Home » Opini dan Interaktif » Opini

Sabtu, 05 Mei 2012 | 22:39:29 WITA | 499 HITS
Waisak, Tegakkan Kejujuran

Oleh: Hasdy, S.Si., M.Si. (Wakil Ketua DPD Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Sulsel)
 
Manakala teratai itu muncul dari permukaan kolam yang berlumpur dan sebarisan pelangi datang menghias cakrawala, maka segenap alam pun menjadi berseri saat tibanya purnama raya Waisak. Kelahiran seorang calon Buddha memberi harapan besar bagi kebebasan umat manusia yang sudah lama mengalami penderitaan hidup;

Pencapaian Pencerahan Sempurna seorang Buddha Gotama membuka kesempatan seluas-luasnya bagi siapa pun juga yang mau mendengar dan mempunyai keyakinan untuk menghayati kebenaran Dhamma sebagai cara untuk mengakhiri penderitaan.
 
Kemangkatan Sammasambuddha Gotama meninggalkan teladan semangat berusaha mencapai cita-cita kebebasan dengan sungguh-sungguh karena pada hakikatnya segala sesuatu yang terja­di dalam hidup ini selalu memiliki corak berubah. Kelahiran, pencapaian Pencerahan Sempurna, serta Kemangkatan Buddha Gotama ini merupakan tiga peristiwa suci (Trisuci) Waisak yang diperin­gati oleh umat Buddha saat ini. Detik-detik Waisak 2556 BE jatuh pada pukul 11.34.49 Wita, Minggu, 6 Mei 2012.

Melalui dan saat-saat memperingati Waisak, umat Buddha dihadapkan pada suatu fenomena kehidupan sebagaimana telah terjadi pada Buddha Gotama. Dalam kerangka ini, umat Buddha dituntut untuk mampu menangkap nilai-nilai etika, moral, dan spiritual sepanjang kehidupan Buddha Gotama.

Di sinilah inspirasi dan motivasi umat Buddha ditumbuhkembangkan hingga mereka kemudian memiliki pemahaman makna peringatan Waisak secara benar dan memperoleh pencerahan moral yang membuka kabut kegelapan dunia.

Tidak untuk kepentingan diri sendiri ataupun kepentingan orang lain, tidak menginginkan keturunan, kekayaan, kedudukan, maupun kemuliaan dengan cara salah; demikianlah orang hidup sesuai kebenaran menggunakan kebijaksanaan dan berperilaku baik. (Dhammapada 84)

Kejujuran

Jujur jika dimaknakan secara baku adalah “mengakui, berkata atau memberikan suatu informasi yang sesuai kenyataan dan kebenaran.” Dalam praktik dan penerapannya, secara hukum tingkat kejujuran seseorang biasanya dinilai dari ketepatan pengakuan atau apa yang dibicarakan seseorang dengan kebenaran dan kenyataan yang terjadi.

Bila berpatokan pada makna kata yang baku dan harafiah, maka jika seseorang berkata tidak sesuai dengan kebenaran dan kenyataan atau tidak mengakui suatu hal sesuai yang sebenarnya, orang tersebut sudah dapat dianggap atau dinilai tidak jujur, menipu, mungkir, berbohong, munafik atau lainnya.

Di tengah-tengah kehidupan dewasa ini, kejujuran merupakan sikap moral bagi tingkahlaku, tuturkata, bahkan pemikiran yang sangat diperlukan untuk menyelesaikan pelbagai masalah. Dasar setiap upaya menjadi pribadi yang kuat secara moral adalah kejujuran.

Tanpa kejujuran, manusia tidak dapat berani menjadi diri sendiri, tidak jujur berarti tidak seia-sekata dan itu berarti manusia belum sanggup untuk mengambil sikap yang lurus. Sikap lurus inilah yang menjadikan apapun yang kita lakukan akan tampak tulus hati disertai kesungguhan yang berasal dari lubuk hati paling dalam.

Bisa saja seseorang berbuat salah, tetapi ia berani untuk mengakui kesalahannya. Mengakui kesalahan bukan berarti lemah. Justru sebaliknya, berani mengakui kesalahan menunjukkan adanya kekuatan untuk berani mengungkapkan kejujuran dengan tetap rendah hati. Kejujuran bagi kehidupan masyarakat akan menumbuhkan sikap saling percaya yang sangat diperlukan bagi relasi sosial. Kepercayaan itulah yang akan membantu kehidupan sosial tumbuh dalam bingkai persatuan kesatuan saling tolong menolong untuk meraih cita-cita keadilan sosial dan kebahagiaan sosial.
 
Pijakan Kebenaran

Kejujuran merupakan dasar pijakan bagi suatu kebenaran yang sungguh-sungguh, bukan kebenaran yang merupakan rekayasa rasionalisasi. Seringkali pembenaran suatu hal akan mengaburkan kenyataan yang sesungguhnya.

Padahal kebenaran nyata itu merupakan suatu realita yang diperlukan bagi upaya untuk menyelesaikan permasalahan hidup ini. Apabila kelebihan dan kekurangan hidup ini dapat diketahui jelas, maka seseorang akan tahu diri dalam arti yang sebenarnya, ia memiliki kemampuan melihat diri sesuai dengan kenyataannya, dan tentunya akan menentukan pilihan tindakan yang tepat pula.

