Home » Hukum

Kamis, 02 Juni 2011 | 00:16:06 WITA | 1564 HITS
Salinan Putusan MA Tiba
Pendukung Obednego Unjuk Rasa

MAMUJU -- Nasib Bupati Mamasa, Obednego Depparinding, bersama 23 terpidana mantan anggota DPRD Mamasa periode 2004-2009 lainnya akhirnya terjawab. Ini setelah salinan putusan Mahkamah Agung yang menjatuhkan vonis 20 bulan penjara dan denda Rp50 juta kepada terpidana korupsi anggaran Sekretariat DPRD Mamasa senilai Rp1,2 miliar ini telah diterima Pengadilan Negeri (PN) Polewali, Rabu, 1 Juni.
Ketua PN Polewali, Rochmad, yang dikonfirmasi malam tadi menyampaikan jika salinan putusan itu telah diterima jajarannya sejak Rabu siang. "Salinan putusannya memang sudah kami terima tadi siang (kemarin, red)," ungkap Rochmad.
Walau demikian, kata Rochmad, salinan yang diterima PN itu belum langsung diserahkan ke Kejari Polewali untuk dieksekusi. Pihaknya beralasan jika salinan itu masih akan diproses untuk diregistrasi lantaran Kamis hari ini bertepatan dengan hari libur dan dilanjutkan cuti bersama pada Jumat esok. PN kemungkinan menyampaikan salinan tersebut paling cepat Senin atau Selasa. "Untuk proses eksekusi sendiri sepenuhnya wewenang kejaksaan," lanjut Rochmad.
Sementara Kepala Kejaksaan Negeri Polewali, Siring, yang dikonfirmasi terpisah membenarkan jika belum menerima salinan resmi putusan MA dari PN Polewali. Siring mengaku memaklumi jika proses penyampaian salinan butuh beberapa hari lantaran terkendala hari libur.
"Paling tidak, kami berkoordinasi dulu ke Kejati Sulsel sebelum melakukan eksekusi. Kami cuma tekankan pada masyarakat jika tidak ada kepentingan kami untuk menunda atau sengaja mengulur proses ini nantinya. Tindakan kami murni pada asas penegakan hukum," kata Siring, malam tadi.
Kepala Seksi Sosial dan Politik Kejati Sulsel, Ardiansyah, mengatakan, kejaksaan sampai saat ini belum menerima amar putusan kasasi terhadap Obednego. Koordinasi kepada pihak kejaksaan di daerah setempat juga terus kami lakukan. Pihaknya bahkan telah meminta kejaksaan setempat untuk melakukan pengecekan langsung di Pengadilan Negeri setempat.
"Belum ada, setiap ada demo, kami melakukan koordinasi dengan kejaksaan setempat untuk mengecek ke pengadilan," ujar Ardiansyah.
Sebagaimana dilansir sebelumnya, Obednego dan 23 mantan anggota dewan lainnya telah divonis MA dengan penjara selama 20 bulan dengan nomor Putusan 2440 K/Pid.Sus/2010. Nilai kerugian negara dalam kasus ini sebesar Rp1,2 miliar.
Lantas bagaimana tanggapan Gubernur, Anwar Adnan Saleh? Melalui pesan singkat, Anwar yang mengaku sementara berada di Jakarta menyampaikan jika pihaknya akan segera mengambil sikap dan langkah antisipasi agar tidak terjadi gejolak di masyarakat Mamasa. "Jika salinan putusan itu benar sudah diterima dan putusannya sudah final, tentu saya akan mengambil sikap dan langkah sesuai aturan hukum," kata Anwar via pesan singkat.
Keluarga Terpidana Lapang Dada
Selain Obednego Depparinding yang menjadi terpidana dalam kasus korupsi ini, juga menyeret 23 mantan anggota DPRD Mamasa periode 2004-2009. Dari enam anggota dewan yang kembali menjabat satu diantaranya yang kembali duduk untuk periode kedua adalah politisi Partai Demokrasi Kebangsaan, Junaedi. Kakak Junaedi, Sudirman Darius, kepada FAJAR malam tadi menyampaikan jika keluarga besarnya bisa menerima lapang dada putusan dan vonis MA itu.
Sudirman mengatakan, adanya salinan itu sekaligus menjawab kesimpangsiuran informasi terkait vonis MA tersebut. "Saya sudah berkomunikasi dengan adik saya (Junaedi, red) dan dia mengaku menerima lapang dada keputusan ini. Sambil mereka tentu saja mengupayakan langkah hukum yang bisa diambil," kata Sudirman yang juga anggota DPRD Sulawesi Barat.
Tidak Terpengaruh
Sementara itu, seratusan warga Mamasa kemarin berunjuk rasa di Monumen Mandala dan Kejaksaan Tinggi Sulsel. Para pengunjuk rasa menyoal kesimpangsiuran informasi mengenai vonis kasasi Obednego Depparinding dan 23 mantan anggota DPRD Mamasa 2004-2009 lainnya.
Mereka kukuh menyebut bahwa hingga saat ini vonis kasasi dari MA terhadap Obednego yang saat ini Bupati Mamasa belum ada. "Kami sudah pertanyakan ke Kejati (Sulsel, red), bahkan kami pernah mengirim utusan ke MA mempertanyakan hal itu. Ternyata putusan yang selama ini berkembang belum ada yang turun," ujar juru bicara pengunjuk rasa bernama Robinson saat bertandang ke redaksi Harian FAJAR.
Selain itu, pengunjuk rasa juga mengaku menyesalkan spekulasi yang menyebut eksekusi terhadap Obednego segera dilakukan. Padahal, menurut mereka, kejaksaan belum pernah merencanakan untuk melakukan eksekusi. Dia bahkan menuding adanya aktor intelektual di balik beredarnya informasi mengenai vonis Obednego dan 23 anggota DPRD Mamasa lainnya.
Pengunjuk rasa, sebagaimana disampaikan Robinson, menilai bahwa informasi seputar vonis Obednego telah melukai hati nurani rakyat Mamasa. Alasannya, hal ini sudah berdampak buruk bagi kehidupan sosial di Mamasa.
"Mendesak MA tidak terpengaruh oleh hasutan oknum tertentu dan media, sehingga MA mengeluarkan putusan yang memberi rasa keadilan dan perlindungan hukum serta kewibawaan aparat dan Pemkab Mamasa," tambah Robinson.
Tak hanya itu, pengunjuk rasa mengatakan mengutuk aksi yang mengatasnamakan mahasiswa Mamasa dan mendesak Obednego segera dieksekusi. "Kami tidak ingin informasi ini memicu konflik di Mamasa," tambah pengunjuk rasa lainnya bernama Joni Daniel. (nur-sah-abg)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...