Home » Feature » Feature

Sabtu, 28 Januari 2012 | 00:45:11 WITA | 835 HITS
Hari Ini KRI Dewaruci Arungi Etape Kedua: Jayapura–Kwajalein, AS
Siap-Siap Dihadang Ombak Setinggi 15 Meter

Etape kedua yang harus diarungi KRI Dewaruci bakal lebih berat dan menantang. Dari Jayapura menuju Kwajalein. Ganasnya Samudra Pasifik akan menjadi ujian berat kapal legendaris itu.
Laporan: Suryo Eko Prasetyo,Jayapura
Setelah tiga hari bersandar di Jayapura, Papua, hari ini Kapal Republik Indonesia (KRI) Dewaruci melanjutkan muhibah keliling dunia. Tujuannya adalah Kwajalein di Kepulauan Marshal, Amerika Serikat (AS).
Sama seperti etape pertama dari Surabaya menuju Jayapura yang ditempuh dalam waktu sebelas hari, pelayaran menuju Kwajalein diperkirakan memakan waktu yang sama. Hanya, jaraknya berbeda. Surabaya–Jayapura berjarak 1.885 mil, sedangkan Jayapura menuju Kwajalein berjarak 1.794 mil.
Meski lebih dekat, tantangan yang harus dihadapi Dewaruci pada etape kedua ini bakal jauh lebih berat. Betapa tidak, kapal berusia 60 tahun tersebut harus mengarungi salah satu samudra yang terhitung ganas. Jarang ada kapal yang melintas di rute lautan lepas itu jika tidak untuk urusan darurat.
Misi muhibah internasional kapal layar latih TNI-AL tersebut tetap membuat awak kapal tak gentar. Pengalaman serupa menuju Kwajalein sebelumnya pada 2007 semakin memotivasi Dewaruci supaya mampu mengembangkan layarnya sampai persinggahan kedua yang dijadwalkan pada 8 Februari mendatang.
’’Berdasar prakiraan cuaca, memang ada badai dengan ombak mencapai lebih dari 15 meter di Samudra Pasifik belahan utara. Mudah-mudahan itu tidak terjadi. Kalau toh ada, kami akan coba hindari dengan sedikit memutar ke selatan,’’ kata Komandan KRI Dewaruci Letkol Laut (P) Haris Bima Bayuseto.
Dengan waktu pelayaran yang sama seperti rute sebelumnya, persiapan logistik selama hampir dua minggu dipersiapkan sejak kapal bersandar. Sampai sehari menjelang keberangkatan, awak kapal terlihat masih menyiapkan kebutuhan kapal dan makan.
Pada malam pelepasan, diadakan cocktail party di geladak utama. Beberapa pejabat yang diundang, antara lain, berasal dari Pemprov Papua, Kodam XVII/Cenderawasih, Polda Papua, dan Pemkot Jayapura. Acara diramaikan penampilan kesenian tradisional yang dibawakan awak kapal. Mereka menyuguhkan kesenian tari seperti remo, rampak gendang, dan reog Ponorogo.
Untuk bahan bakar, telah disiapkan 25 ton solar. Kebutuhan bahan bakar untuk menghidupkan mesin itu didatangkan dari lima mobil tangki masing-masing berkapasitas 40 ribu liter solar (5 ton solar) yang dimasukkan dalam tiga tangki di lambung geladak dasar. Kemudian, 5 drum minyak pelumas mesin masing-masing 200 kilogram. Yang membuat laju kapal berat adalah kebutuhan air tawar. Air untuk masak dan mandi itu mencapai 75 ton.
Beban barang tersebut belum termasuk kebutuhan makanan seperti belasan ton beras yang sedikit berkurang dari pelayaran etape sebelumnya. Dari Surabaya, beras yang diangkut dengan kapal layar tiga tiang tinggi itu mencapai 14,4 ton. Dengan bobot total mencapai 874 ton, kapal memang sulit dipacu dengan maksimal. Untuk memenuhi jadwal kedatangan, Dewaruci tetap dipacu dengan kecepatan rata-rata 7 knot. Selebihnya bergantung cuaca dan arah angin untuk mengembangkan layar demi menambah daya dorong kapal.
Berdasar pengalaman pada etape perdana, kecepatan kapal bisa di atas rata-rata jika terbantu angin dan arus. Menurut Kepala Departemen Mesin Mayor Laut (T) Fahri Syah Putra, kemampuan Dewaruci dengan usianya yang menjelang enam dasawarsa terhitung masih laik layar. ’’Itu semata-mata karena perawatan,’’ ujar perwira berkacamata tersebut.
Selama tiga hari beristirahat di Jayapura, jajaran departemen mesin hanya melakukan perbaikan ringan. Selain mengencangkan baut-baut yang sempat kendur, mereka mengganti beberapa pak dan seal yang mengakibatkan oli bocor. Perbaikan sehari bisa langsung dituntaskan pada malam setelah sandar. Dengan demikian, selama open ship (kunjungan ke atas kapal) digeber dua hari sampai kemarin, mesin sudah siap hidup nonstop selama 11 hari di laut.
Jajaran departemen logistik tak kalah sibuk. Mengetahui prakiraan cuaca di Samudra Pasifik kurang bersahabat, mereka menyiapkan bahan makanan instan. ’’Antisipasi saja kalau sampai juru masak tidak bisa melakukan tugasnya di dapur karena kapal berjalan ekstrem,’’ ujar Kepala Departemen Logistik Lettu Laut (S) Kustanto.
Selain membekali masing-masing personel dengan kabindo, makanan padat khas tentara, dari Surabaya, sejumlah penumpang terlihat membeli mi instan sampai berdus-dus.
Dukungan moral turut diberikan jajaran Kodam XVII Cenderawasih menjelang pelepasan. Papua merupakan persinggahan terakhir di wilayah Indonesia sebelum Dewaruci melintasi perbatasan dengan luar negeri di Papua Nugini. ’’Baru kali ini saya menginjakkan kaki di Dewaruci setelah hanya mendengar dan membaca dari buku saat SD. Saya doakan Dewaruci menjalankan misi mulianya hingga purna,’’ kata Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Erfi Triasunu.
Sementara itu, Kapolda Papua Irjen Pol B.L. Tobing menyatakan bangga didatangi pelaut-pelaut muda yang siap mengharumkan Merah Putih dalam pelayaran ke 12 negara di empat benua. ’’Saya suka dan bangga dengan semangat muda kalian. Sebelum berangkat besok (hari ini, red), saya ingin mencoba memanjat tiang Dewaruci seperti para kadet Angkatan Laut,’’ kata jenderal berbintang dua itu.
Wakil Komandan Lantamal X Kolonel Laut (P) Imron Junaedi ikut memberikan sokongan moral. Jajarannya mendorong Dewaruci bisa menyelesaikan pelayaran sampai kembali ke Surabaya pertengahan Oktober mendatang. ’’Salah satu misi Dewaruci sebagai pencitraan pariwisata Indonesia harus didukung penuh,’’ tegasnya. (*/sil)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...