Home » Local News » Sulsel

Rabu, 02 Mei 2012 | 18:54:05 WITA | 5640 HITS
Bermasalah, Pengumuman Honorer K2 Ditunda

PAREPARE, FAJAR -- Pengumuman nama-nama honorer kategori 2 (K2) Pemkot Parepare yang dinyatakan lolos verifikasi akhirnya ditunda ke Kamis, 3 Mei, mendatang. Penundaan tersebut atas permintaan DPRD Parepare yang banyak mendapat pengaduan dari tenaga honorer.

Salah satunya, datang dari honorer K2 bernama Harlina Kamaruddin. Herlina protes karena namanya tidak tercantum. Padahal, menurutnya, ia telah bekerja sebagai honorer sejak 2004 silam.

Honorer ini dinyatakan tidak lolos karena surat pernyataannya tercecer di pusat. Begitu ia melengkapi berkas, BKDD Parepare sudah tidak menerima berkasnya. "Pada 2010 lalu, nama saya masih ada di nomor urut 249 begitu pengumuman baru-baru ini nama saya sudah tidak ada," katanya.

Terkait keluhan tersebut, anggota DPRD, Rahman Saleh, meminta pengumuman K2 dilakukan secara terbuka. Selain untuk transparansi, juga untuk memberi kesempatan kepada honorer melakukan komplain.

Sementara Ketua Komisi I DPRD, Suleman menyatakan, merekomendasikan BKDD untuk melakukan pemariksaan Surat Keputusan (SK) yang asli. Alasannya, ia mendapatkan kecurangan lain berupa pemalsuan SK. Pemalsuan tersebut terendus saat mantan lurah Ujung Bulu hanya mengaku menandatangai tiga SK. Namun di BKDD masuk enam SK yang tiga di antaranya ditandatangani lurah yang baru.

"Setelah ditelusuri dua di antaranya baru honor selama tiga tahun. Daftar kehadirannya pun dicentang oleh staf kelurahan," kata Suleman.

"Karenanya, kami minta pengumuman ditunda,” lanjut Suleman.

Dikonfirmasi terpisah, Anton mantan Lurah Ujung Bulu membenarkan hanya menandatangai tiga SK. Yakni milik Munir, Esti dan Anwar. "Kalau ada tambahan, itu tanda tanya karena untuk honorer Kelurahan Ujung Bulu yang honor 2005 saya yang berhak tanda tangan," katanya.

Sementara Kepala BKDD Parepare, Ramadhan Umasangadji mengatakan, pihaknya menunggu surat rekomendasi keluar. Baik mengenai keluhan honorer maupun pengumuan nama-nama honorer yang lolos.

"Lihat rekomendasi sajalah nanti. Tapi mengenai pengumuman bisa jadi mulur karena SK asli harus diperiksa semua. Atau bisa juga pengumuman sambil melakukan pemeriksaan terhadap SK asli," katanya.

Informasi yang dihimpun FAJAR, dari 867 honorer, yang masuk verifikasi kedua sebanyak 824. Kemudian gugur 43 sehingga total yang lolos sebanyak 795 honorer.

Tidak Ada Komplain

Sementara itu, para honorer K1 Kabupaten Wajo yang tidak memenuhi kriteria, hingga  30 April lalu, tak satupun mengajukan komplain ke BKDD. Sebelumnya, dari 31 honorer K1 yang diajukan BKDD, hanya 16 orang yang lolos.

Menurut Sekretaris BKDD Wajo, Amiruddin, yang tidak memenuhi kriteria sudah membuat surat pernyataan, menerima dengan ikhlas hasil keputusan dari BKN. Hanya saja, kata dia, mereka minta agar diperjuangkan pada honorer K2 karena secara tidak langsung mereka yang tidak lolos K1, akan didata di K2.

Sementara untuk honorer K2, dari 2.578 yang diverifikasi oleh BKDD, hanya 2.488 orang yang memenuhi syarat. Artinya, ada 90 orang yang tidak lolos verifikasi. Mereka yang tidak lolos, 10 orang di antaranya tidak memenuhi syarat berdasarkan umur. Sementara yang lain, ada yang tidak aktif dan juga berkasnya sudah tidak memungkinkan lagi untuk diajukan.

Terpisah, Sekretaris Komisi I DPRD Wajo, Aksar mengatakan pihaknya belum menerima informasi dari BKDD terkait tidak adanya honorer yang mengajukan komplain, seperti daerah lainnnya.

Namun, kata dia, jika memang di kemudian hari ada yang melakukan komplain itu sudah menjadi tanggung jawab BKDD.

"Kita berharap, agar dalam proses verifikasi ini terutama pada honore K2, agar tidak ada honorer yang dirugikan. Apalagi, rekap dari BKDD yang diterima BKN," ujarnya. (dni-nin/ars)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...