Home » Opini dan Interaktif » Opini

Rabu, 15 Agustus 2012 | 23:00:18 WITA | 761 HITS
Tunjangan Hari Raya buat PNS

Oleh: Moh Ilham A Hamudy (BPP Kementerian Dalam Negeri)
 
SALAH satu hari yang ditunggu para pegawai pada bulan Ramadan, terutama pegawai di sektor privat (swasta) adalah hari-hari terakhir menjelang usainya Ramadan. Sebab, biasanya mereka menerima insentif yang dikenal dengan sebutan tunjangan hari raya (THR). Tunjangan ini sejatinya merupakan pendapatan pegawai yang wajib dibayarkan oleh perusahaan kepada pegawai atau keluarganya menjelang Hari Raya Keagamaan, berupa uang atau bentuk lain.

Lantas, bagaimana dengan pegawai di sektor publik (pegawai negeri, terutama sipil alias PNS)? Menurut sejarahnya, tradisi THR di kalangan PNS mulai dikenalkan oleh Presiden Soekarno. Di masa Soekarno, bahkan pernah dicanangkan pemberian THR sebesar 10 kali gaji bulanan, meski pada saat itu inflasi juga turut melonjak tinggi. Alhasil, tradisi ini diterima dengan suka-cita dan selalu diharapkan oleh sebagian besar rakyat Indonesia.

Kendati begitu, soal THR, antara PNS dan pegawai swasta terdapat perbedaan. Di lingkungan PNS, sekarang tidak dikenal lagi yang namanya insentif THR. Dulu, sebelum era reformasi, PNS memang setiap tahun mendapatkan THR. Seperti saya, misalnya, yang juga PNS, setiap menjelang Lebaran, saya tidak pernah menerima THR.

Sebab, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB) sudah pernah mengeluarkan surat edaran, yakni Surat Edaran MenPAN-RB No 17 Tahun 2005 dan Surat Edaran No 16 Tahun 2006 tentang Larangan Mengirim dan Menerima Hadiah Lebaran di Lingkungan Penyelenggara Negara.

Apalagi, masalah THR bagi PNS, termasuk bingkisan Hari Raya juga sudah dikaitkan dengan Surat KPK No B-2087/01-13/08/2010 tertanggal 20 Agustus 2010 yang melarang pejabat di lingkungan Kementerian/LPND/BUMN menerima hadiah uang, bingkisan/parsel maupun pemberian lainnya dari bawahan, atasan, rekan kerja, dan/atau rekanan/pengusaha.

Kalau pun ada uang buat PNS menjelang Lebaran, biasanya statusnya adalah honorarium yang dibagikan menjelang Lebaran. Kerap kali, instansi pemerintah di tingkat pusat yang belum sepenuhnya menerima remunerasi menerapkan cara ini untuk “menyenangkan” pegawainya.

Dalam konteks honorarium ini, ada banyak modus yang acap dimainkan PNS untuk mendapatkan penghasilan tambahan menjelang Lebaran. Misalnya, unit kerja tempat ia bekerja membuat pelbagai kegiatan. Tujuannya, mencairkan anggaran yang memang sudah ada dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA).

Sementara, bagaimana pula di daerah? Menjelang Lebaran, PNS di daerah pun sejatinya tanpa THR. Karena, sesuai peraturan perundangan yang berlaku, APBD dilarang dialokasikan untuk pemberian THR bagi para PNS. Dalam Peraturan Pemerintah No 58 Tahun 2005 tentang Pedoman Pengelolaaan Keuangan Daerah, tidak ada ketentuan yang mengatur tentang pemberian THR bagi PNS.

Meski demikian, pimpinan daerah biasanya tidak kehilangan akal untuk “menyiasati” keadaan ini. Agar tetap terlihat populis, apalagi menjelang pilkada, kepala daerah biasanya memberikan semacam tunjangan kinerja daerah (baca: tunjangan khusus) yang dibungkus dengan istilah tambahan penghasilan/insentif buat meningkatkan kesejahteraan pegawai. Dan, ini sah-sah saja.

