Home » Makassar Hari Ini » Peristiwa

Selasa, 13 November 2012 | 18:46:15 WITA | 180 HITS
Pungli SIP Berlangsung Tiga Tahun
Lanjutan Sidang Pungutan SIP

MAKASSAR, FAJAR -- Kasus dugaan pungutan liar penerbitan izin perawat (SIP) di Dinas Kesehatan Sulsel kembali disidangkan Pengadilan Tipikor Makassar Senin, 12 November. Sidang mendudukkan tiga terdakwa.

Tiga terdakwa kasus dugaan pungutan liar (pungli) untuk penerbitan surat izin  perawat (SIP) dan surat izin bidang (SIB) di lingkup Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemprov Sulsel memaksa orang ataupun institusi yang terkait dengan bidang perawat dan bidan untuk  membayar penerbitan SIP dan SIB.

Adanya pemaksaan tersebut diungkap Jaksa Penuntut Umum (JPU) dalam dakwaan pada sidang  perdana kasus itu di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri (PN) Makassar, kemarin. Tiga terdakwa dalam kasus ini adalah mantan Kepala Seksi Pengembangan Sarana dan Tenaga.

Kesehatan Diskes Sulsel Daud Latif dan dua stafnya masing-masing bernama  Anam Nurmansyah dan Nonce Marentek.

"Ketiga terdakwa menjalankan praktik pungli. Mereka memaksa orang pribadi atau  institusi yang terkait seperti sekolah keperawatan dan universitan terkait untuk penerbitan surat izin perawat dan surat izin bidan. Praktiknya terjadi Januari 2010 hingga Desember 2011," kata JPU Muh  Yusuf Putra, kemarin.

Tiga terdakwa dinyatakan melanggar pasal 11 dan pasal 12 huruf b Undang-undang (UU) Nomor 31/1999 yang telah diubah kedalam UU Nomor 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam dakwaan dijelaskan pula, pada tahun 2010 lalu berdasarkan surat ketetapan Menteri  Kesehatan diatur untuk penerbitan SIP dan SIB maka pemohon hanya diwajibkan membayar Rp35.000 per lembar izin. Akan tetapi, pada realisasinya para terdakwa menetapkan pembayaran penerbitan izin sebesar Rp50.000.  

Pada 2011, Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo menerbitkan surat keputusan penghentian semua bentuk pungutan yang tidak diatur dalam peraturan pajak daerah dan penghapusan biaya leges. Dengan demikian, kata jaksa, untuk penerbitan SIP dan SIB tidak ada lagi biaya.

Disisi lain, JPU Yusuf Putra juga menampik adanya uang pengembalian negara yang kemudian  menjadi barang bukti di pengadilan sebesar Rp60 juta. Menurutnya, uang pengembalian yang tercantum dalam berkas perkara dan dijadikan sebagai alat bukti hanya sebesar Rp16 juta.

Berdasarkan data yang dihimpun, kasus pungli SIP atau gratifikasi di Dinas Kesehatan Sulsel itu sudah berjalan sejak tahun 2008 hingga tahun 2010 lalu. Tiga tersangka pada kasus ini diduga memanfaatkan jabatannya untuk memeras calon perawat yang mengajukan permohonan  SIP di rumah sakit, dan memungut sejumlah uang kepada calon perawat. Kejati Sulselbar memperikirakan dana akibat adanya pungli atau gratifikasi itu mencapai Rp400 juta.

Menghadapi dakwaan JPU tersebut, tim penasihat hukum tiga terdakwa, Suwardi dan Irawan, menyatakan tidak akan mengajukan nota keberatan atau pledoi. Dengan keputusan  tim penasehat hukum terdakwa tersebut, sidang kasus pungli di Diskes Sulsel ini akan langsung dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi-saksi. (ida)

  Comment on Facebook  

Redaksi: redaksi[at]fajar.co.id
Informasi Pemasangan Iklan
Hubungi Mustafa Kufung di mus[at]fajar.co.id
Telepon 0411-441441 (ext. 1437).
 

Nasional

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FMC -- Lelaki ini merasa gelisah. Ia pun menulis...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR,...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Langkah Menteri pendidikan dan kebudayaan...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Wakil Ketua MPR, Hajriyanto Y Thohari...

Politik

Rabu, 15 Mei 2013 MAKASSAR,FAJAR -- Bakal calon bupati Sidrap, Rusdi Masse...

Rabu, 15 Mei 2013 SENGKANG,FAJAR -- Setelah resmi mendapat rekomendasi dari...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Meski telah mengundurkan diri sebagai...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi II DPR dalam masa kerja periode...

Hukum

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akhirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Pusat Pelaporan Analisis dan Transaksi...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua Komisi Yudisial (KY), Eman Suparman...

Rabu, 15 Mei 2013 MALANG,FAJAR -- Wajah dunia pendidikan di Malang tercoreng....

Ekonomi

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- PT PLN (Persero) menyebutkan, pemakaian...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ketua DPR, Marzuki Alie menyatakan kenaikan...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA, FAJAR -- Pemerintah menugaskan Perum Badan Urusan...

Hiburan

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR - Ashanty akan memulai perjalanan karirnya...

Rabu, 15 Mei 2013 JAKARTA,FAJAR – Rachel Maryam geram. Akun...

Rabu, 15 Mei 2013 BEBERAPA waktu lalu, publik sempat yakin bahwa Justin...

Selasa, 14 Mei 2013 JAKARTA -- Aktris seksi, Kiki Amalia benar-benar terpukul...

Internasional

Rabu, 15 Mei 2013 DAMASKUS,FAJAR – Lebih dari dua tahun...

Selasa, 14 Mei 2013 ROSELLA, FAJAR -- Seorang pria Chicago ditahan kepolisian...

Selasa, 14 Mei 2013 SEOUL,FAJAR - Keputusan mengejutkan muncul dari rezim Kim...

Senin, 13 Mei 2013 PARIS,FAJAR - Seorang turis Perancis yang baru saja kembali...