Home » Nasional

Selasa, 02 Oktober 2012 | 01:16:11 WITA | 1574 HITS
Tantangan Berat Adang Unggul
Jadi Dirut PT Semen Tonasa, Tak Ada Tambahan Komisaris

JAKARTA, FAJAR -- Setelah melalui proses yang alot, Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) akhirnya menetapkan Andi Unggul Attas sebagai nakhoda baru PT Semen Tonasa.
 
Terpilihnya Unggul sebagai dirut di perusahaan berpusat di Biringere Pangkep itu, harus dibarengi dengan kinerja yang “unggul”. Minimal bisa menyamai dirut sebelumnya yang memberikan laba perusahaan hingga Rp800 miliar. “Ini tantangan yang harus dilakukan dirut baru, tentu dengan komposisi direksi mereka,” ujar pengamat ekonomi Unhas, Idrus Taba.

Selain itu, kepemimpinan dirut baru ini juga tentu harus membawa dampak yang baik bagi perekonomian Sulawesi Selatan. Yang paling penting, kata dia, para direksi baru harus bisa membuktikan posisinya semata-mata untuk kepentingan bisnis untuk membangun perekonomian, khususnya di Sulsel. Bukan dengan membawa kepentingan politik.

Menurutnya, ada tiga perspektif untuk menilai kepentingan pergantian direksi Semen Tonasa. Selain bagian dari proses organisasi perusahaan, juga untuk kepentingan daerah, dan  perspektif ekonomi politik.
Idrus mengakui, pergantian direksi sebuah perusahaan besar selalu tak lepas dari kepentingan politik. "Ini yang susah kita tebak. Kita tidak tahu, siapa yang berkepentingan, siapa yang terlibat. Seperti apa Andi Unggul Attas. Apakah ada kepentingan politik di baliknya, dan lainnya," ujar Idrus.

Karena itu, direksi yang baru harus membuktikannya, misalnya dengan memberi kontribusi atas peningkatan pendapatan masyarakat Sulsel, dan berkontribusi atas persaingan perusahaan. “Jangan sampai aktivitas ekonomi yang pesat itu dengan mendatangkan SDM dari luar, sementara masyarakat Sulsel hanya menjadi penonton," ujranya.

Direksi, lanjut Idrus, juga harus mendorong penciptaaan lapangan kerja bagi warga Sulsel, dan mengentaskan kemiskinan. Jika masih banyak yang belum memenuhi kualifikasi bekerja di Tonasa, maka perusahaan itu harus mendorong pembangunan sekolah-sekolah kejuruan dan jurusan yang cocok untuk industri semen.
 
Unggul Attas yang mengganti Sattar Taba itu sebelumnya menjabat Direktur Pemasaran PT Semen Tonasa. Unggul juga disebut-sebut sebagai calon direktur utama yang direkomendasikan Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo.
Selain Unggul, juga terpilih Gatot Kustyadji sebagai Direktur Produksi, Subhan (Direktur Keuangan), Wahab Candoko (Direktur Pemasaaran), dan Saeful Abunawar (Direktur Penelitian dan Pengembangan).

Unggul memulai kariernya di industri semen itu (Semen Tonasa)
 sejak tahun 1987. Karier alumni Teknik Elektro Unhas pada 1985 ini makin berkilau setelah Erizal Bakar ditarik ke PT Semen Gresik. Dia dipercaya menjabat Plt Direktur Pemasaran PT Semen Tonasa sejak 2011 lalu. Saat penetapan lima dewan komisaris Semen Tonasa pada Juni 2012 lalu, Unggul juga resmi ditetapkan sebagai direktur pemasaran di perusahaan berkapasitas 6,7 juta ton per tahun itu.

Sedangkan Gatot Kustyadji adalah satu-satunya direksi yang “oppo”. Sebelum ditetapkan menjadi direktur produksi, alumni Teknik Kimia ITS Surabaya ini menjabat Direktur Litbang dan  Operasional di PT Semen Tonasa sejak 2005.
Gatot Kustyadji tak lepas dari hubungan kekerabatan dengan Dirut PT Semen Gresik Dwi Sucipto. Dia memulai kariernya di PT Semen Padang tahun 1990-2005.

Sedangkan Wahab Candoko yang kini menjadi direktur pemasaran sebelumnya menjabat Direktur Utama PT Tonasa Lines. Dari tangan “dinginnya” Tonasa Lines mampu membangun kantor yang megah di Biringkassi dan sejumlah fasilitas. Sebelum di Tonasa Lines, putra kelahiran Enrekang ini juga pernah menjabat sebagai kepala departemen pemasaran PT Semen Tonasa, dan dirut afiliasi PT PKM.

