Home » Local News » Sulsel

Minggu, 15 Mei 2011 | 23:02:02 WITA | 1330 HITS
Sejumlah Sekdes Gagal PNS

IMPIAN untuk menjadi pegawai negeri sipil (PNS) melalui jalur khusus, tidak hanya milik pegawai honorer tapi juga sekretaris desa (sekdes). Dikatakan jalur khusus karena penentu utama mereka untuk dinyatakan lulus menjadi PNS adalah administrasi. Saat syarat administrasi tersebut memenuhi, kepastian menjadi PNS sudah ada di depan mata.  
Kendati peluang sekdes menjadi PNS hanya membutuhkan syarat administrasi, tanpa harus berkompetisi dengan pihak manapun, banyak juga sekdes yang harus gigit jari karena dianggap tidak memenuhi syarat menjadi PNS sebagaimana amanat Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 45 Tahun 2007 tentang Pengangkatan Sekdes Menjadi PNS.
Melalui regulasi ini, peraturan tentang pengangkatan sekdes menjadi PNS banyak diatur utamanya syarat-syarat administrasi. Meski hanya bersifat administrasi, regulasi tersebut tampaknya menjadikan sejumlah sekdes harus gigit jari karena pada akhirnya dinyatakan tidak memenuhi syarat menjadi PNS.
Dengan kata lain, dikeluarkannya PP oleh pemerintah tersebut, berdampak positif bagi ratusan sekdes, tapi juga berdampak buruk bagi sekdes yang tidak bersyarat. Sekdes yang tidak bersyarat ini hanya bisa menyaksikan teman-teman mereka menjadi PNS, sementara yang dinyatakan tidak bersyarat harus berlapang dada.
Yang jadi fatal, karena sekdes yang tidak bersyarat tersebut harus kehilangan pekerjaan yang selama ini dilakoni. Mereka yang tidak bersyarat diberhentikan, kemudian posisinya diganti oleh aparat pemerintah yang sudah berstatus PNS.
Di Maros misalnya,  dari 80 orang sekdes yang berhak menyandang status PNS hanya berkisar 63 orang. Ini artinya ada 17 sekdes yang harus diganti dengan pegawai lain yang ditunjuk oleh pemerintah.
Sementara dari Bulukumba, jumlah sekdes yang gagal jadi PNS mencapai 13 orang karena faktor usia, dan desa pemekaran. Begitu juga di Sinjai terdapat 13 sekdes gagal PNS karena persyaratan administrasi. Adapun dari Pangkep terdapat lima sekdes yang dipastikan gagal PNS, sedang Wajo masih ada delapan sekdes.
Sekretaris Badan Kepegawaian dan Diklat Daerah (BKDD) Maros, M Alwi, mengatakan, pengangkatan ini disesuaikan dengan persyaratan yang ada didalam PP itu.
"Sesuai dengan persyaratan yang ada di PP, sekdes yang diangkat menjadi PNS hanya 63 orang. Sisanya 17 orang digantikan oleh pegawai yang telah berstatus PNS," kata Alwi.
Dalam Pasal 10 PP tersebut dijelaskan bahwa sekdes yang tidak diangkat menjadi PNS diberhentikan dari jabatan sekdes oleh bupati atau wali kota," tambah Alwi.
Sekdes yang berhak diangkat jadi PNS harus memiliki ijazah paling rendah sekolah dasar (SD)  dan usia paling tinggi 51 tahun terhitung pada 16 Oktober 2006. Bagi yang memenuhi syarat tersebut dipastikan bisa diangkat menjadi PNS tanpa melalui tes apa pun.
"Mereka diangkat  sebagai PNS dalam pangkat Pengatur Muda Golongan Ruang II/a. Jadi sekdes yang diangkat dengan sah sampai dengan 15 Oktober 2004 dan masih  melaksanakan tugas sampai  dengan berlakunya PP ini maka akan diangkat langsung menjadi PNS. Jika lewat dari masa yang ditentukan, mereka tidak bisa terangkat," jelas Alwi.
Belasan sekdes yang gagal diangkat menjadi PNS di Maros tambah Alwi karena terkendala usia dan masa kerja mereka. "Ada yang usianya sudah melewati serta masa kerja belum cukup," tambah Alwi.
Sekdes yang diangkat menjadi PNS tersebut bisa dimutasikan setelah menjalani jabatan  sekdes sekurang-kurangnya enam tahun. Salah satu harapan pengangkatan sekdes menjadi PNS adalah terwujudnya tertib administrasi. Serta pelayanan dan pemberdayaan masyarakat di pelosok daerah bisa lebih baik" katanya. (rin)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...