selain honor, setiap anggota KPID Sumut juga diberikan tenaga ahli dan diberikan gaji perbulannya Rp 2 juta, tenaga komputer perbulannya Rp 2 juta, empat asisten ahli perbulannya Rp 1.3 juta.
Anggota KPI Pusat, S. Sinansari Ecip mengungkapkan sangat penting bagi KPID itu ditunjang pasilitas memadai. Itu karena mereka bertugas melindungi pemirsa dari  tontonan yang tidak mendidik dan memberi dampak buruk khususnya untuk anak-anak.
Saat ini, katanya, jam menonton televisi anak-anak hampir lima jam lebih. Hanya saja kata dia, persoalan anggaran operasionalisasi KPID dan honorarium anggota memang belum ada payung hukumnya. Saat ini, standar honor anggota KPI Pusat dan KPID menyesuaikan dengan honor KPUD. “Kita akan membahas persoalan anggaran dan
honorarium ini di Rakornas KPI,” katanya. (aci)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...