Home » Makassar Hari Ini » Peristiwa

Sabtu, 18 Juni 2011 | 01:04:34 WITA | 3558 HITS
Kabinet Sattar-Widodo Beredar
RUPS LB ST Ditunda Lagi, SKST Sebut Berdampak ke Perusahaan

MAKASSAR -- Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) PT Semen Tonasa yang diagendakan, Jumat 17 Juni, tak semulus dengan agenda RUPS PT Semen Padang.
Bila Semen Padang mengumumkan manajemen baru (susunan dewan komisaris dan direksi), PT Semen Tonasa justru menundanya. Penundaan itu lebih dari munculnya dualisme direksi/komisaris di perusahaan BUMN itu.
Dalam pra RUPS di kantor perwakilan PT Semen Gresik Grup di Mega Kuningan, pemilik saham mayoritas (SG) dan Kementerian BUMN sepakat untuk mengumumkan manajemen baru di perusahaan yang berpusat di Biringere Pangkep itu. Namun, ada yang menghendaki tetap dipimpin HM Sattar Taba. Bahkan, sumber di rapat pra RUPS menyebutkan penundaan tersebut karena seorang dari komisaris menyampaikan bahwa bila pemilik saham mengumumkan nama-nama direksi/komisaris yang baru maka akan terjadi gejolak besar di pabrik berkapasitas 3,6 juta ton per tahun itu. “Itu yang disampaikan sehingga terjadi penundaan untuk diumumkan,” ujar sumber tersebut.
Sumber itu juga menyebutkan kuatnya keinginan mantan Wapres Jufu Kalla dan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo mempertahankan Sattar Taba sebagai direktur utama. Hanya saja, sampai malam tadi, belum ada konfirmasi langsung ke JK soal ini.
Karena tak diumumkan, beredar dua versi susunan kabinet di perusahaan BUMN tersebut. Versi pertama mengusung nama Sattar Taba (Dirut), H Bahar Syamsu (Direktur Produksi), Subhan (Direktur Keuangan), Abdul Rachmat Noer (Direktur Pemasaran), dan Gatot Kustyadi (Direktur Litbang). Sedangkan versi kedua yang diinginkan pemilik saham yakni, Widodo Santoso (Dirut), Gatot Kustyadi (Direktur Produksi), Unggul Attas (Direktur Litbang), Wahab Candoko (Direktur Pemasaran), dan Sunardi (Direktur Keuangan). Selengkapnya lihat grafis.
Di jajaran dewan komisaris, nama Idrus A Paturusi diplot menjadi komisaris utama (Komut) menggantikan Taslim Arifin. Selain itu, ada nama Andi Herry Iskandar, Amin Syam, dan Hamsu Gani. Dua nama terakhir disebut-sebut juga bersaing karena nama yang dplot terakhir dari pemilik saham (Semen Gresik) nama Hamsu Gani masih muncul. Namun, belakangan Amin Syam melaju dengan rekomendasi dari salah satu wakil rakyat di Senayan dari partai berpengaruh ke Kementerian BUMN.
Direktur Utama PT Semen Tonasa Sattar Taba yang dikonfirmasi malam tadi mengaku tidak mengetahui alasan penundaan RUPS LB. "Saya tidak tahu apa alasannya, sehingga RUPS ditunda. Lagipula kami hanya bekerja saja. Itu urusan pemegang saham," kata Sattar.
Selama RUPS berlangsung, Sattar mengaku tidak mengikuti pertemuan yang membahas perubahan komposisi dewan komisaris dan direksi PT Semen Tonasa. Seharian kemarin, dia menggelar rapat-rapat kinerja internal serta pertemuan dengan perbankan.
Penundaan RUPS LB baru diketahuinya setelah salat Jumat. Dia mengaku mendengar info penundaan RUPS dari kolega dan bawahannya. "Sepertinya FAJAR lebih tahu penundaan itu. Apalagi sudah diberitakan hari ini (kemarin, red). Kami bekerja saja," ujarnya.
Hingga malam tadi, Sattar mengaku tidak mengetahui perkembangan yang terjadi seputar rapat para pemegang saham perusahaan. Termasuk siapa-siapa saja yang berpeluang terpilih sebagai dewan komisaris dan dewan direksi.
Minta Percepat
Serikat Karyawan Semen Tonasa (SKST) melalui suratnya yang dikirim kepada Dirut PT Semen Gresik sebagai pemegang saham PT Semen Tonasa, mendesak agar RUPS LB dilaksanakan sesuai jadwal 17 Juni. Bila tetap tidak terlaksana sesuai jadwal, setidaknya paling lambat 23 Juni.
Wakil Ketua Umum Serikat Karyawan Semen Tonasa, Andi Mulyadi Rajab mengatakan, isu pergantian direksi dalam RUPS LB yang belum selesai sangat berpengaruh terhadap kondisi perusahaan. "Dapat dibuktikan dengan kondisi dan fakta yang berdampak pada psikologis dan kinerja karyawan," urai Mulyadi yang menandatangani surat yang dikirimkan ke Dirut PT Semen Gresik tersebut.
Aksi demonstrasi yang terjadi dan diinisiasi beberapa kelompok masyarakat Kabupaten Pangkep, kata dia, telah berdampak buruk. Aksi ini menuntut putra daerah masuk dalam jajaran direksi PT Semen Tonasa.
Menurut Mulyadi, dampak buruknya tidak saja pada aktivitas perusahaan, tetapi juga berpotensi memicu konflik horizontal di masyarakat Pangkep. Kondisi inilah yang mendasari Serikat Karyawan Semen Tonasa mendesak komisaris PT Semen Tonasa segera menggelar RUPS LB.
Serikat berjanji mendukung sepenuhnya keputusan RUPS LB dan siap mengamankan aset perusahaan. Pengurus Serikat Karyawan Semen Tonasa berjanji akan melakukan aksi jika tuntutannya kepada komisaris tidak ditanggapi.
Tanggapan serupa disampaikan organisasi pemuda di Pangkep. Ketua KNPI Pangkep Haris Gani juga tidak ingin terkooptasi dikotomi putra daerah dan nonputra daerah. “Memang kalau ada putra daerah yang bisa, kenapa tidak dipakai. Cerminan putra daerah itu juga tidak harus orang lokal Pangkep. Tonasa itu punya Sulawesi Selatan, sehingga orang dari luar Pangkep juga punya hak yang sama,” tandasnya.
Dia juga berharap warga Pangkep tidak terkooptasi dengan kepentingan sesaat yang bisa menimbulkan perpecahan di tengah masyarakat. “Mari kita dukung siapa yang dikehendaki pemilik saham. Itulah yang terbaik,” katanya dengan bijak.
Justru sebaliknya. Haris mengajak masyarakat sekitar menuntut bagaimana tanggung jawab sosial perusahaan terhadap masyarakat sekitar. “Ini penting apakah CSR (coorporate social responsibility) itu jalan di perusahaan itu. Bagaimana tingkat kesejahteraan masyarakat sekitar pabrik, justru itu yang perlu kita gaungkan bersama. Bukan malah berdemo dengan mendukung orang-orang tertentu yang belum tentu msayarakat tahu bagaimana sosok dan kepemimpinannya,” tandas wakil rakyat di DPRD Pangkep itu. (rif)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...