Home » Wawancara » Wawancara Khusus

Jumat, 27 Mei 2011 | 19:36:17 WITA | 2099 HITS
Rektor Universitas Islam Makassar, Dr Hj A Majdah Agus Arifin Nu'mang
Siapkan Program Mahasiswa Betah di Kampus

Hj A Majdah Agus Arifin Nu’mang sudah menyiapkan sejumlah program andalan dalam periode kedua kepemimpinannya di Universitas Islam Makassar. Selain pengembangan kompetensi mahasiswa, istri Wakil Gubernur Sulsel, H Agus Arifin Nu'mang itu juga sudah menyiapkan pembukaan jurusan dan fakultas baru di universitas ini.
Apa saja program-program yang sedang disiapkan itu? Berikut petikan hasil perbincangan wartawan FAJAR, Sri Syam dengan Majdah Agus Arifin Nu'mang di ruang kerjanya Selasa, 25 Mei lalu.
Selamat atas terpilihnya kembali sebagai Rektor Universitas Islam Makassar. Mungkin sudah menyiapkan langkah-langkah strategis di periode kedua kepemimpinan Anda?
Iya terima kasih. Pada periode yang pertama berbagai hal yang telah kami lakukan secara bersama. Perlu saya sampaikan bahwa kepemimpinan ini adalah kepemimpinan kolektif dengan para pembantu rektor dan para pimpinan fakultas serta ketua yayasan. 
Sudah banyak hal yang kita lakukan, tetapi tentu saja masih banyak pun juga yang belum kita lakukan. Sehingga pada periode kedua ini Insya Allah kita sudah komitmen apa yang belum pernah kita lakukan diperiode yang lalu akan kami upayakan sekarang ini.
Upaya-upaya apa saja yang akan Anda lakukan dalam usaha mewujudkan UIM yang lebih baik lagi?
Jadi ada beberapa yang bisa uraikan seperti yang saya utarakan pada pelantikan kemarin. Banyak sekali amanah-amanah yang disampaikan oleh para petinggi yang berbicara, mulai dari ketua yayasan, koordinator Kopertis, koordinator Kopertais dan juga bapak gubernur sendiri. Intinya ada dua, yakni bagaimana ke depannya perguruan tinggi pada umumnya dan khususnya untuk UIM agar lebih memperhatikan kualitas anak didiknya. 
Jangan sampai kita hanya mengejar kuantitas, bersaing dalam segi menarik minat mahasiswa masuk ke perguruan tinggi tersebut tetapi kita melupakan kualitasnya sehingga kampus hanya akan melahirkan pengangguran-pengangguran inteletual. Dan ini menjadi beban pemerintah. 
Untuk pengembangan kompetensi dan kualitas mahasiswa, apa saja yang akan diprogramkan?
Ke depan ini hal tersebut akan kita upayakan kualitas baik itu kualitas luaran dalam hal ini alumni terutama juga kualitas tenaga pengajar yang ada di UIM. Mengandalkan tenaga pengajar tentu harus yang berkualitas, jadi semua staf pengajar yang masih memenuhi standar kualifikasi. Untuk seorang tenaga pengajar, Insya Allah akan kita sekolahkan sesuai dengan aturan pemerintah, tenaga pengajar minimal berpendidikan magister.
Kemudian staf pengajar yang sudah doktor, kalau bisa diupayakan menjadi guru besar. Karena memang seorang tenaga pengajar dituntut untuk mencapai jenjang kualitas pendidikan yang tertinggi. Kita yang bekerja di dunia pendidikan, ukuran kualitas seorang tenaga pengajar tentunya ada pada jenjang pendidikannya.
Nah, kami akan mendorong hal tersebut tercapai. Agar kualitas tenaga pengajar semakin baik, kami akan bekerja sama dengan perguruan tinggi baik yang ada di dalam Sulawesi maupun yang di luar Sulawesi atau bahkan ke luar negeri. Banyak peluang yang bisa kita manfaatkan, terutama yang diberikan oleh Direktorat Pendidikan Tinggi (Dikti) Kementerian Pendidikan Nasional agar tenaga pengajar dengan mudah mengakses pendidikan. 
