Home » Local News » Sulsel

Senin, 21 Mei 2012 | 18:55:32 WITA | 1464 HITS
Rusdi Masse Dinilai Gagal Pimpin Sidrap

SIDRAP, FAJAR -- Bupati Sidrap, Rusdi Masse dinilai gagal memimpin Bumi Nene' Mallomo. Memasuki tahun ke-empat kepemimpinannya, Rusdi Masse mestinya sudah berhasil membawa perubahan signifikan. Namun kenyataannya, apa yang diharapkan masyarakat justru semakin jauh dan hanya menjadi mimpi belaka. Penilaian ini dilontarkan Ketua ormas Nasdem Sidrap, Andi Insan P Tanri kepada FAJAR, Minggu 20 Mei.

Andi Insan yang juga Ketua Partai Demokrat Sidrap menambahkan, sistem pemerintahan di Sidrap saat ini terkesan amburadul. "Diibaratkan kapal yang sedang berjalan, lembaga pemerintahan yang dinakhodai Rusdi Masse tidak jelas akan berlabuh di mana," ujar Andi Insan.

Hal yang paling mendasar dan menjadi catatan penting, katanya, Rusdi Masse selaku Bupati tidak mampu mengelola pemerintahan dengan baik. Akibatnya sistem pemerintahan  menjadi sangat kaku dan berujung pada turunnya kualitas pelayanan yang semestinya menjadi hak rakyat.

"Anda bisa lihat sendiri, sama sekali tidak ada upaya penguatan kelembagaan masyarakat, khususnya untuk penanggulangan kemiskinan," ungkap Andi Insan.

Padahal, kata dia, sebagai pemimpin daerah, Rusdi Masse sejatinya tidak melupakan nilai-nilai dasar RPJM, di antaranya keterbukaan, akuntabilitas, dan kejujuran. Termasuk nilai-nilai demokratis dan partisifatif, profesionalisme dan kemandirian serta kualitas manusia dan rasa malu yang cenderung dinafikan.

Selain itu, Andi Insan juga mengemukakan bahwa pembangunan kantor gabungan pemda Sidrap terindikasi bermasalah. Antara lain, menyalahi perda pembentukan kabupaten Sidrap tahun 1960 bahwa ibukota adalah Pangkajene sebagai pusat pemerintahan. Sehingga, kata Andi Insan, kalau bupati memindahkan semua kantor di luar kota Pangkajene, maka regulasinya adalah merevisi perda dengan kajian akademik.

Ia menambahkan, lokasi yang ditempati membangun kantor pusat sekarang adalah lahan untuk pembangunan sport center, seperti termaktub dalam perda APBD tahun 2007. Ditambah lagi sumber dana pembangunan kantor tersebut adalah APBN 2009 dengan program DPID yang sasarannya peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan.

Belum lagi kualitas pembangunan yang tidak layak sebagaimana hasil rekomendasi BPKP bahwa gedung tidak layak huni. Juga dana anggaran Rp3 miliar, belum termasuk timbunan yang dananya dibebankan pada APBD. Lalu 2012 dianggarkan lagi pembangunan kantor bupati tanpa melalui rapat Paripurna DPRD.

Ketua LSM YAPMA Andi Pallawagau berpendapat sama. Menurutnya, era kepemimpinan Rusdi Masse saat ini tidak ada yang patut dibanggakan. Dalam aspek pembangunan misalnya, Rusdi Masse dianggap kurang peka melihat aspirasi masyarakat yang pada akhirnya berpotensi memunculkan kecemburuan.

"Coba kita lihat, semua jalan termasuk lorong-lorong sekalipun di Rappang yang notabene kampung halamannya, semuanya teraspal. Bandingkan dengan kecamatan lainnya," kata Andi Pallawagau.
Seharusnya, kata Andi Pallawagau lagi, rencana pembangunan dilakukan secara terencana dan merata. Asumsinya, Sidrap adalah satu kesatuan yang terintegrasi 11 kecamatan.

Di bagian lain, mantan aktivis mahasiswa Sidrap ini juga menyinggung kinerja dan kekurangberanian DPRD dalam mengawal pemerintahan. "Saya hanya berharap semoga teman-teman anggota DPRD Sidrap tidak berada dalam bayang-bayang kekuasaan Bupati. Ini harapan saya yang juga tentu harapan rakyat," katanya.

Andi Pallawagau mengharapkan DPRD Sidrap tidak tinggal diam dan berani bersuara, "Kalau perlu gunakan hak yang sudah diatur secara konstitusi seperti hak budget, legislasi dan kontrol. Jangan bungkam saja dong," ujarnya.

Menanggapi tudingan pembangunan pusat kantor SKPD yang dinilai bermasalah, Rusdi Masse yang ditemui FAJAR usai makan siang di Rumah Makan Asia Parepare dengan enteng menepisnya. Rusdi mengatakan semua orang boleh berpendapat apa saja. Tapi, tegasnya, harus bisa dibuktikan. "Jangan asal ngomong. Kalau bisa, silakan dibuktikan," tantangnya. (dni/min)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...