Home » Feature » Seni dan Budaya

Minggu, 30 Oktober 2011 | 09:25:14 WITA | 3234 HITS
Suriadi Mappangara, Sejarawan dan Pemerhati Nilai-nilai Tradisional Sulsel
Rekatkan Kerajaan Bone-Gowa dengan Meluruskan Sejarah

MEREKONSTRUKSI sejarah pertentangan Kerajaan Bone dan Gowa ke dalam sebuah lukisan, adalah obsesi Dr Suriadi Mappangara M.Hum. Bagi dia, cerita tentang koalisi Arung Palakka dengan VOC saat menyerang Kerajaan Gowa pada masa silam, perlu penafsiran ulang.
LAPORAN: HASBI ZAINUDDIN
Suriadi adalah putra keturunan Bugis dan Mandar. Ayahnya, Drs Mappangara, adalah putra Bone, dan ibunya, Darmi Maddarai, berasal dari Majene, Sulbar.
"Saya sendiri waktu sekolah dasar, pindah sampai enam kali," katanya.  Saat naik di bangku SMP, dia dan keluarganya pindah ke Malaysia. "SMP dan SMA saya di Malaysia. Kami di Malaysia, karena waktu itu, bapak saya sebelum menjadi dekan di Fakultas FKIY. Kebetulan salah satu guru yang diminta ke Malaysia untuk mengajar," ujarnya.
Kurang lebih tujuh tahun, Suriadi bersekolah di Malaysia. Namun, ada satu hal yang membuat dia tertarik untuk belajar sejarah. "Di Malaysia itu, pelajaran sejarah SMA juga membahas sejarah negara-negara lain, termasuk Indonesia," ujarnya. Ditambah lagi, jenjang pendidikan SMA di Malaysia, sampai empat tahun.
Tamat dari SMA di tahun 1978, Suriadi melanjutkan kuliah di Jurusan Sejarah Universitas Gadjah Mada.  "Mulai dari S1, S2 sampai selesai S3 tahun 2010, semuanya jurusan sejarah," ujarnya.
Saat kuliah, dosen sejarah Universitas Hasanuddin ini, adalah satu dari dua mahasiswa yang meraih gelar cumlaude.
Suriadi mulai menghasilkan banyak karya sejarah, saat diangkat menjadi kepala Balai Kajian Sejarah dan Nilai Tradisional Makassar tahun 2001 silam.
Beberapa kegiatan yang dilakukan, seperti menerjemahkan arsip dan sumber-sumber sejarah Bugis yang kebanyakan berasal dari Belanda. Kemudian, membuat buku sejarah. "Kita sudah membuat buku berjudul sejarah Sulsel. Kita juga bekerja sama pemerintah untuk membuat ensiklopesi Sulsel. Selain itu, kita juga akan menerbitkan glosarium Bugis-Makassar, Mandar, dan Toraja," jelasnya.
Saat ini, kata dia, buku tentang Sejarah Gowa dan Bone dari awal sampai tahun 1905, saat Belanda mulai menaklukkan Sulsel, sudah hampir rampung.
Namun yang paling menarik, menurut Suriadi, adalah karya berupa gambar yang berusaha merekonstruksi cerita-cerita kerajaan dulu. "Kita sudah menghasilkan banyak lukisan, yang dibuat berdasarkan catatan-catatan sejarah," tambahnya.
Dari sejumlah penelusuran sumber-sumber sejarah Sulsel, Suriadi menemukan sesuatu yang perlu diluruskan. Khususnya, terkait penyerangan yang dilakukan raja Bone, Arung Palakka terhadap Kerajaan Gowa bersama Belanda. Penyerangan tersebut melahirkan stigma bahwa Arung Palakka adalah penghianat.
"Saya berobsesi untuk membuat sebuah lukisan Arung Palakka yang sedang gundah, saat usai menaklukkan Gowa," ujarnya.
Dari lukisan tersebut, dia ingin menjelaskan, bahwa seorang Arung Palakka ternyata menyesali penyerangannya terhadap Gowa dengan bantuan Belanda.
"Suatu ketika, Belanda di Batavia meminta bantuan Arung Palakka untuk mengirimkan beras, dan membantu kerajaan Mataram yang melawan pemberontakan Karaeng Galesong di sana. Arung Palakka pun membantunya, untuk membalas jasa. Itu sikap yang tepat. Tapi setelah itu, Arung Palakka sudah memutus kerja sama dengan Belanda, karena sudah seri," ujarnya.
Suriadi juga meluruskan persoalan Kerajaan Gowa yang disebut-sebut menyebarkan Islam dengan cara kekerasan, lantaran pernah memerangi Bone,  karena tak mau menerima Islam.
"Saat itu, Raja Bone, La Tenri Rua, sebenarnya diajak baik-baik oleh Gowa untuk menerima Islam. Raja tersebut pun menerima. Namun, dewan adatnya menolak. Akhirnya, La Tenri Rua dicopot oleh Dewan Adat, dan diusir dari Bone. Nah, saat diusir, Raja Gowa langsung marah. Marahnya karena alasan “pace”, karena La Tenri Rua yang hubungannya sudah baik, justru diusir gara-gara itu," ujarnya. Akhirnya, Gowa pun memerangi Bone.
Masih ada beberapa cerita sejarah yang ingin direkonstruksi Suriadi melalui gambar. "Selama ini, yang ada gambarnya adalah Sultan Hasanuddin dan  Arung Palakka. Padahal, masih ada lagi tokoh yang merekatkan Gowa dan Bone, yaitu Lapatau Matanatikka," ujarnya.
Menurut dia, Lapatau yang merupakan kemenakan Arung Palakka, mengawini bangsawan-bangsawan Gowa dan Luwu, dan anak-anaknya banyak yang menjadi besar. Dia menjelaskan, Arung Palakka sendiri mengawini bangsawan Gowa, dengan tujuan merekatkan hubungan antara dua kerajaan tersebut. "Ini yang kita ingin jelaskan dalam sebuah gambar," tambahnya. (*)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...