Home » Local News » Yang Lain

Jumat, 01 Juni 2012 | 23:45:21 WITA | 5794 HITS
Tersangka Video Mesum Akui Perbuatannya
Wabup: Hentikan Tindakan Anarki

SENGKANG, FAJAR -- Oknum guru, JM, 51 tahun, yang terlibat skandal video mesum dengan siswinya, ST, 17 tahun, ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Polres Wajo. Ayah tiga anak ini dijerat UU Pornografi, No 24 tahun 2008, pasal 29 dan UU No 23 tahun 2003 terkait Perlindungan Anak.

Saat ini, tersangka sudah mendekam di tahanan Polres Wajo. Penyidik Polres Wajo, Brigadir Imran kepada FAJAR, Kamis, 31 Mei mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan dari keterangan tersangka, JM mengakui semua perbuatannya dan orang yang ada dalam video tersebut adalah dirinya.

Menurut Imran, dari pengakuan tersangka, pelaku bersama korban sudah beberapa kali melakukan hubungan layaknya suami istri. "Video yang beredar dengan durasi sekitar 18 menit tersebut, direkam pada awal Mei lalu. Rumah pada saat itu kosong, ketiga anak pelaku di Makassar dan istrinya tidak berada di rumah. Pelaku juga mengaku sudah tujuh kali melakukan perbuatan yang serupa dengan ST," ujarnya.

Dia menambahkan, tersangka juga mengakui bahwa ada hubungan istimewa dengan siswi yang baru saja menyelesaikan studinya tersebut. Apalagi, sering diberi uang oleh pelaku. Meski begitu, ST hingga kemarin, belum bisa dimintai keterangan karena belum berhasil dibawa ke Polres Wajo. Apalagi massa masih menduduki rumah pelaku.

Sementara itu, setelah rumah pelaku diobrak-abrik di Desa Menge, Kecamatan Belawa, pada Rabu lalu, tidak membuat masyarakat setempat puas. Buktinya, Kamis, 31 Mei, tiang rumah panggung milik pelaku digergaji hingga rumah itu rata dengan tanah. Kemudian, puing-puing kayunya dibawa masyarakat ke dua lapangan berbeda untuk dibakar, yakni; Lapangan Batara Desa Menge dan Lapangan di Desa Ongkoe yang tidak jauh dari kediaman ST. Ini dilakukan agar api tidak merambah ke rumah penduduk lain.

Aksi anarki yang dilakukan warga membuat kepolisian tidak berdaya karena tidak mampu mencegah kemarahan warga sekitar. Apalagi personel dari kepolisian dengan warga sangat tidak berimbang. Meskipun ada back-up personel dari Polres Wajo.

Kapolsek Belawa, AKP Ishak mengatakan, personel gabungan dari Polres dan Polsek hanya sekitar 50 orang saja untuk pengamanannya, sementara massa yang datang dari berbagai desa ada sekitar 500 orang. Akibatnya, pihak kepolisian tidak mampu berbuat apa-apa. "Saat ini sudah aman, setelah warga membakar kayu rumah pelaku, mereka sudah kembali ke rumah masing-masing. Namun, polisi tetap berjaga-jaga," tandasnya.
 
Hentikan Aksi Anarki

Ada yang cukup mengejutkan dalam skandal video mesum diperankan oknum guru dan siswinya di Wajo. Ternyata JM tercatat sebagai guru berprestasi di Kabupaten Wajo sekitar dua tahun lalu. Demikian juga ST, dikenal sebagai siswi pintar di sekolah tempatnya mengenyam pendidikan. Buktinya, dia selalu mendapat peringkat 1 di kelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Wajo, Jasman Juanda, Kamis, 31 Mei, membenarkan JM pernah terpilih sebagai guru berprestasi di Wajo. Namun, disinggung mengenai sanksi indisipliner kepada JM, Jasman mengaku menyerahkan sepenuhnya kepada proses hukum dulu. "Kita persilakan proses hukum dulu yang jalan," ujarnya singkat.

Salah seorang tokoh masyarakat Muhammadiyah, yang juga mantan pendidik di Kabupaten Wajo, Mappeare Karumpa, saat diminta tanggapannya terkait skandal video mesum mengatakan, dirinya sudah tidak heran lagi ketika mendengar ada video seperti itu beredar. Ia mengatakan, memang terjadi pergeseran nilai di masyarakat hari ini akibat pengaruh globalisasi dan budaya asing. Terlebih eranya keterbukaan informasi dan teknologi.

Namun, kata dia, yang ironis ketika itu dilakukan oleh seorang pendidik karena sangat tidak pantas. Menurutnya, jangankan pendidik, masyarakat biasa saja yang melakukan itu sudah tidak pantas karena melanggar nila-nilai budaya.

"Nilai-nilai hari ini sudah sangat berbeda dengan dulu, orang-orang dulu menganggap siri (budaya malu) timbangannya adalah nyawa, bukan penjara," ujar pensiunan guru ini.

Dia menambahkan, saat ini yang perlu diperbaiki adalah akhlak atau moral generasi, bukan lagi intelektualnya yang harus diagung-agungkan, karena kalau secara intelek, hari ini sudah gagal. Dia mengajak seluruh masyarakat Wajo agar kembali memperbaiki akhlak dan agamanya serta menjunjung adat-istiadat serta nilai budaya masyarakat Wajo yang terpatri selama ini dari leluhur.

Sementara, Wakil Bupati Wajo, Amran Mahmud mengatakan, perbuatan pelaku, tidak bisa ditolerir karena jelas merupakan tindakan amoral yang sudah merusak sendi-sendi agama dan pendidikan di Wajo. Apalagi dengan bukti-bukti video yang ada. Dia berharap kasus tersebut betul-betul diproses sesuai dengan ketentuan hukum yang ada.

Mengenai kapasitas pelaku sebagai PNS, Amran memastikan JM harus kena sanksi karena perbuatannya. "Selaku pendidik, seharusnya menjadi teladan untuk membina dan mendidik anak-anak. Bukan justru berbuat seperti itu. Apalagi dampaknya sangat luar biasa bergejolak di masyarakat. Kami minta kepada seluruh elemen masyarakat terutama pendidik agar kapasitas selain sebagai guru, dia juga harus bertindak sebagai orang tua yang seharusnya mengasuh dan mendidik betul anak-anak. Terutama pada akhlak, bukan hanya ilmu," tegasnya.

Amran mengakui kepribadian dan nilai saat ini, memang sudah banyak yang bergeser, sehingga dia berharap kepada seluruh tenaga pendidik di Wajo betul-betul membina murid maupun siswa tidak hanya membuatnya cerdas tapi juga berakhlak. Apalagi guru selaku pendidik memang harus yang terdepan.

"Kita serahkan supaya ini diproses secara hukum. Kita berharap agar masyarakat jangan ada yang bertindak di luar kendali. Untuk mengantisipasi dampak sosial lainnya yang bakal terjadi. Sebab, jangan sampai ada yang berbuat kemudian menimbulkan masalah baru. Kita berikanlah kepercayan penuh terhadap proses hukum yang ada, kepada tokoh masyarakat yang ada di Belawa kita juga imbau agar menjadi pelopor untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk tidak bertindak anarkis," harapnya. (lin/ars)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...