Memang, tidak ada larangan sekiranya ada pemerintah daerah yang memberikan uang tunjangan kinerja daerah (TKD) menjelang Lebaran. Pemberian tunjangan itu sejatinya memang bukanlah THR, melainkan TKD. Kalau diberikan menjelang Lebaran, ya tentu boleh-boleh saja. Tetapi, yang perlu diingat, tunjangan seperti itu hanya boleh diberikan di daerah-daerah yang memang punya kemampuan keuangan. Bukan sebaliknya, malah memberatkan keuangan daerah.

Ini pula kiranya yang berlaku di Makassar dan Tasikmalaya, misalnya. Sebagai contoh, Pemerintah Kota Makassar menyiapkan anggaran Rp 4 miliar untuk “tunjangan khusus” ini. Kepala Badan Kepegawaian Daerah Kota Makassar mengatakan, setiap tahun ada pemberian tambahan penghasilan kepada seluruh pegawai Pemerintah Kota Makassar yang disebut-sebut “THR”. Jumlahnya memang tidak besar, antara Rp150 ribu sampai Rp350 ribu dan penyalurannya melalui SK Wali Kota.

Di Tasikmalaya, lain lagi. Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berencana membayar gaji PNS untuk bulan September, dibayarkan pada bulan Agustus menjelang cuti bersama Lebaran. Jadi, dengan kata lain, pada bulan Agustus ini, PNS Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menerima gaji dua kali.

Kebijakan tersebut semata-mata dilatarbelakangi oleh permintaan banyak PNS agar membantu meringankan beban kebutuhan dalam rangka menyambut Lebaran. Sebab, tahun ini PNS di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya tidak menerima THR.

Kalau dicermati, kebijakan pemberian THR memang dilema buat PNS dan pimpinan pemerintahan, baik di pusat maupun daerah. Di satu sisi, kebutuhan PNS menjelang Lebaran meningkat. Terlebih lagi, inflasi menjelang Lebaran naiknya gila-gilaan. Padahal, seberapa banyak sih gaji bulanan PNS? Tentu tidak cukup memenuhi kebutuhan itu semua.

Sementara, di sisi lain, keuangan pemerintah sangat terbatas dan dilarang oleh peraturan perundangan untuk memberikan THR. Meski begitu, dalam konteks ini, pemerintah sebenarnya juga sudah cukup baik dengan memberikan gaji ketiga belas buat PNS. Oleh PNS, gaji ketiga belas itu, yang kebetulan diberikan Juli lalu, mestinya bisa dihemat untuk keperluan Lebaran. Jadi, tidak perlu lagi penambahan tunjangan khusus.

Namun, terlepas dari itu semuanya, seyogianya PNS bisa memaknai momen Lebaran ini secara lebih religius. Bukan sekadar THR. Karena, kesan yang selama ini melekat dalam perayaan Lebaran dan THR hanyalah fenomena konsumerisme dan hedonisme yang sebenarnya bisa dikendalikan. Toh, tanpa THR kita tetap berlebaran kan? Tetap bersilaturahmi, saling memafkan satu sama lain. THR mestinya dianggap sebagai penyedap rasa saja saat Lebaran. Ada atau tidak ada THR, Lebaran must go on.

Apalagi, Nabi Muhammad saw pernah bersabda: ”Laitsal Ied man labitsal jadiid, walakinnal ied man tha’atuhu tajiid”. Ied itu bukanlah karena baju baru, melainkan orang yang iman dan ketaatannya bertambah. Ada atau tidak ada THR, bagi siapa pun kita, semoga diberikan kelapangan rejeki dan mampu menggapai keberkahan ibadah puasa Ramadhan tahun ini dengan benar-benar menjadi manusia yang fitri.

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...