Home » Opini dan Interaktif » Opini

Senin, 25 Juni 2012 | 00:31:17 WITA | 938 HITS
Komisaris Tonasa dan Konflik Kepentingan

Oleh: Wahyuddin Abdullah (Dosen Akuntansi UIN Alauddin Makassar)

Masyarakat Pangkep bagian stakeholders PT Semen Tonasa. Komposisi dewan komisaris merupakan refleksi keterwakilan kepentingan stakeholders. Konflik kepentingan ini dipicu ketidakselarasan struktur kepemilikan BUMN Semen ini.

Kompetisi negara-negara Eropa meraih juara Euro 2012 berlangsung ketat dengan gol-gol spektakuler bintang lapangan. Di balik perhelatan itu, masyarakat Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) turun lapangan memperjuangkan “kepemilikan” atas aset daerah dari pemangku kepentingan lainnya. Kepemilikan itu sebatas tuntutan keterwakilan putra daerah dalam komposisi dewan komisaris ataupun dewan direksi. Harapannya, mereka itulah nanti yang all out beraltruistik, membela kepentingan dan kemajuan masyarakat tempat PT Semen Tonasa berdiri di atasnya.

Konsentrasi saham (kepentingan pengendali) menentukan kepemilikan terhadap PT Semen Tonasa. Mayoritas saham PT Semen Tonasa atau sebesar 99,99% dikuasai PT Semen Gresik (Persero) Tbk, sisanya sebesar 0,01% dimiliki koperasi karyawan PT Semen Tonasa. Sementara itu, pemegang saham mayoritas PT Semen Gresik (Persero) Tbk adalah Pemerintah RI sebesar 51,01%, sisanya sebesar 48,99% tersebar pada kepemilikan publik masing-masing di bawah 5%. Dengan demikian, Pemerintah RI, cq. Menteri Keuangan RI mengendalikan langsung PT Semen Gresik (Persero) Tbk dan mengendalikan tidak langsung  PT Semen Tonasa.

Sebenarnya, kompleksitas struktur kepemilikan seperti itu dikenal dengan kepemilikan bertingkat, yaitu entitas induk, entitas anak, dan entitas cucu. Pemerintah RI mengendalikan langsung PT Semen Gresik (Persero) Tbk sebesar 51,01%, PT Semen Gresik (Persero) Tbk mengendalikan langsung PT Semen Tonasa sebesar 99,99%, dan Pemerintah RI mengendalikan tidak langsung PT Semen Tonasa sebesar 51,0049% (51,01% x 99,99%).  Kalau saja Pemerintah RI ini adalah korporasi, maka entitas inilah mengkosolidasikan hubungan ketiga entitas tersebut.

Kenyataannya, PT Semen Gresik (Persero) Tbk yang mengkosolidasikan, seperti yang ditunjukkan pada publikasi laporan keuangan tahunan. Artinya, PT Semen Gresik (Persero) Tbk bertindak sebagai entitas induk sekaligus entitas anak, yang juga mengendalikan PT Semen Tonasa yang berstatus entitas anak. Kerancuan struktur kepemilikan ini diistilahkan  “holding-holdingan” oleh banyak pihak. Kementerian BUMN mengusulkan pola Holding BUMN Semen, seperti pola holding yang telah berjalan pada PT Pupuk Indonesia Holding Company.

Pola Holding yang memosisikan sejajar tiga BUMN semen melalui investment holding cukup dipandang efektif mengatasi berbagai persoalan pada entitas anak, sehingga industri semen berpelat merah ini  akan menjadi lebih maju lagi.

Namun, tidak sedikit masyarakat Sulawesi Selatan menginginkan PT Semen Tonasa untuk mandiri tanpa campur tangan seperti sekarang ini. PT Semen Tonasa dipandang sehat finansialnya dan sustainabilitas operasionalnya yang menjanjikan. Hal ini didukung pembangunan pabrik unit V Semen Tonasa berkapasitas 2,5 juta ton yang tidak lama lagi beroperasi.

Konsentrasi kepemilikan terhadap PT Semen Tonasa mempunyai konsekuensi ketergantungan pada entitas induknya. Secara konvensional, kebijakan dan keputusan yang dihasilkan RUPS menjadi harga mati, intervensi kepentingan pengendali (pemegang saham mayoritas) sangat kuat. RUPS-LB Semen Tonasa tanggal 19 Juni yang lalu memutuskan kompoisisi dewan komisaris, namun keputusan itu tidak mengakomodasi putra daerah menjadi pelengkap komposisi dewan komisaris. Komisaris dipilih oleh pemegang saham untuk memproteksi kepentingan mereka terhadap perilaku  manajemen yang akan merugikannya.

Seharusnya, pemegang saham tidak sepenuhnya berorientasi kepetingannya, tetapi juga kepentingan stakeholders (indirect participants). Stakeholders yang paling dekat di hati PT Semen Tonasa adalah masyarakat Pangkep. Memang strategis, putra daerah menempati job komisaris, karena boleh jadi mempunyai komitmen “nasionalisme kekampungan” (bukan kampungan) yang tinggi memperjuangkan kepentingan daerahnya. Namun, tidak sedikit hasil riset akuntansi menyimpulkan tidak signifikannya fungsi monitoring dewan komisaris dan komisaris independen tidak mampu meningkatkan integritas laporan keuangan.

Tidak bermaksud membagi kepentingan, sebagai masyarakat yang hidup di sekitar pabrik Semen Tonasa, saya dan teman lainnya pernah tidak simpatik kepada perusahaan ini,  lantaran proposal bantuan dana penyelesaian akhir studi S3 kami tidak didisposisi sepeser pun oleh manajemen (tahun 2008).

Kami pun berpikiran positif, mungkin tuntutan porsi keuntungan yang besar dari pemegang saham, sehingga kami tidak bisa mencicipi kue laba. Pikiran kami jauh dari prasangka Tonasa menderita kerugian, karena kesejahteraan (bonus plus) karyawaan masih terdengar gaungnya. 

Saat ini, masyarakat Pangkep menggalang penolakan komposisi komisaris. Keprihatinan itu tidaklah berlebihan, karena tidak ingin ketidaksimpatian itu berulang, pengabaian kepentingan masyarakat dan  lingkungan, serta kemajuan daerah.

UU No. 19 Tahun 2003 tentang BUMN, bahwa modal  BUMN terbagi dalam saham yang seluruhnya atau paling sedikit 51% dimiliki pemerintah RI. Potensi PT Semen Tonasa untuk menjadi BUMN mandiri terbuka luas. Teknisnya, porsi kepemilikan langsung Pemerintah RI sesuai UU, membuka peluang kepemilikan institusional lokal dan publik lainnya, dan kesempatan kepemilikan manajerial. Keselarasan proporsi komponen kepemilikan tersebut akan mengantarkan komposisi dewan komisaris yang ideal dan solid, sehingga konflik kepentingan tuntutan masyarakat setempat tidak perlu terjadi.

Struktur kepemilikan yang terkonsentrasi seperti pada Semen Tonasa dapat  ditafsirkan sebagai sinyal negatif, karena wewenang mereka terlalu besar menentukan kebijakan perusahaan untuk kepentingannya. Akibatnya, keterjadian konflik kepentingan sangat tinggi antara manajer dengan pemegang saham dan pemegang saham pengendali dengan pemegang saham nonpengendali.

Korporasi semacam ini sulit mewujudkan good corporate governance, sehingga tidak memberikan dampak baik pada masyarakat keseluruhan.

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...