Kejujuran apabila dipadukan dengan sikap malu berbuat buruk dan takut akan akibat keburukan akan merupakan dasar pijakan bagi kemandirian moral dan keberanian moral. Tidak pernah ikut-ikutan begitu saja dalam pelbagai pendapat sebab ia memiliki pandangan benar sesuai Dhamma ajaran Buddha itulah kemandirian moral.

Tekad untuk mengikuti pandangan benar sesuai Dhamma ajaran Buddha adalah keberanian moral. Keberanian moral membutuhkan sikap rela berkorban demi mempertahankan kebenaran sesuai Dhamma ajaran Buddha itu. Tentu pengorbanan demikian tidaklah sia-sia karena mempertahankan kebenaran sama halnya dengan menumbuhkan kemajuan dan kejayaan, bukan sebaliknya menimbulkan kemerosotan dan kehancuran.

Tegakkan Kejujuran

Bagaimana kejujuran dapat ditegakkan? Pandangan benar dan pikiran benar sebagai dasar bagi timbulnya kejujuran. Pengertian kamma sebagai sebab-akibat perbuatan merupakan salah satu  pandangan benar. Buddha mengatakan sesuai dengan benih yang telah ditabur, begitulah buah yang akan dipetiknya. Ia yang berbuat baik akan menerima kebaikan, dan ia yang berbuat buruk akan menerima keburukan.

Pandangan tersebut akan memperkuat pengendalian diri untuk tidak melakukan keburukan, atas dasar pengertian bahwa kita akan memetik hasil akibat dari perbuatan buruk itu, sebaliknya sangatlah perlu melakukan kebaikan berulang-ulang karena suatu saat kita akan memetik hasil akibat kebaikan tersebut.

Selain hal itu ia yang meyakini pandangan sebab-akibat perbuatan tidak akan mengabaikan pertimbangan antara baik dan buruk, sebab ia tidak terjerat pada keserakahan dan keangkuhan terhadap harta kekayaan serta kuasa jabatan. Bahkan ia memandang kebaikan sebagai  hal terpenting untuk dihargai. Pandangan kamma juga akan mencegah keputusasaan dan kepasrahan terhadap nasib, sedangkan perjuangan melakukan hal terbaik adalah peluang yang selalu ada.

Jadi pandangan benar terhadap kamma akan menimbulkan pengendalian diri, penghargaan terhadap kebaikan, serta perjuangan hidup terbaik. Lain hal dengan pikiran benar yang merupakan pikiran jauh dari mementingkan diri sendiri, tidak berniat buruk, bahkan tiada-kekerasan. Ia yang memiliki pandangan benar dan pikiran benar tersebut adalah orang yang mengembangkan kebijaksanaan Dhamma ajaran Buddha. Pandangan benar dan pikiran benar akan memotivasi hidup kita dalam kebaikan. Kejujuran adalah salah satu bentuk kebaikan itu.

Bahwa meski sudah menjadi orang penting, janganlah lalu menjadi congkak atau sombong. Tetaplah rendah hati, peramah, dan sopan. Maka, kalau sudah menjadi pemimpin dan diberi kepercayaan oleh rakyat, tentu juga harus tetap ingat akan amanat rakyat yang memercayainya sebagai pemimpin.

Apabila gagal menjalankan tugas atau belum dapat memenuhi janjinya saat kampanye, pemimpin juga harus berani mengakuinya secara jujur. Bahkan bila perlu berani meminta maaf. Bukannya justru hanya sibuk mencari- cari alasan atau bahkan kemudian berbohong lagi dengan memanipulasi data.

Apabila memperoleh kritik sebagai upaya untuk mengingatkan atau menyadarkan adanya hal yang tidak benar, juga tidak harus kebakaran jenggot. Lalu berputar- putar mempersoalkan istilah yang kurang berkenan di hati. Para pemimpin justru dengan jiwa besar menyampaikan terima kasih dan kemudian bersama-sama memperbaikinya. Terlebih apabila akhirnya para pemimpin dengan jiwa besar berani mengakui kesalahan, memperbaiki kesalahan, dan menghentikan berbagai kebohongan.

Marilah kita mengembangkan kebijaksanaan Dhamma ajaran Buddha yang merupakan tonggak bagi penegakan kejujuran dalam kehidupan sehari-hari baik untuk memenuhi keperluan diri sendiri maupun keperluan orang lain atau masyarakat, demi cita-cita memperoleh anak keturunan, harta kekayaan, kuasa kedudukan, bahkan luhur kemuliaan. Kejujuran tingkahlaku, tuturkata, dan pemikiran  adalah cara yang benar untuk meraih cita-cita tersebut. Itulah hidup sesuai kebenaran untuk memperoleh kesejahteraan, kebahagiaan, dan kebebasan akhir Nibbana.

Selamat Hari Raya Internasional Trisuci Waisak 2556 BE / 2012. "Kebijaksanaan Tonggak Kejujuran". Semoga berkah Waisak membawa kebahagiaan bagi kita semua. Semoga Tuhan Yang Maha Esa, Tiratana, selalu melindungi. Semoga semua makluk berbahagia. (*)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...