Home » Opini dan Interaktif » Opini

Senin, 27 Agustus 2012 | 23:55:05 WITA | 222 HITS
Proyek Konstruksi Pasca Ramadan

Oleh: Akhmad Azis(Kandidat Doktor Teknik Sipil Unhas danDosen Politeknik Negeri Ujungpandang)
 
BULAN suci Ramadan baru saja berlalu, kita sebagai ummat yang beriman tentunya telah melaksanakan rukun Islam  ketiga yakni berpuasa selama sebulan penuh untuk menahan diri dari makan, minum, berhubungan suami istri di siang hari dan juga tak kalah penting dalam hal menjaga perkataan, pola pikir, hawa nafsu, memegang amanat serta melatih  kesabaran dan ketabahan semata-mata karena Allah swt, dengan harapan dapat termasuk dalam golongan orang Muttaqin.

Untuk  mempertahankan ketakwaan usai menunaikan puasa Ramadan, tentunya tidak  semudah diucapkan oleh karena begitu banyak godaan dan cobaan mengadang, sehingga Allah swt pun senantiasa mengingatkan di berbagai ayat dalam Alquran dengan menyebut kata takwa sebanyak 257 kali, bahkan 70 kali di antaranya disebut dalam bentuk kata perintah.

Banyak godaan yang dapat meruntuhkan ketakwaan kita dalam keseharian, salah satunya adalah bila diamanahkan untuk bekerja atau menduduki posisi yang rentan terhadap penyimpangan misalkan dalam menangani proyek konstruksi. Betapa tidak, kesempatan untuk melakukan kolusi, korupsi dan nepotisme (KKN) sangat memungkinkan, mulai dari proses penganggaran, pengadaan hingga pelaksanaan.

Proses Penganggaran

Semua rencana anggaran pembangunan yang diusulkan oleh suatu instansi pemerintah/daerah haruslah diputuskan melalui rapat di Badan Anggaran (Banggar) DPR RI/DPRD. Oleh sebab itu, jika dana proyeknya besar dan bersifat strategis, disinilah mafia anggaran memanfaatkan peluang  untuk melakukan aksinya. Dari beberapa kasus, para pengamat menilai adanya sistematika kerja mafia anggaran yang mempunyai jaringan di dua lembaga negara yakni eksekutif dan legislatif.

Hal ini dapat dilihat pada kasus Wisma Atlet SEA Games di Kemenegpora, Proyek Percepatan Pembangunan Infrastruktur Daerah atau PPID di Kemenakertrans, serta beberapa proyek besar lainnya, dimana  telah menyeret beberapa pejabat negara,  anggota DPR/DPRD serta pengusaha yang bergerak di bidang kontraktor ke balik jeruji besi.

Proses Pengadaan/
Tender

Pada proses pengadaan,  peluang bagi pemilik proyek untuk melakukan persekongkolan dengan menunjuk penyedia jasa, baik itu konsultan perencana/pengawas maupun kontraktor tertentu sebagai pemenang tender terbuka lebar dengan iming-iming mendapatkan sejumlah fee (uang pelicin).  

Agar pelaksanaan tender terkesan telah dilaksanakaan sesuai  peraturan maupun Keppres, maka dibuatlah kesepakatan dengan peserta tender lainnya supaya mereka mengalah. Jika tidak terjadi deal, panitia tender akan  berusaha menggugurkannya dengan berbagai cara agar calon yang telah diarahkan tersebut bisa keluar sebagai pemenang.

Zulkarnain Arief selaku Wakil Ketua Umum Bidang Infrastruktur Konstruksi dan Properti Kadin Pusat, mengatakan berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan Kadin, sebanyak 87 persen dari seluruh proyek kons­truksi di Indonesia mengandung unsur KKN oleh karena pemenangnya telah ditetapkan sebelum ten­der berakhir.  Sedangkan Ketua Lembaga Peneliti dan Pengabdian Masyarakat Univer­sitas Atma Jaya, A Prasetyantoko menambahkan, berdasarkan lapo­ran Bank Dunia,  pasar konstruksi di Indonesia berbentuk kar­tel, yakni dikuasai hanya oleh beberapa pemain saja.
 
Proses Pelaksanaan

Pada pelaksanaan pekerjaan, terkadang PPK, konsultan pengawas serta kontraktor melakukan mufakat untuk melebihkan volume pekerjaan yang ditagihkan dibandingkan dengan volume realisasi  di lapangan. Selain volume digelembungkan, kualitas material yang tidak sesuai dengan spesifikasi teknis juga menjadi sasaran empuk untuk meraup  keuntungan pribadi.

Belum lagi jika konsultan pengawas melakukan pembiaran terhadap kontraktor  dalam melaksanakan pekerjaan tanpa di beri arahan teknis maupun teguran sebab telah di beri sesuatu. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya kegagalan konstruksi serta ambruknya beberapa bangunan pada tahun 2011 silam. 

Berdasarkan realita yang ada, ternyata penyimpangan dapat dilakukan disetiap tahapan proyek. Untuk itu Allah swt telah memperingatkan dalam firmannya “Janganlah kamu memakan harta di antara kamu dengan cara batil seperti merampas, mencuri, suap, dan janganlah kalian menyuap dengan harta itu kepada para hakim, dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain itu dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahuinya” (QS Al-Baqarah 2:188).

Olehnya itu, agar terhindar dari godaan syaitan, kita sebagai manusia biasa harus senantiasa  mengingat Allah swt dengan perbanyak ibadah, zikir, dan bertobat, sesuai QS. Ar- Ra’d 13:27 “Sesungguhnya Allah menyesatkan bagi siapa yang Dia kehendaki dan memberi petunjuk bagi orang yang bertobat kepada-Nya”.

Ingatlah suatu saat nanti, bila ajal telah menjemput dan begitu  dimasukkan ke liang kubur, hanya amal baik maupun  buruk yang telah dikerjakan selama hidup di dunia fana ini menjadi bekal di akhirat kelak. Alangkah naifnya,  jika yang dibawa nanti paling banyak amal korupsi sehingga akan mendapat siksa azab dari Allah Azza wa jalla. Naudzubillah Tsumma Naudzubillah Min Dzalik.

Mudah-mudahan pasca puasa Ramadan 1433 H ini, pihak-pihak  yang berurusan dengan proyek konstruksi mau melakukan revitalisasi terhadap niat dan perilakunya untuk tidak lagi melakukan intrik yang menjurus pada praktik KKN di semua tahapan proyek  agar derajat ketakwaannya dapat tetap terjaga hingga akhir hayat nanti. Amin yaa Rabbal alamin.

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...