Home » Feature » Seni dan Budaya

Minggu, 28 Oktober 2012 | 19:11:35 WITA | 309 HITS
APRESIASI
Tenun Ibarat Keluarga

Tenun Ibarat Keluarg
OLEH
HIJRAH NASIR
(Divisi Kaderisasi dan Pengembangan Mutu Sumber Daya Teater Kampus Unhas)

DI sudut rumah panggung Bugis, seorang anak kecil  memainkan permainan tradisional seorang diri. Rambutnya kusut dan tidak terurus. Kedua kakinya terpasung. Sementara di sudut lain, seorang ibu memandang lurus dengan tatapan sayu. Tangannya masih menggenggam walida (alat tenun).

Dengan gemulai, ia mulai menenun. Lampu hijau menyorot tangga rumah. Seorang perempuan memakai baju bodo turun perlahan dengan menarikan tari pattennung. Sementara alunan kecapi, suling, dan gendang lamat-lamat mengiringi gerakannya. Langkahnya terhenti di depan putaran pemintal. Ia memutar pemintal yang menandai cerita baru dimulai.

Itulah salah satu adegan dalam pementasan berjudul, “Walida” yang disutradarai Erwin Suprianto dan asisten sutradara Hijrah Nasir. Lakonnya dipentaskan Teater Kampus Unhas di Baruga Andi Pangeran Pettarani, Universitas Hasanuddin, Minggu, 14 Oktober 2012. Dengan durasi pementasan 47 menit, pementasan ini mengisahkan kehidupan seorang perempuan penenun yang menghabiskan hampir separuh hidupnya terpasung di bawah tenunan.

Cerita diawali dengan kepergian suaminya merantau ke negeri seberang karena siri. Perempuan ini harus membesarkan anaknya seorang diri. Selama bertahun-tahun ia menunggu kedatangan suaminya dengan terus menenun. Berharap suatu saat sarung-sarung itu akan dipersembahkan kepada suaminya saat ia kembali.

Namun, seiring berjalannya waktu, sang suami  tak kunjung kembali. Konflik kemudian hadir ketika orang tua perempuan prihatin melihat kondisi anaknya yang terus saja menunggu dengan setia. Sampai ketika seorang rentenir datang dan berniat menikahinya. Namun, ia tetap bertahan dengan kesetiaannya sampai akhir hidupnya.

Tenun menjadi media yang digunakan oleh ibu untuk mengajari anaknya tentang nilai-nilai kesabaran, ketekunan, dan keikhlasan menjalani hidup. Seperti yang terlihat dalam penggalan dialog dari naskah Walida yang ditulis lham berikut ini. 

“Belajarlah menenun, Anakku agar kau tahu bahwa di setiap benang yang kau tenun kau akan hidup bersama tenunanmu. Putarlah pemintal itu seolah kau memutar waktu hidupmu. Perlakukan benang-benang itu seperti kau memperlakukan orang-orang yang kau cintai. Suatu saat nanti kau akan tahu mengapa perempuan diajarkan untuk menenun benang-benang itu satu per satu. Karena tenun ibarat keluarga. Jika ada yang memutuskan, kitalah, Nak, perempuan yang harus menyatukannya kembali.”

Sutradara mengemas pementasan ini dengan memasukkan beberapa unsur gerakan tari pattennung ke dalamnya, lengkap dengan alunan musik tradisional dengan bunyi kecapi, suling, gendang Makassar, dan gendang Toraja yang semakin menambah penggambaran suasana tradisi dari pementasan ini. Dengan setting Bugis zaman dulu, sutradara menghadirkan gambaran rumah panggung dan balai-balai yang diisi seperangkat alat tenun dan pemintal.

Sepanjang pementasan, tokoh Indo’ memang mendominasi adegan. Hampir semua dialognya dilakukan sambil menenun. Dengan begitu, sedikit gambaran bahwa tenun telah menjelma menjadi pasung buat Indo’ tanpa dia sadari. Di akhir pementasan, tokoh Indo’ digambarkan lepas dari tenunan yang menjadi belenggunya selama ini.

“Pementasan ini berusaha menggambarkan pemasungan yang dialami oleh seorang perempuan lewat media tenun yang dikemas dalam konflik keluarga. Meskipun di sisi lain, tenun mengajarkan perempuan untuk memiliki kesabaran, keikhlasan, kesetiaan, dan kehalusan budi. Namun tenun ini adalah salah satu alat alienasi untuk perempuan. Membatasi ruang geraknya tanpa mereka sadari,” kata  Erwin Suprianto, sutradara  pementasan ini di sela-sela diskusi.

“Pementasan ini adalah karya Teater Kampus Unhas yang ditujukan untuk pengambilan gambar yang akan diikutkan dalam kurasi Festival Teater Mahasiswa Nasional (FESTAMASIO VI) yang akan digelar oleh Teater Tiyang Alit, ITS Surabaya, Februari 2013. Harapannya, proses yang dijalani selama beberapa bulan terakhir dapat memberikan banyak pembelajaran bagi tim untuk semakin mampu mendisiplinkan diri. Selain itu, juga  menghargai proses yang dijalani sehingga penghargaan terhadap hal-hal yang hadir di panggung bukan lagi sekadar sandiwara belaka, tapi benar-benar diresapi.” Ungkap Ilham, Ketua Umum Teater Kampus Unhas yang juga penulis naskah ini. ($)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...