Home » Local News » Sulsel

Rabu, 14 September 2011 | 19:39:13 WITA | 391 HITS
Retribusi Tambang C Diduga Bocor

PANGKEP, FAJAR -- Retribusi tambang golongan C di Kabupaten Pangkep diduga bocor. Hal tersebut mengakibatkan minimnya PAD dari sektor tersebut. Padahal jumlah tambang yang diekploitasi cukup banyak tetapi PAD yang masuk tidak sebanding.
Sekjen Komite Komunitas Demokrasi Pangkep (KKDP),Syharul Syaf, mengatakan, kebocoran tersebut kemungkinan karena adanya ketakutan petugas pemungut retribusi karena mayoritas truk pengangkut tambang, adalah milik keluarga pejabat di Pangkep. Makanya, kata dia, PAD yang masuk ke kas daerah dari hasil pungutan retribusi, minim.
"Ada kecendurangan atau dugaan retribusi tersebut tidak dibayarkan, karena perusahaan tambang adalah milik kelurga pejabat. Kemungkinan petugas retribsi takut menagih," ungkap Syahrul.
Seharusnya, kata dia, Pemkab, memperlakukan sama kepada semua penambang. Demikian juga penambang, harus sadar untuk membayar retribusi pertambangan sebagai bentuk kompensasi atas ekploitasi alam yang mereka lakukan. Petugas retribusi, jangan takut untuk meminta pungutan ke truk tambang yang membawa tambang karena itu ada regulasinya.
Hal yang sama di ungkapkan Wakil Ketua DPRD Pangkep, Rizaldi Parumpa. Ia membenarkan dugaan kebocoran PAD dari sektor retribusi tambang galian C, minus pajak untuk pertambangan marmer dan PT Semen Tonasa. Kebocoran tersebut, menurutnya, ditengarai dari meningkatnya jumlah kendaraan pengangkut tambang galian C, namun PAD yang masuk relatif tak mengalami peningkatan bahkan terbilang berkurang.
Rizaldi mengungkapkan dari data pada 2010 lalu, PAD yang masuk hasil pungutan atau retribusi tambang galian C mencapai Rp1,3 miliar. Sementara untuk 2011 ini, kendati nilainya meningkat menjadi Rp1,6 miliar, namun ini dianggap sebagai penurunan. Rizaldi mengatakan, penurunan itu terjadi karena nilai pajak retribusi sudah dinaikkan 25 persen.
Tahun ini, untuk setiap truk yang mengangkut barang tambang galian C, dikenakan kewajiban membayar Rp75 ribu. Hal ini mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun lalu yang hanya dikenakan tarif Rp50 ribu per truk tambang galian C.
"Padahal kalau kita perhatikan mobil tambang yang keluar masuk banyak sekali, jadi seharusnya PAD cukup banyak" katanya.
Rizaldi meminta agar petugas retribusi tetap berpatokan pada regulasi terkait pungutan retribusi. Ia juga meminta agar tidak terjadi main mata antara petugas dengan penambang.
Sekretaris Fraksi Partai Demokrat Pangkep, Anggaraini Amir, ikut mempertanyakan minimnya pajak tambang galian C yang masuk ke kas daerah.
Padahal, kata dia, sudah ada petugas khusus yang ditempatkan di setiap pos pemungutan retribusi. Harusnya, kata dia, mereka menjalankan tugasnya dengan baik.
Kepala DPKD Pangkep, Jumliati, yang akan dikonfirmasi mengenai hal ini mengatakan belum mau berkomentar banyak. Ia juga mengatakan bahwa dirinya sedang kurang sehat sehingga belum bisa menjelaskan hal tersebut. (dya/ars)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...