Satu-satunya direksi dari luar Tonasa adalah Syaiful Abunawar. Direktur Litbang ini sebelumnya menjabat sebagai direktur Teknik dan  Pengembangan PT Semen Baturaja. Lulusan Jurusan Teknik Kimia Universitas Sriwijaya ini mengawali kariernya sebagai karyawan PT  Semen Baturaja (Persero) sejak tahun 1983. Kesuksesannya menembus Tonasa disebutkan karena tidak lepas dari campur tangan dari saudara iparnya yang juga ketua DPR RI, Marzuki Alie.

Andi Unggul Attas yang dihubungi seusai ditetapkan sebagai Dirut PT Semen Tonasa, malam tadi, punya obsesi yang besar. Memperbaiki segalanya, baik di internal persuahaan maupun dari sisi produksi dan penjualan.
Dia belum menyebutkan target-targetnya ke depan, tapi yang pasti kata dia, akan lebih baik. “Insya allah kami akan lebih baik dari yang ada sekarang,” katanya singkat via ponselnya.
 
Tak Ada Tambahan Komisaris

Upaya pemerintah daerah Kabupaten Pangkep dan organisasi massa di daerah itu untuk memperjuangkan penambahan komisaris sesuai janji Kementerian BUMN, tak bisa terakomodasi. Kemarin, demo di dua tempat berbeda (pabrik Tonasa dan Jakarta, red) tak membuahkan hasil.

RUPS yang digelar di Jakarta tak membicarakan sama sekali penambahan komisaris, tapi hanya jajaran direksi. Padahal, bupati dan NGO turun langsung menyuarakan aspirasi ini agar putra daerah diakomodasi dalam jajaran dewan komisaris.

Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid menyesalkan tidak diakomodasinya permintaan masyarakat setempat. Dia juga menyesalkan para jajaran komisaris sekarang yang dianggap tak memiliki kepedulian. “Mestinya mereka (para komisaris) ikut bersuara mendengarkan kepentingan masyarakat Pangkep. Ternyata mereka hanya duduk manis,” ujar Syamsuddin.

Karena itu, Syamsuddin mengancam akan menurunkan massa lebih besar ke pabrik Tonasa hingga suara masyarakat diakomodasi. “Ini sudah kelewatan. Suara kami benar-benar tak didengarkan,” katanya.
 
RUPS Mulur

Acara RUPS-LB, sempat mulur selama lima jam. Sedianya acara digelar pukul 14.00 WIB, namun baru terlaksana sekitar pukul 19.00 WIB. Padahal, Dirut demisioner, HM Sattar Taba, sudah berada di lokasi RUPS-LB, di The East Mega Kuningan, Jakarta Selatan, sekitar pukul 13.00 WIB, demikian pula komisaris PT Semen Tonasa, Prof Idrus Paturusi.

Mulurnya acara RUPS-LB, diduga karena tarik ulur antara keinginan PT Semen Gresik dengan pemerintah daerah Pangkep, dan Pemprov Sulsel. Namun akhirnya, keinginan Pemprov Sulsel dan PT Semen Gresik bertemu di sosok Andi Unggul Attas. Informasi dari internal PT Semen Gresik, Unggul sebenarnya sempat diusulkan PT Semen Gresik, tapi sempat ditolak oleh Kementerian BUMN.
Pemkab Pangkep juga disebutkan punya alternatif lain. Akhirnya PT Semen Gresik mengusung nama Erizal Bakar dan Gatot Kustyadji.

Tapi, ngototnya pihak Pemprov Sulsel untuk mengusung putra daerah pada posisi dirut, membuat Kementerian BUMN luluh. Sebelum RUPS-LB digelar, aktivis Gerakan Moral Masyarakat Pangkep untuk Perjuangan (Ge
mmpur) menggelar demo di kantor BUMN serta kantor PT Semen Gresik. Mereka meminta mengakomodasi putra Pangkep di jajaran direksi, termasuk penambahan komisaris.

Gemmpur yang dipimpin Alfian Muis, sempat mendatangi kantor Kementerian BUMN dan menyerahkan rekomendasi dari DPRD Sulsel. Isi surat rekomendasi tersebut, meminta Kementerian BUMN untuk mengakomodir keinginan masyarakat Pangkep. Mereka diterima Deputi Bidang Usaha Industri Strategis dan Manufaktur, Dwijanti Tjahjaningsih.

Kepada perwakilan masyarakat Pangkep itu, Dwijanti mengaku akan melanjutkan surat tersebut kepada Menteri BUMN Dahlan Iskan.
"Dulu lobi-lobi sudah dilakukan langsung Pak Bupati Pangkep (Syamsuddin Hamid) kepada Pak Dahlan (Meneg BUMN), untuk pengangkatan tambahan komisaris dari unsur putra daerah. Pak Dahlan mengisyaratkan untuk mengakomodasi permintaan yang diajukan Pak Bupati," jelas Alfian. (asw-sbi-sri)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...