Bagaimana dengan akreditasi universitas atau akreditasi program studi?
Ini juga akan diprioritaskan. Semua prodi tahun 2012 itu sudah harus terakreditasi. Ini juga akan kita genjot  untuk kualitas yang kita harapkan lebih baik. Di UIM hampir semua jurusan alhamdulillah sudah terakreditasi. 
Sebetulnya apa impian Anda untuk kampus Universitas Islam Makassar (UIM) ke depan?
Sebagai rektor, tentu saya berkeinginan agar UIM dapat menjadi perguruan tinggi yang bisa sejajar bahkan lebih maju di banding perguruan tinggi negeri yang ada di Indonesia bagian timur. Kita ketahui kalau di Jawa ada Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Itu kan terkenal dan cukup favorit. Mengapa tidak untuk wilayah Indonesia Timur, ada Universitas Islam Makassar.
Saya juga ingin menjadikan UIM menjadi bagian daripada upaya pemerintah untuk menjadikan Sulsel menjadi provinsi pendidikan. Tentu saja dengan menghasilkan luaran-luaran yang berkualitas yang bisa terserap di dunia kerja.
Ibu sudah melewati satu periode kepempinan yang tentu sarat tantangan. Nah bagaimana ibu menghadapi tantangan selanjutnya?
Yang namanya menunaikan suatu amanat, pasti banyak tantangan. Periode yang lalu pun juga demikian. Ke depan ini, tantangan yang akan kami hadapi mungkin akan lebih besar lagi mengingat kompetitor dari perguruan tinggi lain terus berpacu. Ini juga yang menjadi motivator kita untuk lebih mamacu diri untuk lebih giat membangun kampus ini. Kita harus tetap eksis. Itu tidak boleh tidak, harus terus bergerak.
Untuk mrnghadapi tantangan ini tentu saja, sekali lagi dibutuhkan dukungan warga UIM secara internal dan semua pihak, termasuk pihak yayasan. Perguruan tinggi swasta sedikit berbeda dengan negeri. Pimpinan perguruan tinggi swasta harus senantiasa bersinergitas dengan pihak yayasan. 
Yang jelas visi dan misi yayasan menjadi pedoman kami dalam mengelola UIM. Dan ini bisa kita bangun secara internal dan juga menciptakan kondisi yang kondusif bagi mahasiswa, Insya Allah kita bisa mencapai target-target yang telah kita tetapkan.
Terus program-program andalan yang akan dijalankan empat tahun ke depan?
Ke depan ini kita mencoba untuk menghidupkan aktivitas dalam kampus. Hal tersebut sebagai upaya menarik minat mahasiswa. Saya berusaha meramu agar mahasiswa tertarik dengan UIM. Salah satunya dalam waktu dekat, saya akan menyiapkan perpustakaan indoor dan outdoor di mana mahasiswa lebih bebas memilih. Mungkin kalau jenuh di indoor, mahasiswa bisa belajar di outdoor. 
Danau di dalam kampus akan ditata, pasang hotspot, kursi sehingga mahasiswa dapat lebih nyaman dan betah di kampus. Saya akan mendorong agar kegiatan-kegiatan yang sifatnya dapat memunculkan kreativitas mahasiswa.
Mungkin ada juga rencana diversifikasi jurusan atau program studi?
Kami akan coba mengembangkan jurusan-jurusan yang baru. Kami semetara menjajaki pembentukan Fakultas Kedokteran di kampus ini meski menurut informasi yang kami dapat dari pihak Dikti menyebutkan untuk pembukaan fakultas tersebut masih di tutup dan baru akan dimungkinkan dibuka setelah Dikti melakukan evaluasi kami tetap optimis dan berupaya agar Fakultas Kedokteran tersebut segera hadir di UIM. 
Saya selalu membayangkan UIM akan seperti UII Yogyakarta di masa depan. Dengan tetap berlandaskan Islami, UIM akan menjadi universitas pilihan masyarakat yang tidak perlu diragukan lagi kualitasnya. (*) 

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...