Home » Local News » Sulbar

Rabu, 20 Juli 2011 | 10:28:19 WITA | 863 HITS
Unsulbar Belum Layak Jadi PTN
Kemdiknas Minta Koordinasi dengan Unhas

JAKARTA -- Universitas Sulawesi Barat (Unsulbar) dinyatakan belum memenuhi syarat minimal untuk menjadi sebuah Perguruan Tinggi Negeri (PTN). Ketidaklayakan Unsulbar menjadi PTN terlihat dari kurang siapnya lahan dan persyaratan akademik.
Khusus persyaratan akademik, Unsulbar harus memiliki dosen tetap dengan jenjang pendidikan minimal Strata 2 (S2). Sehingga proses pengalihan status Unsulbar menjadi PTN pertama di Sulbar, tampaknya masih butuh waktu lama.
Demikian hasil kunjungan Anggota DPRD Sulawesi Barat di Dirjen Dikti Kementrian Pendidikan Nasional di Jakarta, Selasa 19 Juli kemarin. Kepada Radar Sulbar, Wakil Ketua DPRD Sulbar, H Arifin Nurdin menjelaskan, kesiapan lahan yang telah diterima secara resmi oleh pihak Kemendiknas hanya seluas 9,8 hektar lebih.
"Baru 9,8 hektar yang dianggap tidak bermasalah, sementara syarat minimal lahan untuk sebuah perguruan tinggi negeri itu dibutuhkan 30 hektar lahan bersertifikat," jelas Arifin Nurdin, siang kemarin.
Rombongan legislator Sulbar diterima Kasubbid Pendidikan Tinggi Kemendiknas, Syamsiah. Dikti, kata Arifin, meminta sisa lahan tersebut segera disertifikatkan. Mengenai kesiapan akademik, Dikti juga mensyaratkan, agar dalam satu program studi di Unsulbar, harus memiliki dosen tetap yang bergelar S2.
Olehnya itu, keseriusan dan kerja keras menjadi keharusan bagi seluruh pihak terkait penegerian Unsulbar yang terletak di daerah Lutang Kecamatan Banggae Timur Majene itu.
Kepada Yayasan Pendidikan Indonesia Sulawesi Barat (Yapisbar) yang menanaungi Unsulbar, DPRD Sulbar menyarankan agar menjalin kerja sama dengan PTN lainnya dalam hal ketersediaan dosen tetap. "Misalnya Unhas, supaya bisa menempatkan dosen S2 secara permanen di Unsulbar," ujar Arifin.
DPRD Sulbar akan menindaklanjuti hasil kunjungan mereka dengan mengundang Ketua Yapisbar yang juga Gubernur Sulbar H Anwar Adnan Saleh serta pihak terkait lainnya, melakukan hearing. "Kami juga segera ke Unsulbar untuk melihat langsung kondisi disana dan mendorong agar syarat itu bisa segera dipenuhi," lanjut Arifin Nurdin.
Rombongan legislator Sulbar dalam kunjugan tersebut, antara lain, Muh Taufan, Wakil komisi IV Harun, Yuki Permana, Irfan Kamil, Irbad Kaimuddin  serta Adriana.
Sebelumnya, Gubernur Sulbar H Anwar Adnan Saleh telah mengisyaratkan bahwa Unsulbar akan menjadi PTN dalam tahun ini. Terlebih setelah Wapres Boediono berkunjung ke Majene Sulbar dan menyaksikan penyerahan aset Unsulbar dari pihak yayasan kepada Menteri Pendidikan M Nuh.
Namun, hal tersebut dianggap kurang berpengaruh terhadap percepatan proses penegerian Unsulbar. "Tidak ada rupanya. Ini kelihatan di sini,  persyaratan minimal belum dipenuhi. Unsulbar boleh aja diresmikan tapi PTN belum. Dikti mengaku akan tetap melalui jalur yang ada," ungkap Muh Taufan.
Dijelaskan, Dikti meminta proses belajar mengajar harus dilakukan secara reguler setiap hari, bukan hanya Sabtu-Minggu. "Kita juga tentu menginginkan proses belajar mengajar kualitas. Sekarang kondisi Unsulbar sama aja dengan kelas jauh," cetus Taufan.
Menurutnya, terdapat beberapa syarat minimal yang belum dipenuhi oleh Unsulbar, disamping ketersediaan lahan dan proses belajar mengajar Unsulbar.
Pemerintah provinsi dan kabupaten pun diminta lebih serius dalam melengkapi syarat tersebut. Membahas kendala itu, DPRD Sulbar bakal mengundang Ketua Yapisbar, Tim penegerian Unsulbar serta seluruh pihak terkait pengalihan status Unsulbar menjadi PTN di provinsi termuda ini. (fmc)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...