Home » Local News » Sulsel

Rabu, 24 Oktober 2012 | 19:18:46 WITA | 695 HITS
Dusun Sandi, Sentra Gerabah yang Terus Menggeliat

TAKALAR, FAJAR --  Di tengah gempuran berbagai produk industri kerajinan murah dari negeri Tirai Bambu, China,  mayoritas warga di Dusun Sandi, Kelurahan Pallantikang, Kecamatan Pattallassang, Takalar, masih setia bergelut menekuni pembuatan gerabah. Gerabah adalah perkakas yang terbuat dari tanah liat atau tanah lempung.

Di Takalar, Dusun Sandi merupakan sentra industri kerajinan gerabah sejak dulu kala. Di wilayah ini, sebagian warga masih membuat gerabah sebagai mata pencaharian mereka.

Pengrajin gerabah membuat barang-barang kerajinan berupa perabotan dapur dan juga beraneka macam barang-barang sejenisnya yang sebagian besar menggunakan tanah liat sebagai bahan baku. Proses pembuatan gerabah oleh pengrajin pun masih menggunakan cara tradisional. Gerabah dibuat dengan tetap mempertahankan teknik yang telah diperoleh secara turun temurun. Yakni, bahan baku tanah liat diolah dengan cara dipijat, diputar, dijemur, lalu dibakar.

Salah seorang pembuat gerabah yang ditemui bernama Daeng Bunga, 70 tahun, mengaku mulai terampil membuat kerajinan gerabah sejak usia 15 tahun. "Keterampilan ini diperoleh dari orang tuanya. Kami tetap melakukannya karena cuma pekerjaan ini yang bisa kami lakukan," kata Daeng Bunga.

Dalam tiga hari, Daeng Bunga dapat mengerjakan proses pembuatan gerabah hingga selesai, sebanyak 50 buah gerabah. Ia dapat membuat gerabah berbagai jenis, mulai dari kompor, pot bunga, meja, kursi, dan guci.

Pembuat gerabah lainnya, Saleh mengatakan, saat ini pembuatan gerabah sudah bisa dipesan sesuai keinginan konsumen. Mulai dari bentuk hingga desain gerabah, dapat dikerjakan oleh pengrajin.

"Biasanya hasil gerabah kami pasarkan di daerah lain hingga ke Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Kalimantan bahkan Jayapura," sebut Saleh.

Namun pengrajin gerabah di Dusun Sandi, diakui Saleh tidak sebanyak dulu. Sekarang, sisa  belasan pengrajin dalam lingkup rumah tangga yang masih bertahan. Juga sebagian lainnya tergabung dalam kelompok usaha bersama (KUB). Hal ini dikarenakan bahan baku sudah mulai mahal, dan sebagian tanah liat diperoleh dari wilayah lain. Belum lagi, kualitas produk gerabah mereka masih membutuhkan perhatian dari pemkab untuk dapat bersaing dengan produk gerabah di Pulau Jawa.

Ketua UPT IKM Disperindagtamben Takalar, Mardiana Pagassingi mengatakan, Takalar termasuk salah satu penghasil produk gerabah terbesar di Sulsel. Gerabah memang menjadi produk unggulan sebagai kerajinan tangan yang masih dilestarikan.

"Karena harganya yang murah dan unik, pemasarannya pun bisa sampai ke hotel-hotel di Makassar," ucapnya.

Saat ini, pihaknya masih fokus untuk meningkatkan produksi dan kualitas gerabah yang dihasilkan. Pemkab terus berupaya untuk menggelar pelatihan untuk pelaku usaha, dan penambahan peralatan seperti alat putar dan tungku pembakaran. Hal ini diyakini berpengaruh terhadap kecepatan produksi dan kualitas produk lebih baik lagi.

"Kita terus lakukan upaya-upaya untuk menambah pengetahuan pengrajin. Produknya lebih banyak dan beraneka ragam. Desainnya juga dipercantik, untuk menambah nilai jual produk gerabah," papar Mardiana.

Selain itu, untuk melawan gempuran produk China, pengrajin juga rajin mengikuti perkembangan kemajuan zaman dan selera pasar. Salah satunya dengan membuat produk gerabah yang diminati banyak kalangan namun tetap menonjolkan keunikannya. Sebagai sentra kerajinan gerabah di Takalar, Dusun Sandi pun telah banyak dikunjungi masyarakat maupun wisatawan dari luar. Mereka yang ingin mengetahui proses pembuatan gerabah yang masih tradisional, dapat belajar di sana.

"Setiap bulan minimal satu produk gerabah bisa dihasilkan sampai ratusan buah. Seperti kursi yang mencapai 120 unit per bulan, dan guci besar sebanyak 70 buah per bulannya," sebut Mardiana.(yuk/ars)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...